LombokPost – Aryna Sabalenka kembali menunjukkan statusnya sebagai petenis nomor satu dunia. Setelah tersingkir mengejutkan di Madrid, Sabalenka langsung bangkit dengan kemenangan meyakinkan 6-2, 6-3 atas Barbora Krejcikova di Internazionali BNL d'Italia, Kamis waktu setempat.
Bermain di Campo Centrale, Sabalenka hanya membutuhkan 1 jam 24 menit untuk memastikan tiket babak ketiga. Kemenangan ini sekaligus mempertegas dominasi head-to-head Sabalenka atas Krejcikova menjadi 7-1.
Krejcikova sebenarnya sempat mematahkan servis Sabalenka di awal pertandingan. Namun momentum itu tak bertahan lama. Sabalenka segera menemukan ritmenya, membalas break, lalu merebut empat gim beruntun untuk mengunci set pertama hanya dalam 37 menit.
Baca Juga: Novak Djokovic Mundur dari Madrid Open 2026, Cedera Bahu Belum Pulih, Fokus Comeback di Roma
Pada set kedua, pola permainan nyaris serupa. Sabalenka tampil agresif dan konsisten, termasuk mencetak overhead winner spektakuler untuk mengamankan break penting di skor 3-1. Ia kemudian menutup pertandingan dengan game servis sempurna tanpa kehilangan satu poin pun.
“Saya sangat senang bisa lolos. Dia pemain hebat dan petarung sejati. Saya senang melihatnya kembali dan puas dengan level permainan saya hari ini,” ujar Sabalenka usai laga.
Kunci kemenangan Sabalenka ada pada permainan bersih dan minim kesalahan. Ia hanya membuat lima unforced error di set pertama dan total 13 sepanjang pertandingan—angka yang sangat rendah untuk permainan agresifnya. Sebaliknya, Krejcikova melakukan tujuh double fault yang sangat merugikan.
Baca Juga: Baru Juara Madrid, Marta Kostyuk Mendadak Mundur dari Roma, Ini Penyebabnya!
Sabalenka juga tampil superior dalam servis dengan: 64 persen first serve masuk, 76 persen poin menang dari servis pertama, dan 58 persen poin servis kedua dimenangkan.
Tak hanya mengandalkan power, Sabalenka juga tampil cerdas dalam variasi pukulan. Forehand keras, backhand menyusur garis, hingga drop shot dan slice digunakan efektif untuk membongkar pertahanan lawan.
Total ia mencetak 26 winner—dua kali lipat dari jumlah kesalahan sendiri. Di babak ketiga, Sabalenka akan menghadapi Sorana Cirstea.
Secara head-to-head, Sabalenka unggul setelah memenangkan dua pertemuan terakhir mereka, termasuk kemenangan straight-set di Brisbane awal tahun ini. Menariknya, seluruh enam set dalam tiga pertemuan mereka selalu berakhir dengan skor identik: 6-3 atau 6-4.
Dengan performa dominan seperti ini, Sabalenka kembali mengirim sinyal kuat bahwa dirinya tetap menjadi kandidat utama juara di Roma.
Editor : Rury Anjas Andita