LombokPost – Novak Djokovic akhirnya kembali ke lapangan. Juara enam kali Internazionali BNL d'Italia itu mulai berlatih di Foro Italico jelang comeback setelah absen lebih dari enam pekan akibat cedera.
Petenis Serbia tersebut terakhir tampil pada Maret lalu di Indian Wells, sebelum harus menepi karena masalah fisik. Kini, Djokovic kembali dengan ambisi besar untuk langsung memberi dampak di turnamen lapangan tanah liat bergengsi ini.
Sebelum cedera, performa Djokovic terbilang solid. Ia berhasil mencapai final Australian Open 2026—final Grand Slam pertamanya sejak 2024. Langkahnya di Indian Wells juga cukup menjanjikan sebelum dihentikan Jack Draper lewat tie-break ketat di babak keempat.
Baca Juga: Novak Djokovic Mundur dari Madrid Open 2026, Cedera Bahu Belum Pulih, Fokus Comeback di Roma
Kini, di usia 38 tahun, Djokovic tetap menjadi ancaman serius. Apalagi ia memegang rekor luar biasa di Roma dengan enam gelar dan rasio kemenangan 68-12.
Djokovic tercatat sebagai salah satu penguasa lapangan tanah liat Roma, dengan gelar pada 2008, 2011, 2014-2015, 2020, dan 2022. Ia bahkan dua kali menaklukkan Rafael Nadal—raja Roma dengan 10 gelar—di partai final, menegaskan kapasitasnya sebagai spesialis turnamen ini.
Persaingan tahun ini dipastikan berat. Tuan rumah Jannik Sinner datang sebagai favorit utama, mengejar gelar Masters 1000 keenam beruntun sekaligus ambisi Career Golden Masters.
Meski demikian, Djokovic punya keunggulan psikologis setelah mengalahkan Sinner di semifinal Australian Open tahun ini.
Dalam bagan undian, Djokovic berada di jalur berbeda dengan Sinner. Ia diproyeksikan bertemu Alexander Zverev di semifinal, sebelum kemungkinan bentrok dengan Sinner di final.
Djokovic akan membuka kampanyenya melawan Marton Fucsovics atau Dino Prizmic. Jika melaju sesuai prediksi, ia bisa bertemu favorit tuan rumah Lorenzo Musetti di perempat final—ujian awal sebelum duel yang lebih besar.
Editor : Rury Anjas Andita