LombokPost – Roland Garros 2026 menghadirkan kisah dongeng yang nyaris mustahil dipercaya. Maja Chwalinska, petenis yang memulai turnamen dari babak kualifikasi, berhasil mencetak sejarah sebagai pemain kualifikasi pertama yang menembus final Roland Garros.
Petenis Polandia berusia 24 tahun itu memastikan tiket ke partai puncak setelah mengalahkan unggulan ke-25 Diana Shnaider dengan skor 7-6(4), 6-4 dalam laga semifinal yang berlangsung selama 2 jam 10 menit di Court Philippe-Chatrier, Kamis (4/6).
Kemenangan tersebut memperpanjang salah satu perjalanan paling mengejutkan dalam sejarah turnamen tanah liat paling bergengsi di dunia.
“Ini seperti mimpi. Saya bahkan tidak tahu apa yang sedang terjadi sekarang. Saya hanya sangat bahagia,” ujar Chwalinska usai pertandingan.
Pecahkan Rekor Berusia Puluhan Tahun
Keberhasilan Chwalinska tidak hanya membawanya ke final Grand Slam pertama sepanjang karier, tetapi juga menempatkan namanya dalam buku sejarah tenis dunia.
Ia menjadi petenis kualifikasi pertama yang berhasil mencapai final Roland Garros sejak era profesional dimulai.
Baca Juga: Marta Kostyuk Cetak Sejarah di Roland Garros 2026, Singkirkan Elina Svitolina
Lebih hebat lagi, Chwalinska menjadi wanita ketiga yang mampu menembus final Roland Garros pada debut babak utama mereka, menyamai pencapaian legenda tenis dunia Evonne Goolagong pada 1971 dan Chris Evert pada 1973.
Sebelum datang ke Paris, Chwalinska hanya menargetkan lolos dari babak kualifikasi. Kini, ia tinggal selangkah lagi menuju gelar Grand Slam yang bahkan tak pernah diprediksi sebelumnya.
Dari Ranking 113 Dunia Menuju Ambang Top 20
Saat Roland Garros dimulai, Chwalinska berada di peringkat 113 dunia. Namun performa luar biasanya selama dua pekan terakhir membuat peringkatnya melonjak drastis dan kini diproyeksikan mendekati posisi 20 besar dunia.
Sepanjang turnamen, ia tampil nyaris sempurna. Dari sembilan pertandingan yang dijalani, termasuk tiga babak kualifikasi, Chwalinska hanya sekali kehilangan set.
Ia sukses menyingkirkan sejumlah pemain unggulan dan terus menunjukkan ketenangan luar biasa meski menghadapi tekanan besar.
Baca Juga: Mirra Andreeva Menggila di Roland Garros, Libas Sorana Cirstea 56 Menit dan Kunci Tiket Semifinal
Duel Ketat Lawan Shnaider
Semifinal melawan Diana Shnaider berlangsung sangat menguras tenaga. Set pertama berjalan selama 77 menit dan menjadi salah satu set terpanjang dalam turnamen tahun ini.
Kedua pemain saling bertukar break dan mempertontonkan reli panjang yang memaksa mereka mengeluarkan kemampuan terbaik. Shnaider sempat unggul 4-2 dalam tie-break, tetapi Chwalinska menunjukkan mental baja dengan merebut lima poin beruntun untuk mengamankan set pembuka.
Pada set kedua, duel semakin ketat ketika kedua pemain mulai mengalami kelelahan fisik. Shnaider bahkan sempat meminta perawatan medis akibat masalah pada punggung bawah.
Namun momentum akhirnya berpihak kepada Chwalinska yang berhasil mencuri break krusial pada kedudukan 4-4 sebelum menutup pertandingan dengan pukulan forehand akurat yang memastikan langkahnya ke final.
Statistik menunjukkan dominasi Chwalinska. Ia mencatat 32 winner dengan hanya 17 unforced error sepanjang pertandingan.
Menantang Mirra Andreeva di Final
Tantangan berikutnya tentu jauh lebih besar. Di final Roland Garros 2026, Chwalinska akan menghadapi Mirra Andreeva yang sebelumnya melaju usai menyingkirkan Marta Kostyuk.
Pertandingan final nanti akan menjadi pertemuan pertama kedua pemain di level WTA Tour. Menariknya, ini juga akan menjadi laga pertama Chwalinska melawan petenis Top 10 dunia sepanjang karier profesionalnya.
“Saya sudah memainkan sembilan pertandingan di sini, jadi tidak ada rahasia lagi. Saya melihat permainan Mirra dan dia tampil luar biasa. Ini akan menjadi pengalaman hebat lainnya bagi saya,” ujar Chwalinska.
Jejak Emma Raducanu Mulai Terlihat
Perjalanan Chwalinska mulai mengingatkan publik tenis kepada Emma Raducanu yang menjuarai US Open 2021 setelah memulai turnamen dari babak kualifikasi.
Kesamaannya sangat mencolok. Sama-sama tampil dalam Grand Slam kedua mereka, sama-sama menembus final turnamen level tertinggi untuk pertama kalinya dalam karier.
Kini pertanyaannya tinggal satu: apakah Chwalinska mampu menyelesaikan kisah dongeng ini dengan trofi juara? Satu kemenangan lagi akan mengubah hidupnya selamanya.
Shnaider Tetap Bangga Meski Gagal
Di sisi lain, Diana Shnaider harus mengubur impian tampil di final Grand Slam pertamanya. Padahal sehari sebelumnya ia baru saja menciptakan sensasi besar dengan menyingkirkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka.
Meski kecewa, Shnaider mengakui lawannya tampil lebih baik. “Semua pujian untuk Maja. Dia bermain luar biasa hari ini. Saya sudah mencoba segalanya dan memberikan kemampuan terbaik saya. Saya bangga dengan cara saya bertarung, tetapi dia memang pantas menang,” kata Shnaider.
Kini seluruh perhatian tertuju pada final Roland Garros 2026. Akankah Chwalinska menyempurnakan kisah dongeng terbesar tahun ini? Atau Andreeva yang akan mengangkat trofi Grand Slam pertamanya di Paris?
Editor : Rury Anjas Andita