LombokPost – Elena Rybakina kembali menunjukkan dominasinya di lapangan tanah liat. Petenis peringkat 2 dunia itu sukses mempertahankan gelar Porsche Tennis Grand Prix usai menaklukkan Karolina Muchova dengan skor meyakinkan 7-5, 6-1 di final, Minggu waktu setempat.
Kemenangan ini terasa spesial. Untuk pertama kalinya dalam kariernya, Rybakina berhasil memenangkan dua gelar di turnamen yang sama, sekaligus menegaskan statusnya sebagai ratu Stuttgart 2026.
“Rasanya seperti di rumah sendiri di sini. Saya selalu ingin kembali,” ujar Rybakina usai menerima trofi.
Perjalanan Rybakina menuju gelar tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat berada di ambang kekalahan saat menyelamatkan dua match point dalam laga perempat final dramatis melawan Leylah Fernandez.
Baca Juga: Novak Djokovic Mundur dari Madrid Open 2026, Cedera Bahu Belum Pulih, Fokus Comeback di Roma
Namun, memasuki akhir turnamen, performanya meningkat tajam. Ia menutup pekan dengan permainan dominan, termasuk kemenangan solid di semifinal dan final.
Di partai puncak, set pertama berlangsung ketat. Rybakina sempat unggul 5-2, tetapi Muchova bangkit hingga menyamakan kedudukan 5-5. Meski begitu, Rybakina tetap tenang dan merebut dua gim terakhir untuk mengamankan set pembuka.
Memasuki set kedua, dominasi Rybakina semakin terlihat. Ia tampil lebih agresif dan konsisten, meninggalkan Muchova tanpa banyak peluang hingga menutup pertandingan dengan skor telak 6-1.
Secara statistik, Rybakina tampil impresif dengan 24 winner dan 78 persen poin servis pertama berhasil dimenangkan. Ia juga empat kali mematahkan servis lawan—angka yang identik dengan performanya di semifinal.
Gelar ini menjadi trofi ke-13 sepanjang kariernya di WTA, sekaligus yang kedua pada musim 2026. Ia kini mengoleksi enam gelar WTA 500 dan lima gelar di lapangan tanah liat.
Kemenangan ini juga berdampak besar pada persaingan musim. Selain mengukuhkan posisinya di peringkat 2 dunia, Rybakina kini memimpin Race to Riyadh, mengungguli Aryna Sabalenka.
Momentum ini menjadi modal penting jelang rangkaian turnamen besar berikutnya, termasuk Madrid, Roma, hingga Roland Garros.
Sementara itu, Muchova tetap mencatatkan pekan impresif meski gagal juara. Ia berhasil mencapai final kedua musim ini dan diprediksi naik ke peringkat 11 dunia.
“Saya menjalani pekan yang sangat baik. Tapi Elena bermain luar biasa hari ini,” kata Muchova.
Dengan performa stabil dan mental juara, Rybakina kini menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mendominasi musim lapangan tanah liat 2026.
Editor : Rury Anjas Andita