LombokPost – Carlos Alcaraz sempat kehilangan set pertama. Namun, setelah menemukan ritmenya, petenis Spanyol itu berubah menjadi mesin kemenangan. Alcaraz menaklukkan Jaime Faria 4-6, 6-0, 6-3, 6-2 untuk melaju ke babak ketiga US Open 2026.
Pertandingan di Arthur Ashe Stadium, Rabu waktu setempat, menjadi ujian penting bagi Alcaraz. Ini merupakan turnamen pertamanya setelah absen hampir empat bulan akibat cedera pergelangan tangan kanan yang dialaminya sejak pertengahan April.
Namun, kekhawatiran soal kondisi fisiknya perlahan terjawab. Dalam dua pertandingan awal di US Open 2026, Alcaraz tidak menunjukkan tanda-tanda terganggu oleh cedera tersebut.
Baca Juga: Elena Rybakina Lolos Babak Pertama US Open, Cedera Aman dan Takhta Nomor 1 Dunia Menanti
Menghadapi Faria yang berstatus petenis peringkat 72 dunia, Alcaraz sempat kesulitan menemukan permainan terbaiknya. Petenis Portugal itu tampil agresif dan merebut break pertama ketika kedudukan 3-3 pada set pembuka.
Alcaraz gagal menyelesaikan pola serve plus one setelah forehand-nya melebar. Kesalahan tersebut menjadi titik balik set pertama yang akhirnya dimenangi Faria 6-4.
"Saya merasa bermain bagus di set pertama. Saya mendapat break point dan melakukan forehand yang sebenarnya cukup mudah bagi saya, tetapi saya terburu-buru," ujar Alcaraz.
Baca Juga: Mirra Andreeva Kembali Jinakkan Janice Tjen, Kali Ini di US Open
Setelah kehilangan set pertama, Alcaraz memilih tidak panik. Ia menyelamatkan break point pada gim servis pertamanya di set kedua. Setelah itu, semuanya berubah.
Set Kedua Jadi Titik Balik
Alcaraz mencatat delapan gim beruntun setelah tertinggal satu set. Ia akhirnya merebut servis Faria melalui sebuah forehand pass yang memicu gemuruh penonton Arthur Ashe Stadium. Pukulan tersebut sekaligus menjadi tanda kebangkitan Carlos Alcaraz di US Open.
Set kedua hanya berlangsung 33 menit dan menjadi titik balik pertandingan. Alcaraz semakin nyaman memukul bola, sementara level permainan Faria mulai menurun.
Setelah itu, pertandingan praktis berada dalam kendali Alcaraz. Petenis 23 tahun tersebut bermain lebih bebas dan menghasilkan pukulan-pukulan bersih.
Alcaraz menyelesaikan pertandingan dalam 2 jam 40 menit dengan catatan 43 winners. Ia juga memenangi 70 persen poin dari servis keduanya. Sebagai pembanding, Faria hanya mampu memenangkan 31 persen poin dari servis kedua.
"Setelah itu, saya hanya mencoba tetap fokus dan tenang. Saya berpikir bahwa hal-hal baik akan kembali terjadi," kata Alcaraz.
Baca Juga: Aryna Sabalenka Menang di Babak Pertama US Open 2026, tapi Takhta Nomor Satu Masih Terancam
Comeback Empat Bulan Mulai Terlihat
Kemenangan ini menjadi sinyal positif dalam comeback Alcaraz. Meski baru kembali berkompetisi setelah hampir empat bulan, performanya justru semakin meningkat setelah melewati set pertama.
Tak ada lagi tanda bahwa Alcaraz merupakan pemain yang lama absen. Ia bergerak leluasa, memukul bola dengan agresif, dan mampu mempertahankan intensitas permainan hingga pertandingan berakhir.
Kini, Alcaraz juga semakin dekat dengan ambisi mempertahankan gelar US Open. Jika kembali menjadi juara di New York, Alcaraz akan menjadi petenis pertama sejak Roger Federer yang mampu mempertahankan gelar US Open secara beruntun. Federer sebelumnya memenangkan lima gelar berturut-turut pada 2004 hingga 2008.
Baca Juga: Novak Djokovic Tumbang di Babak Pertama US Open 2026, Ini Respons Carlos Alcaraz
Alcaraz telah dua kali menjadi juara US Open. Gelar Grand Slam pertamanya diraih di New York pada 2022, sebelum kembali mengangkat trofi pada 2025.
Petenis Spanyol itu juga memasuki US Open dengan status salah satu kandidat utama perebutan gelar. Awal tahun ini, Alcaraz mencetak sejarah sebagai petenis putra termuda yang melengkapi Career Grand Slam pada usia 22 tahun.
Kemenangan atas Faria sekaligus menjadi kemenangan ke-26 Alcaraz di babak utama US Open. Dari empat turnamen Grand Slam, New York kini menjadi panggung dengan jumlah kemenangan terbanyak bagi dirinya.
Wu Yibing Menanti di Babak Ketiga
Langkah Alcaraz belum berhenti. Pada babak ketiga US Open 2026, ia akan menghadapi petenis Tiongkok Wu Yibing. Wu melaju setelah mengalahkan James Duckworth 7-5, 6-3, 6-1.
Pertemuan nanti menjadi duel kedua antara Alcaraz dan Wu. Alcaraz sementara unggul 1-0 dalam rekor head-to-head setelah memenangkan pertemuan pertama mereka di Shanghai pada 2024.
Menariknya, Alcaraz masih sempurna di turnamen Grand Slam sepanjang musim 2026. Kemenangan atas Faria membuat rekornya menjadi 9-0 di Grand Slam tahun ini.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : atptour.com