Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bos ChatGPT Sam Altman Akui Kesalahan Fatal Usai 'Tikung' Rival Demi Proyek Rahasia Pentagon

Marthadi • Selasa, 3 Maret 2026 | 13:53 WIB

CEO OpenAI Sam Altman. (Mandel NGAN/AFP)
CEO OpenAI Sam Altman. (Mandel NGAN/AFP)
LombokPost – Sam Altman, bos besar OpenAI, akhirnya buka suara dan mengakui langkahnya yang dinilai "haus kesempatan" dan "ceroboh".

Pengakuan mengejutkan ini muncul setelah OpenAI secara kilat menyambar kontrak dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon), tepat di saat rival berat mereka, Anthropic, baru saja "ditendang" dari proyek pemerintah.

Dikutip dari CNBC, Altman melalui memo internal yang dibagikan di platform X mengakui bahwa pihaknya seharusnya tidak terburu-buru dalam menjalin kesepakatan dengan militer AS.

"Kami benar-benar mencoba meredakan situasi, tetapi menurut saya itu terlihat oportunistik dan ceroboh," ungkap Altman dalam unggahannya.

Bau Amis di Balik Kontrak Kilat Kesepakatan OpenAI dengan Pentagon ini terjadi hanya dalam hitungan jam setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan instansi federal untuk berhenti menggunakan alat AI dari Anthropic.

Ironisnya, kontrak tersebut diteken tepat sebelum Washington melancarkan serangan ke Iran, yang memicu kecurigaan publik mengenai penggunaan ChatGPT dalam operasi militer.

Sebelumnya, Anthropic ditetapkan sebagai ancaman rantai pasokan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth setelah adanya perselisihan mengenai jaminan keamanan AI.

Banyak pihak melihat OpenAI sengaja memanfaatkan momen "jatuhnya" sang rival untuk masuk ke jaringan rahasia Pentagon.

Janji Sam Altman: ChatGPT Bukan Alat Mata-mata

Menanggapi gelombang protes pengguna yang mulai meninggalkan ChatGPT dan beralih ke Claude (milik Anthropic), Altman berjanji akan merevisi poin-poin kontrak tersebut.

Ia menegaskan bahwa teknologi OpenAI tidak akan digunakan oleh badan intelijen seperti NSA untuk pengawasan domestik terhadap warga AS.

"Ada banyak hal yang teknologinya belum siap, dan banyak area di mana kita belum memahami pengorbanan yang diperlukan untuk keselamatan," tambah Altman.

Menariknya, meski baru saja mengambil alih posisi Anthropic, Altman justru membela mantan karyawannya yang mendirikan Anthropic tersebut.

Ia menyatakan bahwa Anthropic seharusnya tidak dianggap sebagai risiko rantai pasokan dan berharap mereka mendapatkan persyaratan kontrak yang adil dari pemerintah.

Kini, OpenAI harus bekerja ekstra keras untuk memulihkan kepercayaan publik yang telanjur kecewa dengan manuver "sloppy" sang CEO di tengah memanasnya tensi geopolitik dunia.

Editor : Marthadi
#ChatGPT vs Claude #Skandal Teknologi #Sam Altman #OpenAI Pentagon #Kecerdasan Buatan Militer