LombokPost - Dalam kegiatan Kolokium Mingguan Riset Antariksa (LINEAR) yang digelar di BRIN KST Samaun Samadikun Bandung pada Kamis (7/8), Dr. Mikio Kurita, pakar astronomi dari Kyoto University, memberikan wawasan mendalam tentang peluang penggunaan Teleskop Timau 380 untuk pengamatan objek antariksa.
Dr. Kurita, yang juga turut mendesain pendahulu Teleskop Timau 380 di Observatorium Okayama Jepang, membahas kemungkinan kerja sama antara teleskop Seimei dan Timau 380, serta inovasi teknologi terbaru dalam observasi astronomi.
Teknologi Canggih Teleskop Timau 380 dan Seimei dalam Riset Astronomi
Kurita memaparkan berbagai kemajuan teknologi yang digunakan dalam pengamatan astronomi, termasuk instrumen mutakhir yang memungkinkan pemantauan galaksi spiral, supernova, dan objek antarbintang yang tidak biasa.
"Teleskop Timau 380 akan membuka peluang baru dalam riset objek antariksa, memungkinkan pemotretan langsung eksoplanet dan pengamatan fenomena transien seperti supernova," ujar Kurita dalam presentasinya dilansir dari brin.go.id.
Selama paparannya, Kurita juga menampilkan foto-foto luar biasa yang diambil menggunakan Teleskop Seimei, yang menunjukkan keindahan cahaya dan warna yang menyerupai karya seni alami.
“Data astronomis tidak hanya bernilai ilmiah, namun juga memiliki dimensi artistik dan estetika yang menarik,” tambahnya.
Temuan Baru dan Peluang Riset di Teleskop Timau 380
Kurita juga membahas beberapa temuan menarik dalam penelitiannya, seperti objek baru yang bergerak cepat di luar Tata Surya dan bintang yang tiba-tiba menjadi terang sebelum meredup.
"Ini adalah fenomena yang menarik untuk dipelajari lebih lanjut karena munculnya sangat cepat, namun memberikan banyak informasi," kata Kurita.
Salah satu instrumen canggih yang dijelaskan adalah spektrograf resolusi rendah, yang digunakan untuk karakterisasi satelit dengan cepat, serta spektro-polarimeter resolusi tinggi untuk studi garis spektral dan aktivitas bintang.
Baca Juga: Waspada! Ini Ciri-Ciri HP Kamu Terkena Spyware, Baterai Boros Sampai Data Tercuri!
Alat-alat ini penting untuk perkembangan ilmu fisika bintang dan pengamatan objek langit jauh.
Kolaborasi Teleskop Seimei dan Timau untuk Riset Masa Depan
Lebih lanjut, Kurita menjelaskan potensi penggunaan teknologi dari Teleskop Seimei untuk dikembangkan lebih lanjut di Teleskop Timau 380.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Riset Antariksa, Dr. Emanuel Sungging Mumpuni, menegaskan bahwa Teleskop Timau 380 di Observatorium Nasional Nusa Tenggara Timur hampir selesai dan siap digunakan untuk kolaborasi riset dengan Teleskop Seimei.
"Kegiatan LINEAR ini menjadi platform untuk berbagi pengetahuan dan membangun ekosistem riset antariksa di BRIN dan Indonesia. Kerja sama dengan Seimei akan membuka peluang besar untuk riset astronomi, tidak hanya di BRIN, tapi juga di seluruh komunitas yang memanfaatkan Teleskop Timau 380," tambah Emanuel.
Editor : Rury Anjas Andita