LombokPost – Novak Djokovic mengakhiri perjalanan di US Open 2026 dengan cara yang mengejutkan. Petenis Serbia itu langsung tersingkir pada babak pertama setelah kalah dari Mariano Navone dalam pertandingan yang diwarnai masalah fisik serius.
Djokovic mengaku mengalami kondisi yang sangat buruk selama pertandingan. Ia bahkan beberapa kali muntah, mengalami kram dan nyeri di sekujur tubuh hingga masalah pada punggung dan bahu.
“Itu jelas merupakan perasaan yang mengerikan di lapangan,” kata Djokovic setelah pertandingan.
Baca Juga: Serena-Venus Williams Reuni di US Open 2026, Dapat Wild Card dan Bidik Gelar Ganda Ketiga
Petenis 39 tahun tersebut mengungkapkan masalah fisik sebenarnya sudah menghantuinya hampir sepanjang musim.
“Muntah, muntah. Itu masalah serius. Kemudian seluruh tubuh saya mulai menyerah, pada dasarnya kram dan rasa sakit,” ujarnya.
Unggul Dua Set, Djokovic Tetap Tak Berdaya
Ironisnya, kondisi tersebut tidak langsung membuat Djokovic menyerah. Meski kesulitan secara fisik, Djokovic sempat unggul dua set berbanding satu atas Navone. Bahkan, ia memiliki keunggulan break pada set keempat.
Baca Juga: Ranking Nomor 1 Dunia Terancam, Aryna Sabalenka Bisa Digusur Elena Rybakina di US Open 2026
Namun, tenaga Djokovic semakin terkuras. Ia mengaku sudah merasakan masalah tersebut sejak gim keempat pertandingan. Keunggulan yang dimiliki tidak cukup untuk membawanya melewati garis finis.
“Saya unggul satu break di set keempat, tetapi sejak gim keempat pertandingan saya benar-benar kesulitan,” tutur Djokovic.
Pada akhirnya, Navone mampu memanfaatkan situasi tersebut dan menyelesaikan pertandingan.
Sempat Berpikir Mundur
Kondisi fisik Djokovic begitu buruk hingga ia mengaku sempat mempertimbangkan untuk retire atau mundur dari pertandingan. Namun, setelah mampu merebut set dan kembali melihat peluang kemenangan, Djokovic memilih terus berjuang.
“Saya sempat memikirkannya. Tetapi kemudian saya memenangkan satu set dan set ketiga. Saya berpikir, mungkin masih ada peluang,” katanya.
Djokovic menolak menyerah begitu saja. “Saya tidak ingin menyerah di set keempat atau kelima. Saya ingin menyelesaikan pertandingan,” lanjutnya.
Baca Juga: Zheng Qinwen Mulai Perburuan US Open, Singkirkan You Xiaodi di Babak Kualifikasi
Keputusan tersebut membuat Djokovic tetap bertahan hingga pertandingan berakhir, meski tubuhnya sudah tidak dalam kondisi ideal.
Rekor Panjang Djokovic Akhirnya Patah
Kekalahan tersebut terasa semakin mengejutkan karena Djokovic memiliki rekor luar biasa di Grand Slam. Sebelum menghadapi Navone, Djokovic belum pernah kalah pada babak pertama turnamen Grand Slam sejak Australian Open 2006.
Kekalahan di US Open 2026 sekaligus menjadi salah satu hasil paling mengejutkan dalam perjalanan panjang kariernya. Satu-satunya kekalahan babak pertama Grand Slam Djokovic sebelumnya terjadi di Australian Open 2005.
Baca Juga: Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026, Tumbangkan Jessica Pegula dan Gabung Klub Eksklusif
Namun, Djokovic mengaku tidak ingin terlalu memikirkan rekor masa lalu. “Ini rekor yang bagus, satu lagi. Tetapi saya tidak benar-benar memikirkannya,” ujarnya.
Menurut Djokovic, pencapaian masa lalu tetap membanggakan, tetapi kondisi saat ini jauh lebih penting. “Saya sangat bangga dengan semua pencapaian di masa lalu. Tetapi sekarang adalah sekarang. Saya baru saja keluar dari lapangan dan masih berusaha mengelola tubuh saya.”
Tangis Djokovic di Hadapan Penonton New York
Ada satu momen emosional setelah pertandingan. Ketika Djokovic tertinggal 1-3 pada set penentuan, penonton di New York berusaha memberikan dukungan. Sorakan dari tribun ditujukan untuk membangkitkan semangat petenis berusia 39 tahun tersebut.
Djokovic terlihat tersentuh hingga meneteskan air mata. Ia mengaku sangat menghargai dukungan yang diberikan penonton sepanjang pertandingan.
“Mereka sangat baik. Saya sangat bersyukur bisa mengalami ini,” kata Djokovic.
Baca Juga: Carloz Alcaraz Gandeng Serena Williams di US Open, Duet Legendaris Siap Bikin Geger Mixed Doubles
Meski pertandingan tersebut menjadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan secara fisik, Djokovic mengaku dukungan penonton menjadi sisi positif yang tidak akan dilupakannya.
“Dari perspektif penonton dan dukungan, itu luar biasa. Sejak awal mereka berusaha mengangkat saya di momen-momen penting,” ujarnya.
Djokovic bahkan meminta maaf karena merasa tidak mampu memberikan penampilan terbaik kepada mereka.
Baca Juga: Jannik Sinner Absen di US Open 2026, Cedera Lutut Paksa Petenis Nomor 1 Dunia Menepi
“Saya sangat menyesal tidak tampil sebaik yang seharusnya, yang saya bisa, atau yang saya inginkan untuk mereka,” tambahnya.
Namun, ada satu hal yang membuatnya tersentuh. “Cinta dan penghargaan yang mereka berikan pada akhirnya benar-benar menyentuh hati saya,” pungkasnya.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : atptour.com