LombokPost – Janice Tjen menunjukkan mental baja di Cincinnati Open 2026. Petenis putri Indonesia itu harus melewati pertandingan maraton selama 3 jam 14 menit untuk mengalahkan Viktorija Golubic dan memastikan tiket ke babak ketiga.
Tjen menang 7-6 (8), 5-7, 7-5 dalam duel yang penuh drama. Petenis peringkat ke-37 dunia itu sebenarnya punya peluang menyelesaikan pertandingan lebih cepat.
Ia sempat unggul 5-1 pada set kedua dan memiliki lima match point. Namun, peluang tersebut gagal dimanfaatkan. Golubic bangkit dan merebut set kedua 7-5. Tjen pun harus kembali berjuang pada set penentuan.
Baca Juga: Novak Djokovic Dapat Undian Berat di Cincinnati, Berpotensi Jumpa Jack Draper di Babak Ketiga
"Memang sulit. Saya unggul 5-1 dan punya beberapa match point di set kedua. Jelas semuanya tidak berjalan seperti yang saya inginkan," kata Tjen dilansir dari wtatennis.com.
Namun, petenis Indonesia itu tidak membiarkan kegagalan tersebut mengganggu fokusnya.
Lupakan Match Point, Tjen Bangkit di Set Ketiga
Memasuki set ketiga, Tjen memilih menghapus kejadian pada set sebelumnya dari pikirannya. Alih-alih terus memikirkan peluang yang terbuang, dia fokus mencari cara untuk memenangkan pertandingan.
Baca Juga: Jannik Sinner Mundur dari Cincinnati Open, Cedera Lutut Jadi Penghalang Jelang US Open
Strategi tersebut membuahkan hasil. Tjen mampu bertahan hingga akhir dan merebut tiga gim terakhir untuk mengunci kemenangan 7-5. Begitu match point terakhir berhasil dikonversi, Tjen langsung mengangkat kedua tangannya sebagai bentuk kelegaan setelah melewati pertarungan panjang.
"Di set ketiga, saya hanya melupakan match point itu. Saya mencoba mencari cara untuk menang. Saya memasukkannya ke belakang pikiran dan tidak membiarkannya mengganggu," ujarnya.
Kemenangan ini mengantarkan Janice Tjen ke babak ketiga Cincinnati Open. Ini menjadi penampilan terbaiknya di turnamen tersebut sekaligus babak ketiga pertamanya sejak tampil di Dubai.
Kembali ke Lapangan Favorit
Performa Tjen di Cincinnati menjadi sinyal positif setelah melalui periode yang cukup berliku sepanjang musim 2026. Salah satu faktor yang membuatnya kembali percaya diri adalah kembalinya tur ke lapangan keras.
Hard court memang menjadi permukaan favorit Tjen. Ia bahkan mengaku sangat menantikan kembalinya kompetisi di atas permukaan tersebut setelah melewati musim tanah liat dan rumput.
"Saya sangat, sangat senang bermain di permukaan yang familiar. Saya tumbuh di lapangan keras dan selalu bermain di hard court. Saya hampir tidak pernah bermain di permukaan lain," kata Tjen.
Baca Juga: Cedera Pergelangan Tangan Belum Pulih, Carlos Alcaraz Mundur dari Cincinnati Open 2026
Peralihan dari rumput dan tanah liat ke hard court juga disebutnya berjalan cukup mulus.
"Saya rasa cukup lancar. Tidak ada sesuatu yang terlalu membuat stres. Saya sangat senang bisa kembali bermain di hard court."
Musim tanah liat dan rumput memang menjadi pengalaman baru bagi Tjen. Pada 2025, dia sama sekali tidak tampil di kedua permukaan tersebut karena lebih banyak bermain di turnamen World Tennis/ITF.
Tahun ini, dia menjalani debut di Roland Garros dan Wimbledon. Tjen tersingkir pada babak pertama Roland Garros dan babak kedua Wimbledon.
Pulang ke Indonesia, Menyamar Jadi "Brenda"
Setelah Wimbledon, Tjen sempat pulang ke Indonesia untuk beristirahat sebelum kembali mengikuti turnamen di Washington D.C. Kesempatan pulang tersebut juga dimanfaatkannya untuk melihat langsung perkembangan komunitas tenis di Indonesia.
Menariknya, Tjen bahkan memilih "menyamar" agar bisa menikmati aktivitas komunitas tenis tanpa menjadi pusat perhatian. Ia menggunakan nama samaran "Brenda".
"Saya menghabiskan dua minggu di rumah setelah Wimbledon. Melihat betapa berkembangnya komunitas tenis, itu benar-benar kejutan besar bagi saya. Ini hal yang sangat menyenangkan untuk dilihat," tuturnya.
Perkembangan tenis Indonesia memang membuat Tjen terkesan. Saat ini Indonesia memiliki Tjen sebagai pemain tunggal putri di jajaran Top 40 dunia dan Aldila Sutjiadi sebagai pemain ganda yang berada di Top 30.
Tantangan Berikutnya: Mirra Andreeva
Langkah Tjen di Cincinnati belum berhenti. Tantangan berikutnya jauh lebih berat. Ia akan menghadapi Mirra Andreeva, petenis yang saat ini berada di jajaran Top 10 dunia, pada babak ketiga, Selasa waktu setempat.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Tjen untuk menguji level permainannya melawan salah satu pemain terbaik dunia, khususnya di permukaan hard court.
"Saya sangat antusias mendapat kesempatan lagi menghadapi pemain Top 10, terutama di hard court. Saya belum terlalu memikirkannya. Saya hanya mencoba memulihkan kondisi dan beristirahat dengan baik," kata Tjen.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com