Pelti Usulkan Batas Usia Atlet PON 2028, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Bisa Tersisih

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 23:14 WIB
Pelti mengusulkan batas usia atlet tenis di PON 2028. Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen berpotensi tak lagi tampil membela daerah.
Pelti mengusulkan batas usia atlet tenis di PON 2028. Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen berpotensi tak lagi tampil membela daerah.

LombokPost – Wacana pembatasan usia atlet tenis pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mulai menguat. Usulan tersebut muncul dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pelti dan mendapat dukungan dari mayoritas Pengurus Provinsi (Pengprov).

Apabila aturan tersebut disahkan, sejumlah petenis nasional yang selama ini menjadi andalan daerah masing-masing, seperti Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen, berpotensi tidak lagi memenuhi syarat tampil di PON.

Ketua Umum Pengprov Pelti DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengatakan PON seharusnya menjadi ajang pembinaan atlet daerah, bukan lagi tempat atlet yang sudah mapan di level internasional mengumpulkan medali.

Baca Juga: Juara Wimbledon 2026 Linda Noskova Melonjak ke Top 8 Race WTA Finals, Karolina Muchova Tembus Empat Besar

"Kalau sudah juara dua kali PON, idealnya mereka naik ke level internasional atau bermain di liga profesional. Apalagi kalau sudah tampil di Grand Slam seperti Wimbledon, French Open, atau Australian Open, peluang menjadi juara PON tentu sangat besar," ujarnya.

Menurut Hari, keberadaan atlet yang sudah berpengalaman di level dunia membuat regenerasi berjalan kurang optimal. Atlet-atlet muda dinilai kesulitan berkembang karena harus menghadapi lawan dengan kualitas yang terpaut jauh.

Ia mencontohkan sejumlah pertandingan PON yang berakhir dengan skor mencolok seperti 6-0 atau 6-1.

Baca Juga: Jannik Sinner Makin Kokoh di Ranking ATP, Keunggulan atas Alexander Zverev dan Carlos Alcaraz Sulit Dikejar usai Juara Wimbledon 2026

"Kondisi seperti itu kurang menarik sekaligus menyulitkan pembinaan atlet junior. Karena itu kami mengusulkan batas usia maksimal sekitar 25 hingga 27 tahun," katanya.

Selain pembatasan usia, Rakernas juga mengusulkan adanya sistem strata atau klasifikasi atlet sehingga pemain yang telah memiliki prestasi internasional tertentu tidak lagi tampil di PON.

Hari mengklaim mayoritas Pengprov Pelti mendukung usulan tersebut dan berharap regulasi dapat segera dirampungkan tahun ini.

Baca Juga: Jannik Sinner Menjauh dari Carlos Alcaraz, Raih Gelar Besar ke-17 usai Juara Wimbledon 2026

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov Pelti Jawa Timur, Didik Purnomo, membenarkan bahwa usulan pembatasan usia bukan hanya berasal dari DKI Jakarta, melainkan juga didukung banyak Pengprov lainnya.

Meski demikian, Didik mengingatkan bahwa tenis merupakan cabang olahraga Olimpiade yang secara internasional tidak mengenal batas usia maksimal atlet.

"Kalau bicara tenis sebagai olahraga prestasi memang tidak ada batas usia. Tetapi sebagai aturan khusus PON, usulan itu sah-sah saja," ujarnya.

Ia menjelaskan hasil Rakernas nantinya akan dituangkan dalam berita organisasi, kemudian disusun menjadi Peraturan Organisasi (PO) dan Technical Handbook sebelum diajukan kepada KONI Pusat untuk mendapat persetujuan.

Baca Juga: Jannik Sinner Cetak 100 Kemenangan Grand Slam, Ukir Rekor Bersejarah usai Juara Wimbledon 2026

Dengan demikian, keputusan final mengenai batas usia maupun pembatasan atlet internasional masih menunggu pengesahan resmi.

Meski menjadi daerah yang paling diuntungkan dengan keberadaan pemain-pemain elite seperti Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen, Jawa Timur mengaku siap jika aturan baru benar-benar diberlakukan.

Didik mengatakan pembinaan tenis di Jawa Timur selama ini dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

Baca Juga: Jannik Sinner dan Novak Djokovic Mundur dari Montreal Masters 2026, Fokus Jaga Kondisi Jelang US Open

Selain itu, Pengprov Pelti Jawa Timur telah membentuk tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) yang dipimpin Irmantara Subagio sebagai direktur untuk menyiapkan regenerasi atlet menuju PON 2028.

Apabila regulasi pembatasan usia resmi diterapkan, Jawa Timur optimistis tetap mampu mempertahankan daya saing melalui atlet-atlet muda hasil pembinaan berjenjang.

Pada PON Aceh-Sumut 2024, Jawa Timur tampil dominan dengan menyabet tujuh medali emas, tiga perak, dan satu perunggu, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai kekuatan utama tenis nasional.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Jawa Pos
batas usia atlet PON Pon 2028 janice tjen Pelti Mataram aldila sutijiadi