LombokPost – Final Cincinnati Open 2026 menghadirkan duel sesama petenis Amerika Serikat. Jessica Pegula vs Coco Gauff menjadi sajian penutup turnamen WTA 1000 di Cincinnati, Minggu malam waktu setempat.
Ini bukan sekadar final biasa. Pegula yang berstatus petenis Amerika Serikat dengan peringkat tertinggi saat ini akan berhadapan dengan Gauff dalam final tunggal putri Cincinnati Open pertama yang mempertemukan dua petenis Amerika sejak 1970.
Bagi Pegula, pertandingan ini menjadi kesempatan meraih gelar ketiganya pada musim 2026. Sementara Gauff memburu gelar keduanya di Cincinnati.
Baca Juga: Amanda Anisimova Tantang Jessica Pegula di Perempat Final Cincinnati, Misi Putus Rekor 0-5
Duel tersebut juga menjadi pertemuan ke-10 kedua petenis. Pegula untuk sementara unggul tipis 5-4 dalam rekor head-to-head.
Perjalanan Pegula Menuju Final
Pegula mendapatkan bye pada babak pertama. Ia kemudian melewati Simona Waltert dengan skor 6-3, 6-2.
Pada babak ketiga, Pegula mengalahkan unggulan ke-25 Emma Navarro 7-5, 6-2. Perjalanannya kemudian semakin berat.
Baca Juga: Iga Swiatek Siap Balas Elena Rybakina, Duel Ulangan Final Toronto Menanti di Cincinnati Open
Ia harus melewati Sorana Cirstea melalui pertarungan tiga set 6-2, 4-6, 7-5. Di perempat final, Pegula kembali menang dramatis atas Amanda Anisimova dengan skor 6-4, 2-6, 7-6 (4).
Tiket final akhirnya diamankan setelah Pegula menyingkirkan juara bertahan Iga Swiatek 7-5, 4-6, 6-4 di semifinal. Kemenangan atas Swiatek sekaligus menjadi kemenangan ke-300 Pegula di babak utama turnamen WTA.
Pegula kini memburu gelar ketiganya musim ini setelah sebelumnya berjaya di Dubai.
Gauff Makin Panas Menuju Final
Gauff juga tampil meyakinkan sepanjang Cincinnati Open 2026. Setelah mendapatkan bye pada babak pertama, Gauff sempat kehilangan set pembuka saat menghadapi Liudmila Samsonova. Namun, ia bangkit dan menang 2-6, 6-4, 6-1.
Sejak pertandingan tersebut, Gauff tampil semakin dominan. Ia menundukkan Ann Li 6-1, 7-6 (3), Marie Bouzkova 6-3, 6-2, serta Marta Kostyuk 6-2, 6-2.
Di semifinal, Gauff menyingkirkan kejutan turnamen Sara Bejlek 6-4, 6-1. Hasil tersebut mengantarkan Gauff ke final WTA 1000 ketiganya pada 2026, setelah sebelumnya mencapai partai puncak di Roma dan Miami. Momentum Gauff juga semakin bagus menjelang US Open.
Baca Juga: Singkirkan Alexander Zverev, Tommy Paul Melaju ke Perempat Final Cincinnati Open
Pegula Unggul dalam Statistik
Pegula memiliki sejumlah angka menarik menjelang final. Petenis berusia 32 tahun itu sudah mencapai lima final sepanjang 2026 dan memimpin daftar petenis dengan jumlah final terbanyak musim ini. Dari empat final sebelumnya, ia mencatat dua kemenangan.
Pegula juga telah mengoleksi 45 kemenangan sepanjang musim, terbanyak di antara seluruh petenis dalam tur. Di Cincinnati, ia juga sangat efektif memanfaatkan peluang. Dari lima pertandingan yang dimainkan, Pegula telah mengonversi 29 break point, terbanyak di antara pemain yang tersisa di turnamen.
Ia juga memiliki catatan impresif dalam pertandingan tiga set. Pegula sudah memenangi 17 laga tiga set di level tur sepanjang musim ini.
Baca Juga: Sara Bejlek Bikin Kejutan Besar di Cincinnati, Aryna Sabalenka Tumbang dari Petenis Nomor 35 Dunia
Gauff Punya Modal Tak Kalah Menarik
Gauff juga membawa sejumlah statistik menarik ke final. Pada usia 22 tahun, ia menjadi petenis termuda ketiga di Era Open yang berhasil mencapai final Cincinnati Open untuk kedua kalinya.
Hanya Evonne Goolagong pada 1973 dan Vera Zvonareva pada 2006 yang lebih muda ketika mencapai final kedua mereka di Cincinnati. Menariknya, sembilan final terakhir yang berhasil dicapai Gauff seluruhnya terjadi di panggung besar: Grand Slam, WTA Finals, atau WTA 1000.
Gauff juga memiliki catatan bagus menghadapi petenis kidal. Ia memenangi 19 dari 21 pertemuan terakhir melawan pemain kidal.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com