Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Era Baru Iga Swiatek Dimulai! Rekrut Eks Pelatih Rafael Nadal, Fokus Bangkit di Musim Tanah Liat Stuttgart

Rury Anjas Andita • Selasa, 14 April 2026 | 19:12 WIB
Iga Swiatek rekrut eks pelatih Nadal dan berlatih di Mallorca jelang Stuttgart, fokus bangkit di musim lapangan tanah liat 2026. (Instagram Iga Swiatek)
Iga Swiatek rekrut eks pelatih Nadal dan berlatih di Mallorca jelang Stuttgart, fokus bangkit di musim lapangan tanah liat 2026. (Instagram Iga Swiatek)

 

LombokPost – Petenis peringkat 4 dunia Iga Swiatek membuka babak baru dalam kariernya jelang musim lapangan tanah liat 2026. Usai tersingkir dini di Miami Open, Swiatek melakukan perubahan besar dengan menunjuk pelatih baru Francisco Roig.

Roig bukan nama sembarangan. Ia merupakan sosok lama di tim Rafael Nadal, mendampingi sang legenda dari 2005 hingga 2022. Keputusan ini diambil Swiatek setelah berpisah dengan pelatih sebelumnya, Wim Fissette.

Cari Sosok Berpengalaman, Swiatek Bertindak Cepat

Swiatek mengakui bahwa mencari pelatih bukan hal mudah. Sepanjang kariernya, ia jarang melakukan perubahan tim. Namun, situasi mendesak membuatnya harus bergerak cepat.

Baca Juga: Madrid Open 2026: Carlos Alcaraz, Jannik Sinner, dan Novak Djokovic Jadi Magnet Utama, Semua Top 10 Siap Tempur di Tanah Liat

“Saya mencari pelatih yang kuat secara teknis dan punya pengalaman menghadapi berbagai situasi di tur,” ujar Swiatek saat hari media Porsche Tennis Grand Prix Stuttgart.

Pilihan pun jatuh pada Roig. Menurutnya, pengalaman panjang sang pelatih menjadi faktor kunci, terutama dalam membenahi aspek teknis yang selama ini kurang maksimal.

Tempaan di Akademi Nadal Jadi Titik Balik

Sebelum tampil di Stuttgart, Swiatek menghabiskan waktu di Mallorca untuk berlatih di Rafa Nadal Academy. Di sana, ia tak hanya berlatih bersama Roig, tetapi juga mendapat kesempatan langka berlatih langsung dengan Nadal.

 

Bagi Swiatek, pengalaman ini memberi nilai tambah besar. “Saya ingin lingkungan latihan yang solid tanpa gangguan. Mallorca adalah tempat yang tepat,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan Nadal tidak akan masuk dalam tim pelatih secara permanen. Kehadiran sang legenda lebih sebagai inspirasi dalam proses adaptasi.

Fokus Perbaikan, Bukan Hasil Instan

Swiatek menyadari bahwa perubahan tidak bisa terjadi dalam semalam. Ia memilih pendekatan realistis dengan memberi waktu pada proses adaptasi bersama Roig.

Baca Juga: Madrid Open 2026 Dipanaskan Aryna Sabalenka, Elena Rybakina, Iga Swiatek: Semua Top 20 Siap Tempur di Lapangan Tanah Liat

Kolaborasi awal dinilai positif. Roig dinilai cepat membaca kekurangan teknis dan membantu Swiatek keluar dari pola permainan yang kurang efektif.

Namun, ekspektasi kini diturunkan. “Saya tidak ingin terlalu keras pada diri sendiri. Ini proses, bukan sesuatu yang instan,” tegasnya.

Target Bangkit di Musim Tanah Liat

Sebagai peraih empat gelar Roland Garros, lapangan tanah liat selalu menjadi panggung terbaik bagi Swiatek. Namun, musim lalu tak berjalan sesuai harapan.

Baca Juga: Comeback Ganas! Mirra Andreeva Bangkit Tekuk Potapova, Sabet Gelar Linz 2026

Karena itu, Stuttgart menjadi momentum awal kebangkitan. Swiatek kini mengusung pendekatan berbeda: fokus pada progres, bukan tekanan hasil. Ia ingin membangun kembali kepercayaan diri secara bertahap sebelum memasuki turnamen besar berikutnya.

“Ini bukan sprint, ini maraton,” tutupnya.

Editor : Rury Anjas Andita
#lapangan tanah liat #Porsche Tennis Grand Prix Stuttgart #rafael nadal #WTA 500 #Iga Swiatek