Novak Djokovic Tumbang di Babak Pertama US Open 2026, Ini Respons Carlos Alcaraz

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:42 WIB
Djokovic tersingkir di babak pertama US Open 2026. Alcaraz menyebutnya kejutan besar setelah comeback mulus dan kini fokus ke Jaime Faria. (Instagram Carlos Alcaraz)
Djokovic tersingkir di babak pertama US Open 2026. Alcaraz menyebutnya kejutan besar setelah comeback mulus dan kini fokus ke Jaime Faria. (Instagram Carlos Alcaraz)

LombokPost – Kejutan besar terjadi di US Open 2026. Novak Djokovic tersingkir pada babak pertama setelah kalah lima set dari Mariano Navone. Hasil tersebut otomatis mengubah peta persaingan di jalur Carlos Alcaraz.

Alcaraz mengakui kekalahan mengejutkan Djokovic tersebut sebagai sesuatu yang sulit dipercaya. “Saya melihat set kelima. Jelas, ini pertama kalinya Novak kalah di babak pertama di turnamen ini, jadi ini kejutan besar,” ujar Alcaraz setelah menaklukkan Roman Safiullin, Senin.

Djokovic sebelumnya merupakan salah satu calon lawan Alcaraz di semifinal. Keduanya berada di paruh undian yang sama dan berpotensi bertemu di empat besar. Namun, kekalahan Djokovic membuat jalur tersebut kini terbuka lebih lebar bagi Alcaraz untuk mempertahankan gelar US Open.

Baca Juga: Bencic-Cobolli ke Final US Open, Bangkit dari Ketertinggalan dan Incar Hadiah Rp16 Miliar

Meski jalurnya menjadi lebih ringan, Alcaraz tidak mau terlena. Petenis Spanyol itu menegaskan bahwa semifinal masih terlalu jauh untuk dipikirkan. Baginya, tantangan terbesar adalah pertandingan yang ada di depan mata.

“Dia memang berada di bagian undian saya, tetapi itu di semifinal. Bagi saya, semifinal masih terlalu jauh. Saya hanya mencoba menjalani setiap babak satu per satu,” tegas Alcaraz.

Sikap tersebut menjadi penting karena Grand Slam selalu menghadirkan potensi kejutan. Menurut Alcaraz, setiap pertandingan harus diperjuangkan sejak poin pertama hingga terakhir. Tidak ada lawan yang bisa dianggap mudah.

Baca Juga: Serena-Venus Williams Reuni di US Open 2026, Dapat Wild Card dan Bidik Gelar Ganda Ketiga

“Setiap Grand Slam sangat sulit untuk melewati setiap babak, melawan setiap pemain. Anda harus mendapatkan kemenangan dari bola pertama sampai terakhir,” katanya.

Ada cerita menarik di balik kekalahan Djokovic tersebut. Alcaraz mengaku menyaksikan pertandingan Djokovic hingga hampir tengah malam. Namun, keesokan harinya ia harus kembali ke lapangan untuk menjalani pertandingan yang tidak kalah penting.

Maklum, duel melawan Safiullin merupakan pertandingan tunggal pertama Alcaraz setelah 139 hari. Setelah empat bulan absen akibat cedera pergelangan tangan kanan, Alcaraz akhirnya kembali bertanding di panggung kompetitif.

Baca Juga: Ranking Nomor 1 Dunia Terancam, Aryna Sabalenka Bisa Digusur Elena Rybakina di US Open 2026

Hasilnya meyakinkan. Ia mengalahkan Safiullin tiga set langsung dan memperbaiki rekor pertemuan menjadi 2-1. Selain kemenangan, ada kabar yang jauh lebih penting bagi Alcaraz.

Petenis 23 tahun itu mengaku tidak merasakan sakit pada pergelangan tangannya setelah pertandingan. “Saya bebas dari rasa sakit,” ujar Alcaraz.

Ia juga mencatat 28 winner dalam pertandingan comeback tersebut. Hasil itu membuat Alcaraz bisa bernapas lebih lega. Cedera yang membuatnya menepi selama empat bulan ternyata tidak menghambat performanya ketika kembali ke pertandingan kompetitif.

Namun, Alcaraz tetap sadar bahwa proses comeback belum selesai. Ia masih ingin melihat bagaimana kondisi tubuhnya merespons pertandingan demi pertandingan di New York.

Baca Juga: Zheng Qinwen Mulai Perburuan US Open, Singkirkan You Xiaodi di Babak Kualifikasi

Kembali bermain setelah 139 hari bukan perkara mudah. Alcaraz mengaku sempat merasakan ketegangan luar biasa sebelum pertandingan dimulai. “Hari itu sulit bagi saya. Tetapi pada saat yang sama, sangat indah,” katanya.

Sejak pagi, pikirannya dipenuhi pertanyaan tentang bagaimana rasanya kembali bertanding. “Saya sangat gugup, berpikir, ‘Saya akan melakukannya, saya akan kembali berkompetisi.’ Saya lebih gugup dari biasanya,” ungkapnya.

Namun, perasaan tersebut berubah setelah pertandingan dimulai. Alcaraz mampu menjalankan rencana permainan dengan baik dan mengakhiri laga tanpa cedera.

Baca Juga: Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026, Tumbangkan Jessica Pegula dan Gabung Klub Eksklusif

Targetnya kini sederhana: menikmati pertandingan dan memastikan tubuhnya mampu terus bertahan. “Tujuan saya di sini adalah berkompetisi, menikmati pertandingan, dan melihat bagaimana tubuh saya bereaksi setelah pertandingan.”

Kemenangan atas Safiullin membuat Alcaraz melanjutkan perjalanannya di US Open 2026. Ia kini memiliki rekor 23-3 sepanjang musim 2026 berdasarkan Infosys ATP Win/Loss Index.

Pada babak kedua, Alcaraz akan menghadapi petenis muda Portugal yang sedang naik daun, Jaime Faria. Dengan Djokovic sudah tersingkir, perhatian tentu semakin besar kepada Alcaraz.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : atptour.com
US Open 2026 Carlos Alcaraz babak pertama novak djokovic us open