Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tidak Ada Juara Grand Slam Tersisa! Roland Garros 2026 Ukir Sejarah setelah Novak Djokovic dan Jannik Sinner Tersingkir

Rury Anjas Andita • Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:14 WIB
Roland Garros 2026 mencetak sejarah setelah Novak Djokovic dan Jannik Sinner tersingkir. Tak ada juara Grand Slam tersisa di babak 16 besar. (AFP Photo)
Roland Garros 2026 mencetak sejarah setelah Novak Djokovic dan Jannik Sinner tersingkir. Tak ada juara Grand Slam tersisa di babak 16 besar. (AFP Photo)

LombokPost – Roland Garros 2026 mencatatkan sejarah yang belum pernah terjadi sepanjang Era Terbuka. Untuk pertama kalinya sejak tenis memasuki era profesional pada 1968, tidak ada satu pun juara tunggal putra Grand Slam yang berhasil mencapai babak 16 besar atau babak keempat sebuah turnamen major.

Rekor mengejutkan itu tercipta setelah dua nama terbesar di dunia tenis, Novak Djokovic dan Jannik Sinner, tersingkir secara beruntun dalam dua hari terakhir di Paris.

Djokovic harus mengakhiri perjalanannya pada Jumat (5/6) setelah dikalahkan sensasi muda Brasil, Joao Fonseca. Sehari sebelumnya, petenis nomor satu dunia Jannik Sinner juga mengalami nasib serupa saat gagal mempertahankan keunggulan dua set sebelum akhirnya kalah dari Juan Manuel Cerundolo.

Baca Juga: Alexander Zverev Ukir Rekor Bersejarah di Roland Garros 2026, Tomas Machac Dibungkam Tiga Set Langsung

Hasil tersebut membuat Roland Garros 2026 kehilangan seluruh pemilik gelar Grand Slam tunggal putra yang sebelumnya menghiasi daftar peserta turnamen.

Padahal, saat turnamen dimulai, terdapat lima juara Grand Slam yang masuk dalam undian utama. Mereka adalah Novak Djokovic dengan koleksi 24 gelar, Jannik Sinner (4), Stan Wawrinka (3), Marin Cilic (1), serta sejumlah mantan finalis yang diharapkan mampu memberi warna dalam persaingan. Namun satu per satu nama besar tumbang lebih cepat dari perkiraan.

Kekalahan Djokovic menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen. Petenis Serbia itu dikenal memiliki rekam jejak luar biasa di Roland Garros.

Baca Juga: Kejutan Besar Roland Garros 2026! Elena Rybakina Tersingkir Dramatis oleh Yulia Starodubtseva

Sebelum tahun ini, Djokovic hampir selalu tampil dominan di Paris. Ia tidak pernah tersingkir sebelum perempat final sejak 2009 dan berhasil mencapai minimal babak delapan besar dalam 19 dari 21 penampilan terakhirnya.

Bahkan sejak awal musim 2021, Djokovic mampu menembus setidaknya semifinal dalam 16 dari 19 turnamen Grand Slam yang diikutinya.

Kekalahan dari Fonseca juga menjadi momen langka. Sepanjang kariernya, Djokovic sangat jarang kalah setelah unggul dua set lebih dulu. Sebelumnya, situasi serupa hanya pernah terjadi saat ia dikalahkan Jurgen Melzer pada perempat final Roland Garros 2010.

Baca Juga: Novak Djokovic Selamat dari Perlawanan Valentin Royer di Roland Garros 2026, Duel Panas dengan Fonseca Menanti

Di sisi lain, tersingkirnya Sinner juga mengejutkan publik tenis dunia. Petenis Italia berusia 24 tahun itu datang ke Paris sebagai unggulan utama sekaligus favorit juara setelah tampil luar biasa sepanjang musim.

Sinner sebelumnya berhasil mencapai setidaknya perempat final dalam sembilan turnamen Grand Slam secara beruntun dan mengoleksi empat gelar major.

Saat menghadapi Cerundolo, Sinner sempat memegang kendali pertandingan dengan keunggulan dua set. Namun masalah fisik yang muncul di tengah laga membuat momentumnya hilang hingga akhirnya gagal melaju ke babak keempat.

Dengan gugurnya seluruh juara Grand Slam, persaingan menuju gelar Roland Garros 2026 kini benar-benar terbuka.

Baca Juga: Roland Garros 2026: Aryna Sabalenka Buka Turnamen dengan Kemenangan Meyakinkan

Hanya tiga pemain yang pernah mencapai final Grand Slam yang masih bertahan di turnamen, yakni Alexander Zverev, Casper Ruud, dan Matteo Berrettini.

Zverev dan Ruud masing-masing telah tiga kali tampil di final Grand Slam, sedangkan Berrettini pernah sekali menembus partai puncak.

Situasi ini membuka peluang lahirnya juara baru sekaligus menjadikan Roland Garros 2026 sebagai salah satu edisi paling tidak terduga dalam sejarah tenis modern.

Baca Juga: Jannik Sinner Buka Roland Garros dengan Dominasi Total, Career Grand Slam Makin Dekat

Sejarah telah tercipta di Paris. Kini pertanyaannya, siapa yang akan memanfaatkan momentum langka tersebut untuk mengangkat trofi Coupe des Mousquetaires?

Editor : Rury Anjas Andita
#Roland Garros 2026 #grand slam #Jannik Sinner #novak djokovic #roland garros