LombokPost – Alexandra Eala terus menjadi cerita terbesar di Berlin Tennis Open 2026. Setelah sehari sebelumnya membuat kejutan dengan menumbangkan Elena Rybakina, petenis muda asal Filipina itu kembali menunjukkan kualitasnya dengan menyingkirkan Elina Svitolina pada babak perempat final.
Eala menang meyakinkan 6-3, 6-4 dalam pertandingan berdurasi 1 jam 23 menit untuk mengamankan tempat di semifinal.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan keenam Eala atas pemain Top 10 dunia sepanjang kariernya. Hebatnya, dua kemenangan terakhir diraih secara beruntun di Berlin setelah sebelumnya mengalahkan petenis peringkat dua dunia Elena Rybakina.
Baca Juga: Aryna Sabalenka Melesat ke Perempat Final Berlin, Ekaterina Alexandrova Ditundukkan Tanpa Ampun
Hasil ini juga mengantarkan petenis berusia 21 tahun itu ke semifinal turnamen lapangan rumput untuk kedua kalinya dalam kariernya.
"Elina adalah petarung luar biasa. Saya sudah melihat permainannya sejak kecil. Bisa bermain melawannya hari ini adalah sebuah kehormatan," ujar Eala seusai pertandingan.
Tidak seperti saat menghadapi Rybakina yang harus bangkit dari ketertinggalan, Eala kali ini langsung mengambil kendali pertandingan sejak awal.
Petenis Filipina tersebut mematahkan servis Svitolina pada game kedua dan segera membuka keunggulan 2-0. Momentum terus berlanjut hingga ia unggul 4-1 pada set pertama.
Svitolina sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 4-3, tetapi Eala segera merespons dengan break servis penting sebelum menutup set pertama melalui winner forehand yang akurat.
Pola serupa kembali terjadi pada set kedua. Eala kembali unggul lebih dulu 2-0 sebelum Svitolina mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Namun ketenangan dan konsistensi Eala membuatnya kembali merebut momentum dengan break servis lainnya untuk unggul 3-2.
Baca Juga: Lucky Loser Donna Vekic Juara Queen's, Ranking WTA Melonjak Tajam
Statistik menunjukkan betapa dominannya permainan Eala. Ia membukukan 19 winner dengan hanya sembilan unforced error sepanjang pertandingan.
Kemampuan return yang menjadi salah satu kekuatan utamanya juga kembali terlihat. Eala sukses mematahkan servis Svitolina sebanyak lima kali.
Meski terlihat nyaman sepanjang pertandingan, Eala tetap harus menghadapi tekanan menjelang akhir laga.
Saat unggul 5-2 pada set kedua, ia gagal langsung menutup pertandingan setelah Svitolina meningkatkan agresivitas permainan dan memperkecil skor menjadi 5-4.
Bahkan, Eala sempat tertinggal 0-30 ketika melakukan servis untuk pertandingan. Namun petenis muda itu kembali menunjukkan kematangan mental yang luar biasa. Ia memenangi empat poin terakhir secara beruntun dan mengakhiri pertandingan dengan backhand winner yang memukau.
"Itu adalah momen tersulit dalam pertandingan. Dia mulai bermain lebih agresif dan banyak faktor yang memengaruhi situasi tersebut. Tetapi saya berhasil tetap fokus dan semuanya berakhir dengan baik," kata Eala.
Di semifinal, Eala akan menghadapi tantangan berat lainnya dari Linda Noskova. Petenis Republik Ceko itu melangkah ke empat besar setelah menghancurkan Paula Badosa dengan skor telak 6-1, 6-3 hanya dalam waktu 68 menit.
Noskova tampil hampir sempurna sepanjang pertandingan. Ia mencatat delapan ace dan memenangkan lebih dari 73 persen poin dari servis pertamanya.
Yang lebih impresif, Noskova berhasil menyelamatkan seluruh tujuh break point yang dihadapi. Selain servis yang sangat solid, Noskova juga menghasilkan 24 winner dengan hanya 11 unforced error, membuat Badosa tidak mampu mengembangkan permainan.
"Saya ingin terus mengubah arah permainan dan langsung menyerang sejak servis pertama. Itu memang rencana saya sejak awal pertandingan," ujar Noskova.
Semifinal nanti akan menjadi pertemuan kedua antara Eala dan Noskova di level WTA Tour. Pertemuan pertama berlangsung di Indian Wells awal musim ini dan berakhir sangat berat bagi Eala. Saat itu Noskova menang dominan dan hanya kehilangan dua game sepanjang pertandingan.
Kini situasinya berbeda. Eala datang ke semifinal dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan dua pemain Top 10 secara beruntun. Catatan impresif tersebut menjadikannya salah satu kandidat kuat untuk terus melaju dan menciptakan kejutan berikutnya di Berlin Open 2026.
Jika mampu mengatasi Noskova, Eala akan mencatat final terbesar dalam karier profesionalnya sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu bintang muda paling menjanjikan di dunia tenis saat ini.
Editor : Rury Anjas Andita