LombokPost – Raksasa teknologi Google secara resmi meluncurkan sistem operasi terbarunya, Android 17 dan Wear OS 7, Rabu (17/6).
Pada tahap awal, pembaruan besar-besaran ini digulirkan secara eksklusif bagi pengguna jajaran perangkat Google Pixel melalui program Pixel Drop.
Langkah strategis ini kian mempertegas posisi lini Pixel sebagai panggung utama Google untuk memamerkan inovasi kecerdasan buatan (AI) generatif terdepan mereka, mendahului para kompetitor di pasar global.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Harga Smartphone Android Naik 50 Persen
Sederet Fitur AI Mutakhir: Garap Musik hingga Edit Video via Chat
Android 17 membawa lompatan besar pada sektor kecerdasan buatan yang tertanam langsung di dalam sistem. Beberapa fitur AI mutakhir yang menjadi sorotan.
Integrasi Model AI Lyria 3: Pengguna kini dapat menciptakan atau menggubah lagu baru secara instan hanya bermodalkan instruksi teks (prompt) atau gambar.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Smartphone Kamera Terbaik 2026, Fitur Zoom dan Night Mode Kian 'Gila' Dekati Spek DSLR
Gemini Omni Multimodal: Memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melakukan proses penyuntingan video secara langsung cukup melalui perintah obrolan santai bersama AI.
Peningkatan AudioLM: Fitur penerjemahan langsung suara-ke-suara pada perangkat Google Pixel (seperti Pixel 10a) kini berjalan jauh lebih natural, presisi, dan lancar.
Dobrak Sekat Ekosistem: Quick Share Kini Kompatibel dengan AirDrop
Selain kecanggihan AI, gebrakan paling menarik perhatian ada pada aspek konektivitas lintas platform.
Lewat Pixel Drop terbaru ini, fitur Quick Share milik Google kini memiliki kemampuan kompatibilitas dengan ekosistem AirDrop milik Apple.
Kemudahan berbagi file super cepat antar-sistem operasi (Android ke iOS) ini juga turut diperluas ke beberapa perangkat Pixel generasi sebelumnya, seperti Pixel 8a dan Pixel 9a.
Manjakan Kreator Konten dan Optimalkan Ponsel Lipat
Untuk mendukung produktivitas dan multimedia, Android 17 memperkenalkan fitur Bubble Bar yang memunculkan aplikasi baru dibuka dalam bentuk gelembung ikon fleksibel di bawah layar demi memudahkan multitasking.
Bagi kreator konten, hadir fitur perekaman kamera depan dan tampilan layar (screen recording) secara simultan untuk mempermudah pembuatan video reaksi atau tutorial di TikTok, Instagram, dan YouTube.
Khusus untuk perangkat ponsel layar lipat (foldable), Google menyematkan mode gaming baru dengan pembagian layar 50:50 serta kontrol gamepad dinamis.
Aspek keamanan juga ditingkatkan lewat sistem Deteksi Ancaman Langsung dan peningkatan kontrol orang tua berbasis PIN tanpa wajib taut akun.
Wear OS 7: Jam Tangan Pintar yang Lebih Pintar dan Hemat Daya
Pembaruan tidak hanya menyasar ponsel.
Sistem operasi jam tangan pintar, Wear OS 7, kini terintegrasi erat dengan AI Gemini melalui fitur Personal Intelligence yang menghubungkan aplikasi Google dengan riwayat percakapan pengguna.
Pengguna bahkan bisa membuat widget kustom hanya dengan mendeskripsikan kebutuhan mereka lewat teks.
Sistem operasi wearable ini diklaim 10 persen lebih hemat daya dan dirancang untuk terhubung mulus dengan kacamata AI masa depan.
Dari sisi keselamatan, Pixel Watch kini dibekali sistem deteksi darurat yang lebih sensitif, mampu mengenali kecelakaan berkendara, insiden terjatuh, hingga hilangnya denyut nadi untuk otomatis menghubungi otoritas medis atau kontak darurat.
Editor : Redaksi Lombok Post Online