LombokPost – Jannik Sinner datang ke Internazionali BNL d'Italia bukan hanya membawa status petenis nomor satu dunia, tetapi juga kisah pengorbanan yang mengubah hidupnya.
Menjelang tampil di turnamen kandangnya di Foro Italico, Sinner mengenang keputusan besar yang diambil saat berusia 13 tahun: meninggalkan rumah demi berlatih di Piatti Tennis Center.
Keputusan itu kini menjadi fondasi perjalanan luar biasa yang membawanya menjadi penguasa tenis dunia. Dalam konferensi pers pra-turnamen, Sinner mengaku langkah meninggalkan keluarga dan teman-temannya bukan keputusan mudah.
Namun, ia merasa pengalaman tersebut membentuk dirinya, bukan hanya sebagai atlet tetapi juga pribadi.
“Keputusan itu tidak mudah karena saya harus meninggalkan keluarga. Tapi saya tahu mereka selalu mendukung saya,” ujar Sinner.
Ia mengaku tantangan terbesar justru datang dari proses adaptasi. Saat itu, ia belum terbiasa dengan latihan fisik intens maupun rutinitas profesional.
“Semuanya berubah sejak usia 13 tahun. Saya belum pernah ke gym sebelumnya dan tidak pernah berlatih seintens itu. Tapi saya rasa itu membantu saya tumbuh sebagai pribadi terlebih dahulu, baru kemudian sebagai pemain,” lanjutnya.
Langkah berani tersebut kini terbayar lunas. Sinner menjelma menjadi pemain Italia pertama yang mencapai peringkat satu dunia di ranking ATP. Ia juga telah mengoleksi 28 gelar level tur, termasuk empat titel Grand Slam.
Musim 2026 bahkan menjadi salah satu periode paling dominan dalam kariernya. Sinner sukses menyapu bersih empat turnamen ATP Masters 1000 musim ini dan datang ke Roma dengan momentum luar biasa.
Roma tahun ini menjadi panggung bersejarah bagi Sinner. Jika berhasil juara, ia akan menyelesaikan Career Golden Masters dan menyamai Novak Djokovic sebagai satu-satunya pemain yang pernah memenangkan seluruh turnamen ATP Masters 1000.
Tak hanya itu, ia juga berpeluang menjadi petenis Italia pertama sejak Adriano Panatta pada 1976 yang mengangkat trofi tunggal Roma. Sinner juga memburu gelar Masters 1000 ke-10 sepanjang kariernya.
Jika berhasil, ia akan masuk kelompok elite bersama Djokovic, Rafael Nadal, Roger Federer, dan legenda besar lainnya. Ia akan membuka perjuangan di Roma menghadapi Sebastian Ofner atau Alex Michelsen.
Baca Juga: Baru Juara Madrid, Marta Kostyuk Mendadak Mundur dari Roma, Ini Penyebabnya!
“Roma selalu sangat spesial bagi kami orang Italia. Saya sangat senang bisa kembali ke sini,” kata Sinner.
Editor : Rury Anjas Andita