LombokPost – Alexander Zverev tampil dominan untuk mengamankan tiket babak ketiga Roland Garros 2026 sekaligus mencetak sejarah baru dalam kariernya. Unggulan kedua asal Jerman itu mengalahkan Tomas Machac dengan skor telak 6-4, 6-2, 6-2 dalam laga sesi malam di Court Philippe-Chatrier, Rabu (28/5).
Kemenangan tersebut terasa spesial karena menjadi kemenangan ke-550 Zverev di level ATP Tour. Petenis berusia 29 tahun itu kini menjadi pemain pertama kelahiran setelah 1990 yang berhasil mencapai angka tersebut.
Zverev juga menjadi petenis Jerman ketiga di era Open yang mampu mencatatkan 550 kemenangan setelah Boris Becker dan Tommy Haas.
Baca Juga: Jannik Sinner Buka Roland Garros dengan Dominasi Total, Career Grand Slam Makin Dekat
Performa Zverev di laga ini benar-benar impresif. Ia mencetak 19 ace dan total 45 winner hanya dalam waktu 1 jam 48 menit.
Selain agresif, Zverev juga tampil sangat rapi dengan hanya membuat 17 unforced error sepanjang pertandingan. Bahkan, ia hanya menghadapi satu break point dan sukses menyelamatkannya.
“Saya pikir kami berdua bermain sangat bagus,” ujar Zverev seusai pertandingan. “Sayangnya cedera Machac sedikit mengubah ritme pertandingan,” lanjutnya.
Baca Juga: Debut Berat Janice Tjen di Roland Garros 2026, Langsung Ditantang Emma Navarro
Machac memang sempat memberikan perlawanan ketat pada set pertama. Namun situasi berubah setelah petenis Ceko itu meminta medical timeout saat tertinggal 6-4, 4-1 akibat masalah pada bagian bawah tubuhnya.
Sejak momen tersebut, performa Machac terlihat menurun drastis dan kesulitan mengikuti tempo permainan Zverev. Meski menang meyakinkan, Zverev tetap memberikan penghormatan kepada lawannya.
“Saya berharap cederanya tidak serius,” kata finalis Grand Slam tiga kali tersebut. Selain menorehkan kemenangan ke-550, hasil ini juga memperpanjang catatan konsisten Zverev di Roland Garros.
Baca Juga: Jannik Sinner Kejar Sejarah Besar di Roland Garros 2026, Bidik Rekor Eksklusif Nadal dan Djokovic
Ia kini mencapai babak ketiga Paris untuk ke-10 kalinya dalam kariernya. Total, Zverev telah mengoleksi 40 kemenangan di Roland Garros, sejajar dengan Gael Monfils sebagai pemain aktif dengan kemenangan terbanyak ketiga di Paris setelah Novak Djokovic dan Stan Wawrinka.
Namun target Zverev jelas belum berhenti sampai di sana. Petenis Jerman itu masih memburu gelar Grand Slam pertamanya, sesuatu yang hingga kini belum berhasil diraih meski sudah beberapa kali mencapai final besar.
Zverev mengaku telah mencoba mengubah pendekatan permainannya demi bisa menembus batas tersebut.
“Kami merasa saya harus mencoba sesuatu yang berbeda,” ungkap Zverev. “Kami mencoba bermain lebih agresif, memukul lebih keras, lebih maju ke depan, dan lebih bervariasi,” tambahnya.
Editor : Rury Anjas Andita