LombokPost – Aryna Sabalenka mengawali perjuangan mempertahankan gelar US Open 2026 dengan kemenangan. Petenis nomor satu dunia itu mengalahkan Camila Osorio dua set langsung, 6-2, 6-4, dalam waktu 1 jam 27 menit.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Sabalenka. Namun, perjalanan di Flushing Meadows kali ini bukan sekadar mempertahankan gelar US Open. Ada ancaman besar terhadap posisi Sabalenka sebagai nomor satu dunia.
Sabalenka harus mempertahankan gelar di New York jika ingin menjaga takhtanya. Jika gagal menjadi juara, posisi puncak PIF WTA Rankings berpotensi direbut pemain lain dan Sabalenka bahkan bisa turun hingga peringkat keempat.
Baca Juga: Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic Satu Jalur di US Open 2026, Potensi Duel Panas Menanti di Semifina
Menghadapi Osorio, Sabalenka belum tampil dalam performa terbaiknya. Petenis Belarus tersebut beberapa kali terlihat frustrasi. Ia membuat 23 unforced errors, termasuk empat double fault.
Namun, Sabalenka mampu menutup kelemahan tersebut dengan agresivitasnya. Ia menghasilkan 32 winner untuk mengamankan kemenangan dua set langsung.
Hasil itu memperpanjang sejumlah catatan impresifnya. Sabalenka kini mencatat 24 kemenangan beruntun pada pertandingan babak pertama Grand Slam. Rangkaian tersebut dimulai sejak kekalahannya dari Carla Suárez Navarro pada babak pertama Australian Open 2020. Di New York, Sabalenka juga mencatat 14 kemenangan beruntun.
Baca Juga: Bencic-Cobolli ke Final US Open, Bangkit dari Ketertinggalan dan Incar Hadiah Rp16 Miliar
Pertandingan sebenarnya dimulai dengan cukup kacau. Tiga gim pertama seluruhnya berakhir dengan break. Osorio bahkan melakukan lima double fault dalam dua service game pertamanya. Kesalahan tersebut dimanfaatkan Sabalenka untuk mengambil kendali.
Namun, situasi berubah pada set kedua. Sabalenka langsung mendapatkan break setelah Osorio kembali melakukan double fault. Tetapi petenis Belarus itu tidak mampu mempertahankan keunggulannya dan memberikan break kembali melalui gim penuh kesalahan.
Osorio mulai menemukan kepercayaan diri. Petenis Kolombia tersebut mencoba mengubah pola permainan dengan lebih sering maju ke net, memainkan drop shot, serta melepaskan lob yang menyulitkan Sabalenka.
Baca Juga: Serena-Venus Williams Reuni di US Open 2026, Dapat Wild Card dan Bidik Gelar Ganda Ketiga
Tekanan bahkan membuat Osorio mendapatkan dua break point untuk unggul 4-2. Di sinilah Sabalenka menunjukkan kualitasnya sebagai pemain nomor satu dunia. Ia menyelamatkan kedua break point tersebut melalui kombinasi pukulan backhand dan akhirnya mempertahankan servis.
Pada kedudukan 4-4, double fault kesembilan Osorio menjadi titik balik. Sabalenka mendapatkan break penting dan kemudian menyelesaikan pertandingan pada match point kedua melalui service winner.
Sabalenka mengakui Osorio mampu meningkatkan permainan setelah pertandingan berjalan. Menurutnya, lawan mulai bermain lebih agresif dan membuat dirinya harus lebih banyak bergerak mundur.
“Saya mencoba tetap seagresif mungkin. Terkadang saya harus mundur hanya untuk menjaga bola tetap dalam permainan, lalu kembali maju,” ujar Sabalenka.
Baca Juga: Ranking Nomor 1 Dunia Terancam, Aryna Sabalenka Bisa Digusur Elena Rybakina di US Open 2026
Ia juga memberikan apresiasi kepada Osorio yang mampu memberikan perlawanan. “Dia bermain bagus. Dia memberikan perlawanan dan bertarung dengan sangat baik,” kata Sabalenka.
Sabalenka selanjutnya akan menghadapi Polina Iatcenko pada babak kedua US Open 2026. Petenis 22 tahun itu datang sebagai pemain kualifikasi dan baru saja mencatat kemenangan Grand Slam pertamanya.
Iatcenko menyingkirkan Renata Zarazua dalam pertandingan dramatis selama 3 jam 27 menit dengan skor 4-6, 6-4, 7-6. Yang menarik, Iatcenko sempat berada dalam posisi hampir kalah. Ia empat kali hanya berjarak dua poin dari kekalahan dan tertinggal 3-5 pada set penentuan.
Baca Juga: Zheng Qinwen Mulai Perburuan US Open, Singkirkan You Xiaodi di Babak Kualifikasi
Namun, petenis peringkat 160 dunia tersebut mampu bangkit dan merebut kemenangan.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com