LombokPost – Babak empat besar Mutua Madrid Open 2026 menghadirkan cerita tak terduga. Empat nama yang lolos semifinal—Mirra Andreeva, Hailey Baptiste, Marta Kostyuk, dan Anastasia Potapova—bersaing untuk mencatatkan final pertama mereka di La Caja Mágica.
Mirra Andreeva vs Hailey Baptiste
Laga semifinal pertama mempertemukan Andreeva kontra Baptiste. Secara head-to-head, Andreeva unggul 1-0 setelah menang di Wimbledon 2025. Namun Baptiste datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencetak salah satu comeback terbesar turnamen ini.
Ia secara dramatis menyingkirkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka dengan skor 2-6, 6-2, 7-6(6), bahkan menyelamatkan enam match point—sebuah pencapaian langka di level WTA 1000.
Kemenangan itu bukan hanya membalas kekalahan di Miami, tetapi juga mengantar Baptiste ke semifinal WTA 1000 pertamanya. Ia bahkan mencatat rekor sebagai pemain berperingkat terendah yang menang comeback atas nomor satu dunia di lapangan tanah liat dalam 40 tahun terakhir.
“Saya ingin balas kekalahan sebelumnya. Ini kesempatan besar,” ujar Baptiste.
Di sisi lain, Andreeva menunjukkan kematangan luar biasa di usia 19 tahun. Meski sempat emosional saat menghadapi tekanan di babak sebelumnya, ia mampu bangkit dan tampil solid, termasuk saat menyingkirkan Leylah Fernandez.
Baca Juga: Comeback Ganas! Mirra Andreeva Bangkit Tekuk Potapova, Sabet Gelar Linz 2026
Performa Andreeva di musim clay juga impresif, dengan gelar di Linz dan semifinal Stuttgart. Ia kini menjadi pemain termuda sejak era Martina Hingis yang mampu mencatat konsistensi tinggi di turnamen level ini.
Marta Kostyuk Tantang Anastasia Potapova
Pada semifinal lainnya, duel tak kalah menarik tersaji antara Kostyuk melawan Potapova. Head-to-head keduanya imbang 2-2, namun Kostyuk memenangi pertemuan terakhir di Madrid tahun lalu.
Kostyuk tampil sebagai salah satu pemain paling dominan sejauh ini. Ia belum kehilangan satu set pun dan membawa rekor sembilan kemenangan beruntun di musim lapangan tanah liat, termasuk gelar di Rouen.
Penampilannya saat menyingkirkan Linda Noskova menjadi bukti kualitasnya, terutama dalam pengembalian servis dengan tingkat keberhasilan tinggi.
“Ini akan jadi pertandingan menarik. Saya ingin menikmati proses dan melihat sejauh mana saya bisa melangkah,” kata Kostyuk.
Namun, Potapova datang sebagai kuda hitam paling berbahaya. Berstatus pemain dari jalur undian ulang, ia justru menciptakan sensasi dengan menyingkirkan nama-nama besar seperti Elena Rybakina dan Karolina Pliskova.
Perjalanan Potapova penuh drama dan momentum. Setelah sempat tersingkir di kualifikasi, ia memanfaatkan kesempatan kedua dengan maksimal dan kini mencetak sejarah sebagai pemain pertama dari jalur tersebut yang mencapai semifinal WTA 1000.
“Saya merasa ini seperti keajaiban. Tapi saya percaya, jika mendapat kesempatan kedua, Anda harus siap memanfaatkannya,” ujar Potapova.
Dengan komposisi semifinal yang tak terduga, Madrid Open 2026 menghadirkan peluang besar bagi lahirnya juara baru. Siapa pun yang menang, sejarah akan tercipta di final La Caja Mágica.
Editor : Rury Anjas Andita