Carlos Alcaraz Kembali ke US Open Setelah 4 Bulan Absen, Akui Tak Mudah Ambil Keputusan

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:07 WIB
Carlos Alcaraz kembali di US Open 2026 setelah empat bulan absen akibat cedera. Ia siap melawan Roman Safiullin di babak pertama. (Instagram US Open)
Carlos Alcaraz kembali di US Open 2026 setelah empat bulan absen akibat cedera. Ia siap melawan Roman Safiullin di babak pertama. (Instagram US Open)

LombokPost – Carlos Alcaraz akhirnya kembali ke lapangan. Setelah empat bulan menepi akibat cedera pergelangan tangan kanan, petenis Spanyol itu siap menjalani comeback di US Open 2026.

Keputusan untuk kembali bertanding di Grand Slam terakhir musim ini ternyata tidak diambil dengan mudah. Alcaraz mengaku dirinya bersama tim harus memastikan kondisinya benar-benar siap sebelum memutuskan tampil di Flushing Meadows.

“Tim saya dan saya percaya bahwa saya sudah siap. Itu bukan keputusan yang mudah,” ujar Alcaraz.

Baca Juga: Ranking Nomor 1 Dunia Terancam, Aryna Sabalenka Bisa Digusur Elena Rybakina di US Open 2026

Petenis 23 tahun tersebut mengaku melakukan berbagai persiapan intensif agar pergelangan tangannya mampu menghadapi tuntutan pertandingan kompetitif.

“Saya melakukan apa pun yang diperlukan untuk siap. Saya mencoba melakukan semuanya dengan sempurna, baik di dalam maupun di luar lapangan,” kata Alcaraz.

Ia bahkan menjalani latihan panjang dan intens untuk melihat bagaimana respons pergelangan tangannya setelah beraktivitas dalam waktu lama.

Baca Juga: Zheng Qinwen Mulai Perburuan US Open, Singkirkan You Xiaodi di Babak Kualifikasi

Empat Bulan Jadi Penantian Panjang

US Open 2026 menjadi turnamen pertama Alcaraz sejak tampil di Barcelona pada April lalu. Cedera pergelangan tangan kanan memaksanya meninggalkan kompetisi selama sekitar empat bulan. Masa awal pemulihan menjadi periode yang cukup berat bagi juara bertahan US Open tersebut.

“Bulan pertama cukup sulit bagi saya karena saya tidak bisa melakukan apa pun dengan lengan kanan,” tutur Alcaraz.

Namun, di tengah proses pemulihan, ia mencoba menikmati waktu bersama keluarga dan teman-temannya. Masalah baru muncul ketika Alcaraz mulai kembali berlatih. Saat itu, ia belum mengetahui kapan bisa benar-benar kembali bertanding.

Ia bahkan sempat tidak yakin apakah bisa tampil di Cincinnati, US Open, atau harus melewatkan seluruh rangkaian turnamen lapangan keras Amerika Serikat.

Tak Mau Ubah Gaya Bermain

Cedera panjang biasanya membuat atlet melakukan penyesuaian teknik untuk mengurangi risiko kambuh. Namun, Alcaraz memilih jalan berbeda.

Ia memastikan tidak akan mengubah teknik maupun gaya bermainnya hanya karena cedera.

Baca Juga: Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026, Tumbangkan Jessica Pegula dan Gabung Klub Eksklusif

“Tidak sama sekali. Saya melakukan hal yang sama. Saya tidak mengubah teknik, pergerakan, maupun cara bermain,” tegasnya.

Bagi Alcaraz, hal terpenting adalah kembali merasa sebagai dirinya sendiri ketika berada di lapangan.

“Saya ingin merasa seperti diri saya sendiri. Dan menurut saya itu penting,” lanjutnya.

Baca Juga: Carloz Alcaraz Gandeng Serena Williams di US Open, Duet Legendaris Siap Bikin Geger Mixed Doubles

Flushing Meadows Jadi Tempat Spesial

Kembalinya Alcaraz di US Open terasa semakin istimewa karena New York merupakan tempat lahirnya salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya. Pada 2022, Alcaraz meraih gelar Grand Slam pertamanya di Flushing Meadows.

Gelar tersebut sekaligus membuatnya menjadi petenis termuda yang pernah menduduki peringkat satu dunia dalam sejarah PIF ATP Rankings.

Kini, ia kembali ke tempat yang sama dengan status berbeda: juara bertahan US Open. Alcaraz juga telah merasakan atmosfer kompetisi di New York dengan tampil bersama Serena Williams pada nomor mixed doubles.

Namun, tantangan sebenarnya dimulai di nomor tunggal. Pada babak pertama US Open 2026, Alcaraz akan menghadapi Roman Safiullin.

Lawan tersebut bukan nama asing bagi sang juara bertahan. Safiullin pernah mengalahkan Alcaraz dua set langsung pada Paris Masters 2023. Karena itu, pertandingan pertama comeback Alcaraz dipastikan bukan sekadar formalitas.

Baca Juga: Jannik Sinner Absen di US Open 2026, Cedera Lutut Paksa Petenis Nomor 1 Dunia Menepi

Ia membutuhkan pertandingan kompetitif untuk kembali menemukan ritme setelah lama meninggalkan tur.

“Saya datang dengan perasaan bahwa saya membutuhkan kompetisi. Saya perlu berlatih bersama pemain-pemain ini dan merasakan persaingan lagi,” ungkap Alcaraz.

Belajar dari Cedera

Menariknya, Alcaraz justru merasa cedera tersebut memberinya pelajaran penting. Selama masa pemulihan, ia belajar mengendalikan rasa takut sekaligus mempercayai orang-orang di sekelilingnya.

Baca Juga: Carlos Alcaraz Kembali! Sang Juara Bertahan Siap Tempur di US Open 2026

“Cedera itu banyak membantu saya untuk memahami bahwa semuanya ada di kepala saya,” ujarnya.

Kini, Alcaraz hanya ingin bermain tanpa dibayangi ketakutan. Ia percaya kepada timnya, percaya terhadap proses pemulihan, dan merasa latihan yang dijalaninya sejauh ini berjalan baik.

“Saya hanya harus melakukannya 100 persen. Saat ini, dengan latihan yang sudah saya jalani, semuanya berjalan baik. Saya mencoba menjauh dari rasa takut dan bermain normal,” pungkasnya.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : atptour.com
US Open 2026 Carlos Alcaraz grand slam us open