LombokPost– Marta Kostyuk memulai langkahnya di National Bank Open 2026 dengan kemenangan meyakinkan atas petenis tuan rumah Katherine Sebov.
Namun, bukan hanya hasil pertandingan yang membekas bagi petenis Ukraina tersebut. Sebuah momen sederhana bersama seorang bocah penggemar justru menjadi kenangan paling berharga dalam perjalanannya di Toronto.
Sesaat sebelum memasuki lapangan utama, Kostyuk berjalan bersama seorang anak yang bertugas mendampinginya menuju court. Di luar dugaan, bocah itu mengeluarkan sebuah amplop dari sakunya dan menyerahkannya kepada sang petenis.
"Saya punya sesuatu untukmu," ujar sang bocah sebelum memberikan kartu kecil kepada Kostyuk.
Momen itu membuat petenis peringkat 11 dunia tersebut terkejut sekaligus terharu. Sebagai balasan, ia langsung memeluk bocah tersebut.
"Itu sangat manis. Saya benar-benar tidak menyangka," ujar Kostyuk seusai pertandingan.
Baca Juga: Alexandra Eala Ukir Sejarah, Taklukkan Jessica Pegula dan Raih Gelar WTA Pertama di Washington DC
Menurutnya, setiap pemain memang selalu berusaha membuat pengalaman berjalan bersama anak-anak menjadi momen spesial. Namun kali ini justru dirinya yang mendapatkan kejutan.
"Dia bahkan kesulitan mengeluarkan kartu itu dari sakunya karena hampir tidak muat. Sangat manis. Saat itulah saya merasa, inilah alasan kami melakukan semua ini. Rasanya sangat berarti," katanya.
Di lapangan, Kostyuk tampil solid saat mengalahkan wildcard Kanada Katherine Sebov dalam dua set langsung untuk memastikan tempat di babak ketiga National Bank Open.
Baca Juga: Aldila Sutjiadi Juara WTA 500 Washington Open, Ranking Ganda Putri Dunia Naik ke Posisi 27
Kemenangan tersebut menjadi awal positif setelah melewati musim tanah liat dan lapangan rumput terbaik sepanjang kariernya.
Petenis berusia 24 tahun itu berhasil menembus semifinal Grand Slam secara beruntun, sekaligus menjuarai turnamen Madrid dan Rouen. Rentetan hasil impresif tersebut membuat kepercayaan dirinya meningkat saat memasuki rangkaian turnamen hard court di Amerika Utara.
Meski demikian, Kostyuk mengaku transisi dari lapangan rumput ke lapangan keras terasa lebih berat dibanding yang pernah ia alami sebelumnya.
"Perubahannya benar-benar terasa drastis. Saya belum pernah mengalami transisi seperti ini dalam karier saya," ungkapnya.
"Begitu kembali bermain di hard court, rasanya seperti sudah setahun saya tidak bermain di permukaan ini. Padahal saya baru saja menjalani begitu banyak pertandingan."
Memasuki sepertiga akhir musim 2026, Kostyuk masih memiliki target besar yang ingin dicapai. Saat ini ia berada di posisi kesembilan klasemen Race to the WTA Finals, hanya selangkah dari peluang tampil untuk pertama kalinya di turnamen penutup musim yang mempertemukan delapan petenis terbaik dunia.
Bagi Kostyuk, persaingan di fase akhir musim bukan lagi soal kemampuan fisik semata. Ia menilai faktor mental menjadi pembeda utama ketika para pemain mulai kelelahan setelah menjalani jadwal kompetisi yang padat.
"Semua pemain memiliki kondisi fisik yang bagus. Yang menjadi tantangan justru ketika mental mulai lelah," jelasnya. "Ketika itu terjadi, Anda lebih mudah kesal, gugup, terburu-buru, dan akhirnya mengambil keputusan yang salah di lapangan."
Karena itu, ia memilih untuk tidak menghabiskan terlalu banyak energi emosional selama turnamen berlangsung. "Hal yang paling membantu saya adalah tidak terlalu memikirkan semuanya secara berlebihan. Saya berusaha menghemat energi mental sebanyak mungkin," tambahnya.
Langkah Kostyuk di Toronto berikutnya dipastikan tidak akan mudah. Unggulan ke-10 tersebut akan menghadapi unggulan ke-19 Madison Keys pada babak ketiga.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com