LombokPost – Drama terjadi menjelang semifinal Roland Garros 2026. Matteo Arnaldi terpaksa mengundurkan diri beberapa jam sebelum pertandingan akibat sakit virus, sehingga Flavio Cobolli otomatis melaju ke final Grand Slam pertama dalam kariernya.
Cobolli yang semula dijadwalkan menghadapi sesama petenis Italia itu di Court Philippe-Chatrier kini langsung mengamankan tempat di partai puncak dan akan berhadapan dengan Alexander Zverev pada final Minggu (7/6).
Bagi Cobolli, pencapaian ini menjadi tonggak terbesar dalam karier profesionalnya. Sebelumnya, hasil terbaiknya di ajang Grand Slam hanyalah mencapai perempat final Wimbledon 2025.
Baca Juga: Kejutan Besar Roland Garros 2026! Diana Shnaider vs Maja Chwalinska Berebut Final Grand Slam Perdana
Dalam konferensi pers yang dihadiri bersama Cobolli, Arnaldi menjelaskan kondisi kesehatannya memburuk secara mendadak setelah makan malam pada Kamis malam. Petenis berusia 25 tahun itu mengaku mulai merasa tidak nyaman sebelum akhirnya mengalami muntah-muntah sepanjang malam.
"Saya mulai merasa tidak enak badan setelah makan malam. Saya mengira hanya masalah pencernaan biasa, tetapi kemudian saya terbangun pukul satu dini hari dan mulai muntah," ujar Arnaldi.
Kondisinya terus memburuk hingga pagi hari. Tim medis pun dipanggil ke hotel untuk memberikan penanganan.
"Saya berharap itu hanya karena makanan, tetapi sepanjang hari saya tidak bisa makan. Setiap kali minum atau mencoba mengonsumsi sesuatu, saya kembali ke kamar mandi," lanjutnya.
Karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk bertanding, Arnaldi akhirnya mengambil keputusan berat untuk mundur dari semifinal. Sebelum sakit, Arnaldi menjalani perjalanan luar biasa di Roland Garros tahun ini.
Ia memainkan total 18 set dalam empat pertandingan untuk mencapai perempat final Grand Slam pertama sepanjang kariernya. Salah satu laga terberat terjadi saat menghadapi Matteo Berrettini yang akhirnya mundur akibat cedera pinggul.
Statistik menunjukkan Arnaldi menghabiskan total 17 jam 42 menit di lapangan selama turnamen berlangsung.
Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah Grand Slam modern. Bahkan sejak ATP mulai mencatat durasi pertandingan pada 1991, tidak ada pemain perempat finalis Grand Slam yang menghabiskan waktu lebih lama di lapangan.
Beban fisik yang luar biasa itu diduga ikut memengaruhi kondisi tubuhnya menjelang semifinal. Di sisi lain, Cobolli mendapatkan kesempatan emas untuk memburu gelar Grand Slam pertamanya.
Petenis Italia tersebut akan menghadapi unggulan kedua Alexander Zverev di partai final. Zverev sendiri datang dengan pengalaman jauh lebih matang karena ini merupakan final Grand Slam keempat dalam kariernya.
Baca Juga: Marta Kostyuk Cetak Sejarah di Roland Garros 2026, Singkirkan Elina Svitolina
Secara head-to-head, Zverev unggul 3-1 atas Cobolli. Pertemuan terakhir keduanya terjadi di Roland Garros tahun lalu ketika petenis Jerman itu menang meyakinkan 6-2, 7-6(4), 6-1.
Meski demikian, Cobolli tampil jauh lebih berkembang sepanjang musim 2026 dan kini memiliki kesempatan terbesar dalam hidupnya untuk menciptakan kejutan di panggung tenis dunia.
Final Roland Garros 2026 akan menjadi duel menarik antara pengalaman dan ambisi. Zverev memburu gelar Grand Slam pertama yang selama ini terus menghindarinya. Sementara Cobolli berusaha memanfaatkan momentum terbaik dalam kariernya untuk meraih trofi major perdana.
Editor : Rury Anjas Andita