Ini adalah pembuktian bahwa ponsel lipat bisa memiliki tenaga yang jauh lebih gahar dari ponsel flagship standar sekalipun.
Dikutip dari Motorola Support ROE, ponsel masa depan ini sudah berjalan di sistem operasi Android 15 yang paling mutakhir.
Kekuatan utamanya terletak pada penggunaan Snapdragon® 8 Elite Mobile Platform dengan teknologi fabrikasi 3nm.
Prosesor delapan inti ini mampu dipacu hingga kecepatan 4.32GHz, sebuah angka yang menjamin pengalaman pengguna tanpa lag sedikit pun, bahkan untuk beban kerja paling berat sekalipun.
Ketangguhan mesin tersebut dipadukan dengan konfigurasi memori yang sangat luas, yakni RAM 16 GB LPDDR5X dan penyimpanan internal 512 GB UFS 4.0.
Untuk urusan visual, Motorola memberikan standar baru dengan layar utama 7.01224 inci Super HD yang memiliki refresh rate super mulus hingga 165Hz dan tingkat kecerahan puncak mencapai 4500 nits.
Bahkan, layar eksternal 4 inci miliknya pun sudah menggunakan teknologi pOLED dengan kecepatan yang sama, yaitu 165Hz.
Daya tahan baterainya juga tidak main-main, dengan kapasitas 4,700 mAh yang didukung pengisian cepat 68W TurboPower™, pengisian nirkabel 30W, hingga fitur reverse charging untuk mengisi daya perangkat lain.
Sektor desain pun tampil berkelas dengan pilihan material eksklusif seperti Alcantara atau kayu bersertifikat FSC, lengkap dengan perlindungan debu dan air bersertifikasi IP48.
Hadirnya Motorola Razr 60 Ultra ini bukan sekadar menambah pilihan di pasar, melainkan menetapkan standar baru bahwa ponsel lipat masa kini harus memiliki performa puncak tanpa kompromi.
Maung teknologi ini sudah siap menerjang pasar dan menjadi ancaman serius bagi dominasi merek-merek besar lainnya di tahun 2026.
Editor : Marthadi