LombokPost – Janice Tjen kembali harus mengakui keunggulan Mirra Andreeva. Hanya berselang 14 hari dari pertemuan di Cincinnati, petenis Indonesia itu kembali dikalahkan Andreeva, kali ini pada babak pertama US Open 2026.
Andreeva tampil dominan untuk membungkus kemenangan 6-2, 6-2 atas Tjen di Louis Armstrong Stadium, Selasa waktu setempat atau Rabu WIB. Hasil tersebut mengantarkan unggulan kelima US Open itu ke babak kedua.
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Andreeva atas Tjen dalam kurun waktu dua pekan. Sebelumnya, mereka bertemu di Cincinnati dan Andreeva menang 6-1, 7-6 (5) pada babak 16 besar.
Baca Juga: Carlos Alcaraz Kembali ke US Open Setelah 4 Bulan Absen, Akui Tak Mudah Ambil Keputusan
Bedanya, kali ini Tjen nyaris tidak mendapatkan kesempatan untuk memberikan tekanan berarti.
Andreeva Langsung Tancap Gas
Sejak awal pertandingan, Andreeva bermain agresif. Petenis Rusia tersebut tidak memberikan banyak waktu kepada Tjen untuk mengembangkan permainan. Ia berani mengambil inisiatif serangan dan efektif ketika berada di dekat net.
Pada set pertama, Andreeva memenangi tujuh dari delapan poin di net dan menghasilkan enam winner. Setelah unggul 5-2 melalui break, Andreeva menutup set pertama dengan servis tanpa kehilangan poin. Ia bahkan merebut 12 poin beruntun untuk mengakhiri set tersebut.
Baca Juga: Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic Satu Jalur di US Open 2026, Potensi Duel Panas Menanti di Semifina
Situasi tersebut membuat Tjen semakin sulit mengejar. “Pertandingan kami di Cincinnati sangat sulit. Saya ingat kondisinya berat, panas dan lembap, dan itu pertama kalinya saya bermain melawannya,” kata Andreeva.
Ketika melihat hasil undian US Open dan kembali bertemu Tjen, Andreeva sempat mengakui bahwa lawannya bukan pemain yang mudah dihadapi. “Saya berpikir, ‘Oke, dia bukan lawan yang mudah dimainkan,’” ujarnya.
Belajar dari Pertemuan di Cincinnati
Pengalaman dua pekan lalu menjadi modal penting bagi Andreeva. Di Cincinnati, Tjen sempat memberikan tekanan lebih besar pada set kedua. Ia berani mengambil risiko melalui pukulan forehand yang menjadi salah satu senjata utamanya.
Namun, Andreeva sudah mengetahui apa yang harus diperbaiki ketika kembali bertemu di New York. Ia berdiskusi dengan pelatih untuk mencari cara agar lebih percaya diri di lapangan.
“Saya hanya mencoba berbicara dengan pelatih untuk melihat apa yang bisa saya lakukan lebih baik agar merasa percaya diri di lapangan,” tutur Andreeva.
Baca Juga: Bencic-Cobolli ke Final US Open, Bangkit dari Ketertinggalan dan Incar Hadiah Rp16 Miliar
Jawabannya adalah bermain lebih agresif. “Saya hanya mencoba sangat agresif dan berani mengambil pukulan saya. Hari ini pertandingan saya lebih baik,” katanya.
Servis Jadi Kunci Andreeva
Salah satu faktor utama dominasi Andreeva dalam dua pertemuan tersebut adalah servis. Di Cincinnati, Tjen sempat membuat Andreeva bekerja keras pada set kedua. Namun, Andreeva tetap mampu mempertahankan servis dan tidak pernah kehilangan game servisnya.
Pola serupa kembali terjadi di US Open. Andreeva tidak memberikan satu pun break kepada Tjen sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Serena-Venus Williams Reuni di US Open 2026, Dapat Wild Card dan Bidik Gelar Ganda Ketiga
Kekuatan servis tersebut membuat Tjen kesulitan mendapatkan momentum, sementara Andreeva semakin leluasa mengambil kendali reli. Hasilnya, set kedua berjalan jauh lebih cepat dan Andreeva memastikan kemenangan dua set langsung.
Empat Tahun Beruntun ke Babak Kedua
Kemenangan atas Tjen juga mempertahankan catatan apik Andreeva di US Open. Petenis berusia 19 tahun itu kini berhasil mencapai babak kedua US Open dalam empat edisi beruntun.
Setelah kemenangan ini, Andreeva akan menghadapi Eva Lys pada babak kedua. Lys lebih dahulu mengamankan tiket ke babak berikutnya setelah menundukkan petenis kualifikasi Gabriela Knutson.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com