Elena Rybakina Kehabisan Tenaga di Final Toronto, Iga Swiatek Jadi Juara

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:40 WIB
Elena Rybakina kehabisan tenaga setelah 11,5 jam di lapangan. Ia kalah dari Iga Swiatek di final Toronto dan kini memburu posisi nomor satu. (Getty Images via AFP)
Elena Rybakina kehabisan tenaga setelah 11,5 jam di lapangan. Ia kalah dari Iga Swiatek di final Toronto dan kini memburu posisi nomor satu. (Getty Images via AFP)

LombokPost – Elena Rybakina akhirnya kehabisan tenaga. Setelah melewati rangkaian pertandingan panjang dan jadwal padat, petenis Kazakhstan itu tak mampu memberikan perlawanan maksimal saat menghadapi Iga Swiatek pada final National Bank Open 2026.

Rybakina menyerah 2-6, 3-6 kepada Swiatek dalam pertandingan yang berlangsung di Toronto, Kamis (13/8) waktu setempat atau Jumat (14/8) WIB. Kekalahan tersebut sekaligus menggagalkan ambisinya meraih gelar di turnamen WTA 1000 tersebut.

Bukan tanpa alasan Rybakina tampil di bawah performa terbaiknya. Sebelum memasuki final, petenis nomor dua dunia itu sudah menghabiskan 685 menit atau hampir 11,5 jam di lapangan sepanjang turnamen.

Baca Juga: Iga Swiatek Akhiri Paceklik Gelar, Elena Rybakina Dilibas di Final Toronto

Ia juga harus menjalani empat pertandingan yang berlangsung hingga set penentuan. Lebih berat lagi, perempat final, semifinal, dan final dimainkan dalam tiga hari berturut-turut. Beban tersebut akhirnya terasa saat menghadapi Swiatek.

"Saya tidak punya banyak energi. Saya benar-benar sangat lelah," kata Rybakina seusai pertandingan.

Swiatek Membuat Rybakina Tak Berkutik

Kelelahan bukan satu-satunya faktor. Swiatek tampil luar biasa sepanjang final. Petenis Polandia tersebut terus mengejar setiap bola, memaksa Rybakina bekerja lebih keras dalam reli, sekaligus meredam permainan agresif yang menjadi kekuatan utama lawannya.

Baca Juga: Belinda Bencic Mundur karena Cedera, Coco Gauff Melaju ke Semifinal Toronto

Rybakina mengakui kondisi fisiknya membuat konsentrasi ikut menurun. "Anda bisa melihat saya tidak cukup mendorong dengan kaki. Banyak unforced error, terutama pada bola-bola di dekat net. Itu murni karena kurang konsentrasi," ujarnya.

Situasi tersebut membuat Rybakina kesulitan memberikan tekanan seperti yang biasa dilakukan melalui servis dan pukulan-pukulan agresifnya. Swiatek justru semakin nyaman. Ia mampu menjaga intensitas di setiap reli dan tidak memberikan kesempatan bagi Rybakina untuk mengambil alih momentum.

"Iga lawan yang sangat sulit. Dia mencoba mengembalikan semua bola. Hari ini sangat sulit bagi saya," kata Rybakina.

Ia berharap pengalaman tersebut bisa menjadi pelajaran untuk menghadapi pertandingan serupa di masa mendatang.

Jadwal Padat Jadi Ujian

Perjalanan Rybakina menuju final Toronto memang jauh dari ideal. Ia harus bermain pada waktu yang berbeda-beda sepanjang turnamen. Pagi, siang, hingga malam menjadi waktu bertandingnya. Bahkan, semifinal melawan Coco Gauff baru berakhir lewat tengah malam.

Namun, Rybakina tetap mengaku cukup puas dengan kemampuannya beradaptasi terhadap jadwal tersebut. "Menurut saya kali ini saya lebih baik dalam menghadapi jadwal. Saya bermain pada pagi, siang, dan malam. Dibandingkan turnamen lain, saya sedikit lebih baik kali ini," ujarnya.

Baca Juga: Elina Svitolina Menang Lagi, Tantang Iga Swiatek di Semifinal Toronto

Sayangnya, energi tersebut tidak cukup untuk dibawa hingga pertandingan terakhir. "Sangat disayangkan saya tidak punya cukup tenaga untuk memberikan dorongan lebih pada pertandingan terakhir," tutur Rybakina.

Usai final, Rybakina bahkan mengaku tubuhnya terasa sangat terkuras. Ketika ditanya mengenai beberapa kali dirinya melakukan peregangan pada lengan selama pertandingan, Rybakina justru menjawab dengan candaan.

"Saya tidak yakin bisa memberi tahu bagian tubuh mana yang sebenarnya tidak sakit," katanya sambil tertawa.

Baca Juga: Iga Swiatek Menggila di Toronto, Hancurkan Diana Shnaider dan Melaju ke Semifinal

Makin Dekat dengan Sabalenka

Meski gagal menjadi juara, Rybakina tetap membawa pulang modal penting dari Toronto. Finis sebagai runner-up membuat posisinya semakin dekat dengan Aryna Sabalenka yang saat ini berada di peringkat pertama dunia.

Setelah Toronto, Rybakina diproyeksikan hanya terpaut 354 poin dari Sabalenka dalam peringkat WTA. Peluang mengejar posisi nomor satu tersebut terbuka di Cincinnati maupun US Open. Namun, Rybakina harus mempertahankan poin semifinal Cincinnati yang diraihnya tahun lalu.

Jika mampu mendapatkan hasil lebih baik dan Sabalenka kehilangan poin, persaingan menuju posisi nomor satu dunia bisa semakin ketat. Meski demikian, Rybakina menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlalu memikirkan peringkat.

"Kalau melihat ranking memang terlihat dekat, tetapi bagi saya masih terasa sangat jauh. Saya tidak terlalu memikirkannya," kata Rybakina.

Menurutnya, perebutan posisi nomor satu tidak hanya bergantung pada hasilnya sendiri. Performa Sabalenka dan pemain lain juga ikut menentukan.

Baca Juga: Naomi Osaka Makin Panas di Toronto, Leylah Fernandez Disikat dan Elena Rybakina Menanti

Mimpi Nomor Satu Dunia

Rybakina tetap mengakui bahwa menjadi petenis nomor satu dunia merupakan pencapaian yang sangat berarti. Saat masih kecil, ia bahkan tidak pernah membayangkan akan menjadi petenis profesional dan bermain di level tertinggi.

"Ketika masih kecil, saya bahkan tidak berpikir akan menjadi profesional dan bermain di level seperti ini. Saya merasa sudah mencapai banyak hal dan sangat bahagia," ujarnya.

Namun, ambisi untuk terus berkembang tetap ada. "Kalau saya bisa melakukan lebih baik, itu luar biasa. Saya akan mencoba yang terbaik dan semoga menjadi nomor satu dunia suatu hari nanti," kata Rybakina.

Baca Juga: Belinda Bencic Hentikan Alexandra Eala, Tantang Coco Gauff di Perempat Final Toronto

Setelah Toronto, Rybakina akan melanjutkan perjalanan ke Cincinnati Open 2026. Turnamen tersebut menyimpan kenangan kurang menyenangkan. Tahun lalu, Rybakina terhenti di semifinal setelah dikalahkan Swiatek yang kemudian keluar sebagai juara.

Kali ini, Rybakina akan mengawali kiprahnya di Cincinnati dengan menghadapi Taylor Townsend pada babak kedua.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : wtatennis.com
Cincinnati Open 2026 final toronto WTA 1000 Elena Rybakina Iga Swiatek