LombokPost – Belinda Bencic kembali menemukan panggung terbaiknya di Toronto. Mantan juara National Bank Open itu menghentikan laju impresif Alexandra Eala dengan kemenangan telak 6-4, 6-0, Minggu malam.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri tujuh kemenangan beruntun Eala. Bagi Bencic, hasil ini memastikan tiket ke perempat final National Bank Open untuk kali ketiga di Toronto dan keempat sepanjang turnamen tersebut, termasuk satu penampilan di Montreal.
Bencic, yang menjadi unggulan ke-12, tampil semakin dominan setelah merebut kendali pada gim kesembilan set pertama. Petenis Swiss itu mematahkan servis Eala sebelum mengamankan servis berikutnya untuk merebut set pembuka 6-4.
Baca Juga: Sempat Nyaris Sapu Bersih, Iga Swiatek Tetap Melaju di Toronto Open Usai Jinakkan Sara Bejlek
Momentum sepenuhnya berpihak kepada Bencic pada set kedua. Ia tidak memberikan satu gim pun kepada Eala dan menutup pertandingan dalam waktu 1 jam 13 menit.
Bagi Eala, kekalahan tersebut menjadi akhir dari rangkaian hasil impresif. Sebelumnya, petenis Filipina itu datang ke Toronto dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih gelar WTA pertamanya di Washington dan mencatat tujuh kemenangan beruntun.
Namun, pengalaman Bencic di lapangan keras Toronto terbukti menjadi pembeda.
Kemenangan atas Eala menjadi kemenangan ke-18 Bencic di National Bank Open. Jumlah tersebut merupakan koleksi kemenangan terbanyaknya di turnamen WTA 1000.
Sebagai pembanding, jumlah kemenangan terbanyak berikutnya milik Bencic di ajang WTA 1000 adalah 15 kemenangan di Indian Wells.
Bencic juga semakin mempertegas statusnya sebagai petenis yang berbahaya di lapangan keras. Musim ini, ia telah mengoleksi 15 kemenangan dan hanya menelan empat kekalahan di permukaan tersebut.
Baca Juga: Marta Kostyuk Terharu Dapat Hadiah dari Bocah Penggemar di Toronto, Bidik Debut ke WTA Finals 2026
Dari 10 gelar tunggal sepanjang kariernya, delapan di antaranya diraih di lapangan keras.
Ada satu catatan lain yang tidak kalah menarik. Bencic kini mengantongi 10 kemenangan beruntun atas petenis kidal. Rentetan tersebut sudah berlangsung sejak 2024.
"Saya juga merasa ini tidak mungkin kebetulan. Sebenarnya saya tidak suka menghadapi petenis kidal karena seluruh pertandingan terasa tidak nyaman," ujar Bencic.
Menurutnya, kemampuan membaca timing menjadi salah satu alasan dirinya mampu mengatasi lawan-lawan kidal.
Baca Juga: Peringkat 1 WTA Diperebutkan di Toronto, Elena Rybakina Punya Peluang Gusur Aryna Sabalenka
Langkah Bencic di Toronto berikutnya tidak akan mudah. Di perempat final, ia harus menghadapi unggulan keempat Coco Gauff. Gauff melaju setelah tampil dominan atas petenis kualifikasi Alina Korneeva. Juara Grand Slam asal Amerika Serikat itu menang dua set langsung 6-3, 6-1.
Duel Bencic dan Gauff juga memiliki sejarah panjang. Gauff unggul 6-2 dalam rekor pertemuan kedua pemain. Lebih menarik lagi, Gauff selalu menang dalam empat pertemuan terakhir. Tiga duel terkini bahkan harus ditentukan melalui set ketiga.
Bencic terakhir kali menghadapi Gauff di Miami. Saat itu, Gauff berhasil menghentikan langkahnya. Kini, Bencic datang ke Toronto dengan modal berbeda. Ia sedang berada dalam performa terbaik di turnamen yang punya sejarah manis baginya.
"Dia selalu menempatkan dirinya dalam posisi untuk memenangkan perempat final dan melangkah lebih jauh di turnamen. Dia juara hebat dan sangat sulit dihadapi," kata Bencic tentang Gauff.
Bencic mengakui dirinya beberapa kali berada dalam posisi untuk mengalahkan Gauff, tetapi selalu gagal pada set penentuan.
"Rasanya saya sudah sangat dekat beberapa kali, tetapi selalu kalah di set ketiga. Akan sangat menantang menghadapinya lagi. Saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda dan kembali menantangnya," ujarnya.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com