LombokPost – Kejutan besar langsung terjadi di babak pertama Roland Garros 2026 setelah unggulan ketujuh Taylor Fritz tersingkir lebih awal.
Petenis Amerika Serikat itu kalah dari kompatriotnya, Nishesh Basavareddy, dalam empat set 7-6(5), 7-6(5), 6-7(9), 6-1 pada Minggu (25/5).
Meski kalah, Fritz mengaku sebenarnya tidak bermain buruk. Namun ia menilai Basavareddy tampil luar biasa, terutama lewat variasi drop shot yang terus merepotkannya sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Arthur Fils Mundur dari Roland Garros 2026, Cedera Pinggul Gagalkan Duel Lawan Stan Wawrinka
“Secara keseluruhan saya merasa bermain cukup baik,” ujar Fritz setelah pertandingan.
Namun petenis peringkat sembilan dunia tersebut mengakui ada beberapa detail kecil yang membuat permainannya tidak maksimal, terutama saat servis dan pengembalian bola.
“Saya tidak melakukan servis sebaik yang seharusnya dan beberapa pengembalian bola juga tidak cukup bagus,” katanya.
Baca Juga: Ultah Ke-39, Novak Djokovic Tetap Percaya Diri di Roland Garros: Saya Masih Punya Peluang Juara
Dalam duel pertama mereka di ATP Tour, Basavareddy memang tampil sangat percaya diri menghadapi Fritz. Petenis muda Amerika Serikat itu berkali-kali memanfaatkan backhand akurat dan drop shot tajam untuk memancing Fritz keluar dari posisi idealnya.
Fritz bahkan secara khusus memuji kualitas drop shot lawannya yang menurutnya menjadi faktor utama kekalahan tersebut. “Dia benar-benar menghancurkan saya dengan drop shot hari ini,” kata Fritz.
Biasanya, Fritz mengaku mampu mengantisipasi lawan yang terlalu sering menggunakan drop shot dengan bermain lebih dalam. Namun strategi itu tidak efektif melawan Basavareddy.
Baca Juga: Jannik Sinner Memburu Sejarah di Roland Garros 2026, Siap Susul Rekor Legendaris Rafael Nadal
“Dia melakukan drop shot luar biasa bahkan dari bola yang jatuh di garis baseline. Tidak banyak yang bisa saya lakukan,” lanjutnya.
Fritz juga mengaku sangat terkesan dengan insting permainan lawannya sepanjang pertandingan. Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Fritz di Roland Garros setelah dua musim beruntun tersingkir di babak pertama.
Padahal musim lalu, petenis berusia 28 tahun tersebut sempat mencatat hasil terbaik dalam kariernya di Paris dengan mencapai babak keempat. Sepanjang musim 2026, performa Fritz juga belum sepenuhnya stabil. Ia kini memiliki catatan 12 kemenangan dan 10 kekalahan.
Meski kecewa gagal melangkah jauh di Roland Garros, Fritz tetap memberikan apresiasi tinggi kepada Basavareddy yang tampil berani dan efektif.
“Saya punya beberapa peluang untuk break, tetapi gagal memanfaatkannya. Pada akhirnya dia bermain luar biasa,” ucap juara 10 gelar ATP Tour tersebut.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier Basavareddy dan membuka peluang besar baginya untuk terus mencuri perhatian di Roland Garros 2026.
Editor : Rury Anjas Andita