LombokPost – Iga Swiatek kembali menunjukkan konsistensinya menjelang US Open 2026. Unggulan ketujuh Cincinnati Open itu memperpanjang rentetan kemenangannya menjadi sembilan laga setelah mengalahkan Diane Parry 6-3, 6-3.
Kemenangan tersebut bukan sekadar tiket ke perempat final. Swiatek kini mengoleksi 30 penampilan di perempat final WTA 1000 dari 48 turnamen yang diikutinya sepanjang karier.
Pencapaian itu semakin menegaskan dominasi Swiatek di level WTA 1000. Dari 30 Grand Slam yang telah dimainkan, petenis Polandia tersebut juga sudah mencapai perempat final sebanyak 14 kali.
Baca Juga: Aryna Sabalenka Cuma Butuh 54 Menit, Wang Xinyu Dibikin Tak Berkutik di Cincinnati
Namun, Swiatek memilih tidak terlalu larut dalam statistik. Baginya, setiap pertandingan tetap harus dijalani dengan fokus yang sama.
"Selalu menyenangkan mendengarnya. Biasanya setelah turnamen saya suka melihat statistik, tetapi selama turnamen saya hanya fokus pada pertandingan berikutnya," ujar Swiatek.
Menghadapi Parry untuk kali kedua, Swiatek sempat memulai pertandingan dengan kurang meyakinkan. Ia kehilangan servis pada gim pertama.
Baca Juga: Janice Tjen Tumbang, Mirra Andreeva Lolos dari Drama Sengit Cincinnati
Namun, Parry gagal mempertahankan momentum. Dua peluang untuk unggul 2-0 terbuang dan Swiatek segera mengambil alih permainan.
Swiatek kemudian melaju hingga unggul 6-3, 5-1. Parry sempat memberikan perlawanan ketika berada di ujung kekalahan.
Petenis Prancis itu mengubah pola permainan dengan lebih banyak menggunakan slice untuk memperpanjang reli dan membuat Swiatek terus bergerak. Strategi tersebut membuahkan dua gim beruntun.
Baca Juga: Janice Tjen Lewati Drama 3 Jam 14 Menit, Enam Match Point Terlewat, Tetap Melaju di Cincinnati
Swiatek bahkan harus melewati beberapa momen sulit sebelum memastikan kemenangan pada match point keempat.
Salah satu hal yang membuat Swiatek puas adalah kemampuannya menghadapi slice Parry.
Menurut Swiatek, pola permainan tersebut mengingatkannya pada mantan petenis nomor satu dunia, Ashleigh Barty, yang dikenal memiliki slice sebagai salah satu senjata utamanya.
Tantangan jauh lebih berat sudah menanti Swiatek di perempat final Cincinnati Open 2026. Ia akan kembali berhadapan dengan Elena Rybakina, hanya delapan hari setelah keduanya bertemu di final National Bank Open Toronto.
Baca Juga: Amanda Anisimova Bangkit di Cincinnati! Hentikan Alexandra Eala, Tantang Juara Wimbledon Linda Nosko
Saat itu, Swiatek tampil dominan dan menang dua set langsung untuk merebut gelar Toronto. Pertemuan di Cincinnati juga menjadi ulangan semifinal tahun lalu. Swiatek kembali menjadi pemenang dalam duel tersebut dengan skor 7-5, 6-3.
Namun, Rybakina datang dengan kondisi berbeda. Unggulan kedua Cincinnati Open itu belum kehilangan satu set pun sepanjang turnamen. Rybakina mengamankan tiket perempat final setelah menundukkan unggulan ke-14 Diana Shnaider 6-4, 6-4.
Servis menjadi kunci kemenangan petenis Kazakhstan tersebut. Rybakina mencatat delapan ace, memenangkan 41 dari 48 poin servis pertama atau 85 persen, serta menyelamatkan seluruh tujuh break point yang dihadapinya.
Baca Juga: Naomi Osaka Mundur dari Cincinnati Open, Kelelahan Jadi Alasan Jelang US Open
"Saya merasa servis sangat membantu. Saya tidak memulai pertandingan dengan terlalu baik, tetapi servis menjalankan tugasnya," kata Rybakina.
Duel Swiatek vs Rybakina kali ini diprediksi berlangsung lebih ketat. Selain status sebagai dua unggulan teratas, keduanya juga sedang dalam momentum bagus.
Swiatek datang dengan sembilan kemenangan beruntun, termasuk gelar Toronto. Rybakina juga belum kehilangan set di Cincinnati. Kondisi fisik pun menjadi perhatian. Rybakina mengakui dirinya mendapat waktu istirahat yang cukup setelah perjalanan dari Kanada.
Baca Juga: Draw Cincinnati Open 2026: Aryna Sabalenka-Naomi Osaka hingga Elena Rybakina-Iga Swiatek Berpotensi
"Setelah Kanada memang cukup berat. Dua malam terakhir saya bisa tidur dengan baik. Kita lihat besok," ujarnya.
Bagi Rybakina, duel melawan Swiatek juga menjadi persiapan penting sebelum US Open.
"Apa pun hasilnya, ini persiapan bagus untuk US Open karena saya menghadapi pemain yang sedang dalam performa bagus," kata Rybakina.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com