LombokPost – Registrasi SIM biometrik wajah XLSMART kini resmi diperluas secara nasional. Melalui teknologi face recognition berbasis AI, XLSMART menghadirkan standar baru keamanan sekaligus kemudahan bagi pelanggan dalam proses registrasi kartu SIM dan eSIM yang kini bisa selesai kurang dari satu menit.
Langkah percepatan registrasi SIM biometrik wajah XLSMART ini menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan dalam meningkatkan keamanan data pelanggan sekaligus menghadirkan pengalaman aktivasi kartu yang lebih cepat, mudah, dan aman. Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dengan fitur liveness detection untuk memastikan identitas pelanggan benar-benar asli.
Direktur & Chief Regulatory XLSMART, Merza Fachys, mengatakan bahwa inovasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan perlindungan data pelanggan.Baca Juga: XLSMART Catat Kinerja Positif di Kuartal Kedua 2025, Pendapatan Tembus Rp 10,5 Triliun Pasca Merger
“Implementasi verifikasi biometrik ini adalah komitmen nyata XLSMART dalam meningkatkan standar keamanan data pelanggan. Dengan validasi yang terhubung langsung ke database Dukcapil, XLSMART memastikan bahwa setiap identitas pelanggan valid dan terlindungi dari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. XLSMART mengutamakan rasa aman dan nyaman pelanggan dalam menggunakan layanan telekomunikasi melalui teknologi face recognition ini. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan yang paling dicintai pelanggan,” tegasnya.
Registrasi SIM Biometrik XLSMART Hadir di 143 Titik Layanan
Untuk memperluas adopsi registrasi SIM biometrik wajah, XLSMART menghadirkan layanan ini di 143 titik layanan di seluruh Indonesia. Lokasinya terdiri dari 94 XL Center dan 51 Galeri Smartfren.
Beberapa wilayah dengan konsentrasi layanan terbesar antara lain:
- Jabodetabek: 26 XL Center dan 13 Galeri Smartfren
-Jawa Timur: 16 Galeri Smartfren
- Sumatera: 17 XL Center
Selain melalui gerai fisik, registrasi SIM biometrik XLSMART juga bisa dilakukan secara digital melalui website resmi maupun aplikasi operator, seperti:
-myXL
-AXISNET
-mySF
Penerapan registrasi SIM biometrik wajah XLSMART membawa sejumlah manfaat signifikan bagi pelanggan.
Teknologi ini mampu:
- Menekan potensi identitas ganda lebih dari 80 persen
- Meningkatkan efisiensi pengelolaan penipuan hingga 20–30 persen
Data tersebut merujuk pada studi dari GSMA mengenai implementasi biometrik di industri telekomunikasi.
Sementara itu, tingkat akurasi teknologi face recognition modern telah mencapai 95–99 persen, berdasarkan penelitian NIST (National Institute of Standards and Technology). Sistem juga dilengkapi liveness detection yang mampu mendeteksi upaya pemalsuan wajah atau spoofing.
Aktivasi Kartu SIM Kini Kurang dari 1 Menit
Selain meningkatkan keamanan, registrasi SIM biometrik XLSMART juga mempercepat proses aktivasi kartu.
Jika sebelumnya proses registrasi membutuhkan waktu 5–7 menit, kini proses tersebut bisa selesai dalam waktu kurang dari satu menit melalui sistem otomatis berbasis Know Your Customer (KYC) digital.
XLSMART juga memastikan keamanan data pelanggan melalui prinsip:
- Security by Design
- Data Minimization
Data biometrik pelanggan tidak disimpan oleh XLSMART, melainkan langsung diverifikasi ke sistem Dukcapil dan tidak disimpan setelah proses validasi selesai.
Sistem keamanan yang digunakan juga telah memenuhi standar internasional, antara lain:
- ISO 27001
- ISO 27701
- ISO 30107-3 (Presentation Attack Detection)
Seiring dengan penguatan keamanan melalui registrasi SIM biometrik wajah, adopsi eSIM XLSMART juga terus meningkat.
Saat ini jumlah pengguna eSIM XLSMART telah mencapai lebih dari 1,6 juta pelanggan. Integrasi teknologi biometrik dalam proses registrasi juga membantu meminimalkan kendala teknis saat aktivasi eSIM.
Dengan sistem ini, baik pengguna SIM fisik maupun eSIM mendapatkan standar keamanan yang sama kuatnya.
Melalui percepatan registrasi SIM biometrik wajah XLSMART dan pengembangan eSIM, perusahaan menegaskan komitmennya membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih aman, terpercaya, dan mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia.
Editor : Rury Anjas Andita