LombokPost – Aryna Sabalenka kembali menunjukkan alasan dirinya layak disebut sebagai salah satu ratu lapangan keras WTA. Petenis nomor satu dunia itu melaju ke babak 16 besar Cincinnati Open setelah menghentikan Wang Xinyu hanya dalam waktu 54 menit.
Sabalenka menang telak 6-1, 6-3 atas Wang pada babak kedua, Selasa (waktu setempat). Hasil tersebut terasa kontras jika dibandingkan pertemuan pertama mereka empat tahun lalu di Australian Open. Saat itu, Sabalenka sempat kehilangan set pertama 1-6 sebelum bangkit dan merebut kemenangan.
Kali ini, tidak ada drama serupa. Sabalenka langsung tampil agresif sejak awal. Ia empat kali mematahkan servis Wang dan mampu menjaga kendali pertandingan hingga tuntas.
Baca Juga: Naomi Osaka Mundur dari Cincinnati Open, Kelelahan Jadi Alasan Jelang US Open
“Dia lawan yang tangguh. Bisa menang dua set langsung dalam waktu kurang dari satu jam adalah hasil luar biasa,” kata Sabalenka seusai pertandingan.
Petenis Belarus itu mengaku kunci kemenangannya adalah keberanian untuk terus melepaskan pukulan tanpa terlalu banyak berpikir.
“Saya benar-benar percaya pada diri sendiri dan terus menyerang. Saya tidak terlalu banyak berpikir. Itu menjadi senjata saya malam ini,” ujarnya.
Baca Juga: Draw Cincinnati Open 2026: Aryna Sabalenka-Naomi Osaka hingga Elena Rybakina-Iga Swiatek Berpotensi
Statistik Sabalenka yang bikin Wang tak berkutik
Kemenangan singkat tersebut menghasilkan sejumlah catatan menarik bagi Sabalenka.
Nol break point. Sabalenka sama sekali tidak menghadapi break point sepanjang pertandingan. Dari delapan gim servis, dia hanya kehilangan enam poin.
93 persen poin servis kedua. Statistik ini menjadi salah satu yang paling mencolok. Sabalenka memenangi 12 dari 13 poin setelah servis pertamanya gagal. Satu-satunya poin yang hilang berasal dari double fault.
Lima unforced error. Sabalenka hanya membuat lima kesalahan sendiri, berbanding 17 winner yang dilepaskannya sepanjang pertandingan.
45 penampilan babak 16 besar WTA 1000. Sabalenka kini sudah mencapai babak 16 besar atau lebih baik dalam 45 turnamen WTA 1000 sepanjang kariernya. Catatan itu membuatnya melewati Karolina Pliskova sebagai pemain aktif dengan jumlah terbanyak.
50 kemenangan sebagai nomor satu dunia. Sabalenka juga mengoleksi kemenangan ke-50 di ajang WTA 1000 ketika berstatus petenis nomor satu dunia. Ia menjadi pemain ketiga yang mencapai angka tersebut sejak format WTA 1000 diperkenalkan pada 2009, setelah Serena Williams dengan 104 kemenangan dan Iga Swiatek dengan 58.
Baca Juga: Novak Djokovic Dapat Undian Berat di Cincinnati, Berpotensi Jumpa Jack Draper di Babak Ketiga
Bukan Alexandrova, Sabalenka Hadapi Bejlek
Sabalenka sejatinya berpeluang mendapatkan kesempatan membalas kekalahan dari Ekaterina Alexandrova. Pekan lalu, Alexandrova menyingkirkan Sabalenka di Toronto.
Namun, rencana itu batal. Alexandrova justru tersingkir di Cincinnati setelah dikalahkan Sara Bejlek. Petenis Republik Ceko tersebut menang 4-6, 6-1, 6-2.
Hasil itu sekaligus membawa Bejlek menyamai pencapaian terbaiknya di turnamen WTA 1000. Dua tahun lalu, dia juga berhasil menembus babak 16 besar di Madrid.
Baca Juga: Jannik Sinner Mundur dari Cincinnati Open, Cedera Lutut Jadi Penghalang Jelang US Open
Kemenangan atas Alexandrova menjadi kemenangan ketiga Bejlek sepanjang pekan ini. Sebelumnya, ia terakhir kali mampu memenangi tiga pertandingan dalam satu turnamen ketika secara mengejutkan merebut gelar Mubadala Abu Dhabi Open pada Februari sebagai pemain yang memulai turnamen dari babak kualifikasi.
Kini, Bejlek akan menjadi tantangan berikutnya bagi Sabalenka di babak 16 besar Cincinnati Open. Ini akan menjadi pertemuan pertama kedua pemain di level WTA.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com