LombokPost – Aryna Sabalenka kembali mengukir sejarah di dunia tenis. Petenis asal Belarus itu resmi mencapai 100 pekan sebagai petenis nomor 1 dunia WTA, menjadikannya hanya pemain ke-10 sepanjang sejarah yang mampu menyentuh pencapaian bergengsi tersebut sejak sistem Ranking WTA diperkenalkan pada 1975.
Catatan istimewa itu semakin menegaskan dominasi Sabalenka di tenis putri dunia dalam beberapa musim terakhir. Juara empat gelar Grand Slam tersebut kini bergabung dengan deretan legenda tenis seperti Steffi Graf, Martina Navratilova, Serena Williams, Chris Evert, Martina Hingis, Monica Seles, Iga Swiatek, Ashleigh Barty, dan Justine Henin yang lebih dulu mencatatkan 100 pekan atau lebih di puncak ranking dunia.
Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi Sabalenka, yang tidak hanya mampu merebut posisi nomor satu dunia, tetapi juga mempertahankannya dalam waktu yang panjang.
Baca Juga: Jannik Sinner Menjauh dari Carlos Alcaraz, Raih Gelar Besar ke-17 usai Juara Wimbledon 2026
Yang membuat pencapaian Sabalenka semakin istimewa adalah konsistensinya selama berada di posisi teratas.
Saat ini, petenis berusia 28 tahun tersebut telah menjalani 92 pekan berturut-turut sebagai ranking 1 dunia WTA, sekaligus melewati rekor Monica Seles sebagai pemilik masa kekuasaan beruntun terpanjang keenam sejak sistem ranking diberlakukan.
Hanya lima legenda yang masih memiliki catatan lebih baik, yakni Steffi Graf, Serena Williams, Martina Navratilova, Ashleigh Barty, dan Chris Evert.
Baca Juga: Jannik Sinner Cetak 100 Kemenangan Grand Slam, Ukir Rekor Bersejarah usai Juara Wimbledon 2026
Dominasi Sabalenka juga terlihat pada penutupan musim. Ia berhasil mengakhiri musim 2024 dan 2025 sebagai Year-End World No. 1, menjadikannya salah satu dari hanya tujuh petenis abad ke-21 yang mampu mempertahankan status tersebut dalam dua musim beruntun.
Lebih impresif lagi, sepanjang musim 2025 Sabalenka tidak pernah tergeser dari posisi nomor satu dunia. Sejak tahun 2000, hanya Serena Williams dan Ashleigh Barty yang sebelumnya mampu melakukan hal serupa.
Menyandang status petenis terbaik dunia sering kali menghadirkan tekanan besar. Namun Sabalenka justru mampu tampil semakin konsisten.
Baca Juga: Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon 2026, Tundukkan Alexander Zverev dalam Final Dramatis
Selama menyandang predikat World No. 1, Sabalenka telah mengoleksi 106 kemenangan di level WTA Tour, menjadikannya petenis kesembilan dalam sejarah yang mampu mencapai lebih dari 100 kemenangan saat berada di puncak ranking.
Dalam 100 pertandingan pertamanya sebagai petenis nomor satu dunia, Sabalenka mencatat: 82 kemenangan, 11 final, dan 5 gelar juara.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa status nomor satu bukan sekadar simbol, melainkan mampu diterjemahkan menjadi prestasi nyata di lapangan.
Dominasi Sabalenka juga terlihat pada turnamen level WTA 1000. Sejak format WTA 1000 diperkenalkan pada 2009, Sabalenka telah mencapai lima final WTA 1000 saat berstatus sebagai petenis nomor satu dunia. Jumlah tersebut menyamai rekor Victoria Azarenka dan hanya kalah dari Serena Williams serta Iga Swiatek.
Baca Juga: Linda Noskova Juara Wimbledon 2026, Tumbangkan Karolina Muchova dan Cetak Sejarah di Usia 21 Tahun
Dari lima final tersebut, Sabalenka berhasil memenangkan empat gelar, sekaligus membukukan 46 kemenangan pertandingan WTA 1000 saat berada di posisi puncak ranking, menjadi catatan terbaik ketiga sepanjang sejarah format tersebut.
Prestasi Sabalenka tidak berhenti di turnamen reguler. Selama menjadi nomor satu dunia, ia juga tampil konsisten di ajang Grand Slam. Sepanjang abad ke-21, hanya Serena Williams yang mampu mencapai final Grand Slam lebih banyak saat berstatus World No. 1.
Sabalenka telah tampil di empat final Grand Slam sebagai petenis nomor satu dunia, jumlah yang sama dengan Iga Swiatek dan menjadi yang terbanyak kedua setelah Serena.
Baca Juga: Jannik Sinner Singkirkan Novak Djokovic, Lolos ke Final Wimbledon 2026 dan Tantang Alexander Zverev
Empat final tersebut merupakan separuh dari total delapan final Grand Slam yang telah dicapainya sepanjang karier.
Awal musim ini, Sabalenka juga mencatat sejarah lain dengan menjadi pemain kedua setelah Steffi Graf yang sukses meraih Sunshine Double—menjuarai Indian Wells dan Miami Open—dalam satu musim saat berstatus sebagai petenis nomor satu dunia.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com