Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Preview Final Roland Garros 2026: Sensasi Remaja vs Cinderella Kualifikasi, Mirra Andreeva atau Maja Chwalinska yang Ukir Sejarah

Rury Anjas Andita • Sabtu, 6 Juni 2026 | 06:51 WIB
Mirra Andreeva dan Maja Chwalinska berebut gelar Grand Slam pertama di final Roland Garros 2026. Siapa ukir sejarah? (Instagram Roland Garros)
Mirra Andreeva dan Maja Chwalinska berebut gelar Grand Slam pertama di final Roland Garros 2026. Siapa ukir sejarah? (Instagram Roland Garros)

LombokPost – Roland Garros 2026 dipastikan melahirkan juara Grand Slam baru. Final tunggal putri yang berlangsung Sabtu (6/6) mempertemukan unggulan kedelapan Mirra Andreeva melawan kejutan terbesar turnamen, Maja Chwalinska.

Duel di Court Philippe-Chatrier itu bukan sekadar perebutan trofi Coupe Suzanne-Lenglen. Pertandingan juga menjadi panggung lahirnya salah satu kisah paling bersejarah dalam tenis putri dalam beberapa tahun terakhir.

Andreeva berusaha mengubah statusnya sebagai bintang muda masa depan menjadi juara Grand Slam. Sementara Chwalinska datang sebagai petenis kualifikasi pertama dalam sejarah yang berhasil mencapai final Roland Garros.

Baca Juga: Mirra Andreeva Tembus Final Roland Garros 2026, Hentikan Laju Marta Kostyuk yang Tak Terkalahkan

Mirra Andreeva tampil luar biasa sepanjang turnamen. Petenis Rusia berusia 19 tahun itu hanya kehilangan satu set dalam perjalanan menuju final.

Pada semifinal, Andreeva menghentikan rekor kemenangan beruntun Marta Kostyuk dengan kemenangan meyakinkan 6-1, 6-3.

Sebelumnya, ia juga menyingkirkan Sorana Cirstea, Jil Teichmann, Marie Bouzkova, Marina Bassols Ribera, dan Fiona Ferro.

Baca Juga: Kejutan Besar Roland Garros 2026! Diana Shnaider vs Maja Chwalinska Berebut Final Grand Slam Perdana

Performa tersebut mempertegas status Andreeva sebagai salah satu pemain paling konsisten di musim 2026. Ia telah memenangkan gelar di Adelaide dan Linz serta menjadi finalis Madrid Open.

Roland Garros menjadi final WTA kedelapan sepanjang kariernya dan final keempat musim ini. "Setiap pertandingan membuat saya semakin matang dan semakin memahami cara menghadapi lawan yang berbeda," kata Andreeva menjelang final.

Jika Andreeva datang sebagai unggulan, maka perjalanan Maja Chwalinska jauh lebih luar biasa. Petenis Polandia berusia 24 tahun itu memulai turnamen dari babak kualifikasi. Kini, ia tinggal selangkah lagi menjadi salah satu juara Grand Slam paling mengejutkan sepanjang sejarah.

Baca Juga: Aryna Sabalenka Kolaps di Roland Garros 2026, Diana Shnaider Menang 10 Gim Beruntun dan Cetak Kejutan Besar

Dalam perjalanan menuju final, Chwalinska mengalahkan sejumlah nama besar seperti Zheng Qinwen, Elise Mertens, Maria Sakkari, Anna Kalinskaya, hingga Diana Shnaider.

Hebatnya lagi, ia datang ke Paris dengan peringkat dunia 114. Angka tersebut menjadikannya finalis Roland Garros dengan peringkat terendah dalam sejarah modern turnamen.

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh Iga Swiatek yang menjuarai Roland Garros 2020 saat berada di peringkat 54 dunia. "Saya hanya mencoba fokus pada satu pertandingan berikutnya. Semua yang terjadi di sini terasa seperti mimpi," ujar Chwalinska.

Andreeva menjadi finalis Grand Slam termuda sejak Coco Gauff mencapai final Roland Garros 2022. Petenis berusia 19 tahun itu juga menjadi pemain pertama yang lahir setelah tahun 2005 yang berhasil menembus final tunggal Grand Slam.

Baca Juga: Alexander Zverev Makin Dekat Juara Roland Garros 2026, Bintang Muda Spanyol Dibungkam di Perempat Final

Sementara itu, Chwalinska mencatat sejarah sebagai: pemain kualifikasi pertama yang mencapai final Roland Garros, finalis Roland Garros dengan peringkat dunia terendah (114), pemain yang baru menjalani babak utama Grand Slam ketiga dalam kariernya, dan pemilik delapan kemenangan beruntun di Paris, termasuk tiga laga kualifikasi.

Secara permainan, final ini menghadirkan benturan dua gaya yang berbeda. Andreeva mengandalkan agresivitas, kecepatan kaki, serta variasi pukulan yang semakin matang. Dalam dua laga terakhir, ia tampil nyaris sempurna dan terlihat berada dalam performa terbaiknya sepanjang musim.

Di sisi lain, Chwalinska menjadi lawan yang unik. Ia menggunakan slice, bola-bola lambung, drop shot, serta perubahan ritme yang membuat banyak lawan frustrasi.

Baca Juga: Marta Kostyuk Cetak Sejarah di Roland Garros 2026, Singkirkan Elina Svitolina

Strategi tersebut terbukti efektif saat menyingkirkan sederet pemain unggulan sepanjang turnamen. Namun, menghadapi pemain Top 10 dunia untuk pertama kalinya di final Grand Slam jelas menjadi tantangan terbesar dalam kariernya.

Bagi Andreeva, kemenangan akan menjadikannya salah satu juara Grand Slam termuda dalam dua dekade terakhir dan mengukuhkan statusnya sebagai calon bintang besar tenis dunia.

Bagi Chwalinska, kemenangan akan menjadi salah satu kisah Cinderella terbesar dalam sejarah olahraga modern. Dari babak kualifikasi hingga mengangkat trofi Grand Slam di Paris.

Baca Juga: Mirra Andreeva Menggila di Roland Garros, Libas Sorana Cirstea 56 Menit dan Kunci Tiket Semifinal

Apa pun hasilnya, Roland Garros 2026 sudah memastikan satu hal: dunia tenis akan memiliki juara Grand Slam baru pada Sabtu malam.

Editor : Rury Anjas Andita
#Maja Chwalinska #final Roland garros #preview Final Roland Garros 2026 #grand slam #Mirra Andreeva