LombokPost – Jannik Sinner menghadapi ujian berat dalam perburuan rekor bersejarah saat berjumpa Arthur Fils pada semifinal Mutua Madrid Open, Jumat (1/5) pukul 22.00 WITA. Duel ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga benturan dua pemain paling percaya diri di musim 2026.
Sinner datang dengan status petenis nomor satu dunia dan rekor 21 kemenangan beruntun. Ia menyapu bersih gelar di Indian Wells, Miami, dan Monte-Carlo, serta sebelumnya juara di Paris. Kini, petenis Italia berusia 24 tahun itu membidik sejarah: menjadi pemain pertama yang meraih lima gelar ATP Masters 1000 secara beruntun sejak era 1990.
Namun, jalan Sinner tidak akan mudah. Di seberang net, Fils hadir sebagai ancaman nyata. Petenis Prancis tersebut juga tampil impresif dengan gelar ATP 500 di Barcelona, serta catatan musim 22-5 yang mengesankan.
“Saya tidak pernah kalah di lapangan tanah liat. Dia juga tidak kalah untuk waktu yang lama. Ini akan jadi pertandingan yang bagus,” ujar Fils.
Pertemuan ini menjadi ulangan duel mereka di Montpellier 2023 yang dimenangkan Sinner. Namun, keduanya kini telah berkembang pesat. Sinner dikenal dengan konsistensi dan kontrol reli dari baseline, sementara Fils tampil eksplosif dengan 87 winner sepanjang turnamen Madrid sejauh ini.
Strategi akan menjadi kunci. Fils dituntut bermain agresif dan menjaga tempo tinggi agar tidak memberi ruang bagi Sinner mengontrol permainan. Sebaliknya, Sinner punya kemampuan membaca ritme dan memanfaatkan kesalahan lawan dengan efektif.
Selain memburu final, laga ini juga berdampak besar pada peringkat dunia. Fils kini melonjak ke posisi 17 dunia dan masuk empat besar Race to Turin, membuka peluang debut di ATP Finals. Di sisi lain, Sinner semakin kokoh di puncak ranking, menjauh dari rivalnya Carlos Alcaraz.
Dengan performa keduanya yang sedang menanjak, semifinal ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di Madrid tahun ini. Siapa yang mampu menjaga konsistensi dan mengelola tekanan, dialah yang akan melangkah ke final — sekaligus mendekatkan diri pada sejarah.
Editor : Rury Anjas Andita