Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Aryna Sabalenka Kembali Jinakkan Naomi Osaka, Melaju ke Perempat Final Roland Garros 2026 dengan Rekor Mentereng

Rury Anjas Andita • Selasa, 2 Juni 2026 | 15:36 WIB
Aryna Sabalenka kalahkan Naomi Osaka 7-5, 6-3 dan melaju ke perempat final Roland Garros 2026. Rekor impresif terus berlanjut. (Instagram Roland Garros)
Aryna Sabalenka kalahkan Naomi Osaka 7-5, 6-3 dan melaju ke perempat final Roland Garros 2026. Rekor impresif terus berlanjut. (Instagram Roland Garros)

LombokPost – Aryna Sabalenka kembali menunjukkan statusnya sebagai favorit utama juara Roland Garros 2026. Petenis nomor satu dunia itu sukses menaklukkan Naomi Osaka dalam duel bergengsi babak keempat dengan skor 7-5, 6-3, Selasa (2/6) dinihari WIB.

Kemenangan tersebut bukan hanya mengantarkan Sabalenka ke perempat final French Open 2026, tetapi juga memperpanjang dominasinya atas Osaka. Ini menjadi kemenangan ketiga Sabalenka atas petenis Jepang tersebut sepanjang musim 2026 setelah sebelumnya juga menang dalam dua pertemuan lain tahun ini.

Laga yang dimainkan pada sesi malam di Court Philippe-Chatrier menjadi sorotan besar publik tenis dunia. Selain mempertemukan dua pemain aktif paling sukses di WTA Tour saat ini, pertandingan tersebut juga menjadi laga tunggal putri pertama yang mendapatkan slot sesi malam Roland Garros dalam tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Alexander Zverev Tak Terbendung di Roland Garros, Tembus Perempat Final dan Ditantang Sensasi Remaja Rafael Jodar

Osaka Sempat Menggebrak di Awal

Naomi Osaka memulai pertandingan dengan sangat baik. Juara Grand Slam empat kali itu langsung merebut dua game pertama setelah Sabalenka tampil kurang nyaman dan melakukan sejumlah kesalahan sendiri, termasuk double fault yang berujung break point.

Namun, Sabalenka menunjukkan mental juara yang membuatnya bertahan di puncak ranking dunia. Setelah tertinggal, petenis Belarusia itu segera menemukan ritme permainan dan membalikkan momentum pertandingan.

Dua pukulan forehand winner menjadi awal kebangkitannya sebelum akhirnya mengambil alih kendali pertandingan hingga akhir.

Baca Juga: Mirra Andreeva Makin Ganas di Paris, Hentikan Kebangkitan Jil Teichmann dan Cetak Rekor Perempat Final Roland Garros

Servis Jadi Senjata Utama Sabalenka

Salah satu faktor terbesar kemenangan Sabalenka adalah performa servisnya yang nyaris sempurna.

Petenis berusia 28 tahun itu membukukan 12 ace dan memenangkan 83 persen poin dari servis pertama. Setelah kehilangan servis di awal pertandingan, Sabalenka tidak lagi memberikan satu pun break point kepada Osaka hingga laga berakhir.

Dominasi servis tersebut membuat Osaka kesulitan menemukan celah untuk membangun tekanan. Bahkan hanya satu game servis Sabalenka yang sempat mencapai deuce sepanjang sisa pertandingan.

Variasi Permainan Jadi Pembeda

Selain kekuatan pukulan yang selama ini menjadi ciri khasnya, Sabalenka juga menunjukkan variasi permainan yang semakin matang. Ia mencatatkan 39 winner sepanjang pertandingan, hampir dua kali lipat dibandingkan Osaka yang menghasilkan 20 winner.

Menariknya, Sabalenka tidak hanya mengandalkan pukulan keras dari baseline. Ia juga efektif menggunakan drop shot yang menghasilkan lima winner langsung.

Baca Juga: Duel Sesama Ukraina di Perempat Final Roland Garros, Elina Svitolina Bangkit dan Tantang Marta Kostyuk

Ketika maju ke depan net, efektivitasnya bahkan mencapai level luar biasa dengan memenangkan 10 dari 11 poin. Osaka mengakui variasi permainan Sabalenka menjadi faktor yang sangat sulit diantisipasi.

"Ketika dia melakukan drop shot, itu sangat efektif karena semua orang tahu dia juga bisa menghasilkan winner dari pukulan keras kapan saja," ujar Osaka.

Rekor Perempat Final Grand Slam Terus Bertambah

Kemenangan atas Osaka membuat Sabalenka mencatatkan pencapaian luar biasa lainnya. Ia kini mencapai 14 perempat final Grand Slam secara beruntun, sebuah bukti konsistensi yang jarang dimiliki pemain mana pun di era modern.

Baca Juga: Juara Bertahan Tumbang! Coco Gauff Disingkirkan Anastasia Potapova dalam Duel Sengit Roland Garros

Lebih impresif lagi, Sabalenka masih menjadi salah satu dari sedikit pemain yang belum kehilangan satu set pun sepanjang perjalanan di Roland Garros 2026.

Dengan banyaknya unggulan besar yang sudah tersingkir di sektor putri maupun putra, peluang Sabalenka untuk meraih gelar French Open pertamanya semakin terbuka.

Fokus Penuh pada Gelar Roland Garros

Meski banyak kejutan terjadi sepanjang turnamen, Sabalenka memilih untuk tidak terpengaruh oleh hasil-hasil di pertandingan lain. Finalis Roland Garros musim lalu itu mengaku hanya fokus pada performanya sendiri dan target utama untuk mengangkat trofi di Paris.

"Saya tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi pada pemain lain. Dalam tenis, apa pun bisa terjadi," kata Sabalenka. "Saya hanya ingin fokus pada diri sendiri, memberikan permainan terbaik, berjuang di setiap pertandingan, dan melakukan segala yang saya bisa untuk memenangkan trofi ini," tegasnya.

Tantangan Berikutnya: Diana Shnaider

Di perempat final, Sabalenka akan menghadapi unggulan ke-25 Diana Shnaider, yang sebelumnya menyingkirkan unggulan ke-19 Madison Keys dalam pertarungan tiga set.

Baca Juga: Sensasi Besar di Roland Garros! Marta Kostyuk Tumbangkan Ratu Paris Iga Swiatek, Rekor Tak Terkalahkan Berlanjut

Secara pengalaman dan peringkat, Sabalenka jelas lebih diunggulkan. Ia juga menjadi satu-satunya pemain tersisa di undian yang pernah tampil di final Grand Slam.

Namun dengan banyaknya kejutan yang terjadi di Roland Garros 2026, Sabalenka dipastikan tidak akan menganggap remeh lawan berikutnya dalam upayanya meraih gelar French Open pertama sepanjang karier.

Editor : Rury Anjas Andita
#Roland Garros 2026 #perempat final Roland garros #grand slam #naomi osaka #Aryna Sabalenka