LombokPost – Alexander Zverev kembali dipaksa bekerja keras di US Open 2026. Unggulan teratas itu melewati laga lima set kedua secara beruntun setelah menundukkan petenis Prancis Quentin Halys 6-4, 4-6, 7-6 (3), 6-7 (3), 6-3 dalam duel yang berlangsung 4 jam 33 menit.
Kemenangan tersebut membuat Zverev melaju ke babak ketiga US Open. Namun, perjalanan menuju babak berikutnya kembali menguras tenaga.
Dua hari sebelumnya, Zverev juga harus menjalani pertandingan maraton saat menghadapi Lorenzo Sonego. Ia menang dalam duel lima set yang berlangsung 4 jam 53 menit.
Baca Juga: Aryna Sabalenka Menggila di US Open, 24 Winners Hancurkan Polina Iatcenko dalam 53 Menit
Artinya, dalam dua pertandingan pertamanya di US Open 2026, Zverev sudah menghabiskan lebih dari sembilan jam di lapangan.
Pertandingan melawan Halys bahkan berakhir hingga Jumat dini hari. Dalam suasana New York yang lembap, kedua petenis baru menyelesaikan pertandingan pada pukul 02.15 waktu setempat.
Julukan "kota yang tak pernah tidur" benar-benar terasa di Flushing Meadows.
Baca Juga: Alexandra Eala Kembali Tembus Babak Kedua US Open, Tren Positif Berlanjut
Dua Laga, Dua Drama Lima Set
Zverev sempat membuka pertandingan dengan baik. Ia merebut set pertama 6-4. Namun, Halys merespons dengan permainan agresif dan menyamakan kedudukan setelah memenangi set kedua 6-4.
Set ketiga berlangsung ketat. Zverev akhirnya mampu mengamankan keunggulan melalui tiebreak dengan skor 7-3.
Namun, Halys kembali menolak menyerah. Petenis Prancis itu memaksakan tiebreak pada set keempat dan menang 7-3 untuk membuat pertandingan harus ditentukan melalui set kelima.
Di sinilah pengalaman dan ketahanan fisik Alexander Zverev kembali diuji. Zverev berhasil mendapatkan momentum pada set penentuan dan menjaga keunggulannya hingga menutup pertandingan 6-3.
Kemenangan tersebut memperpanjang perjalanan Zverev dalam upayanya meraih gelar Grand Slam kedua dan trofi pertamanya di Flushing Meadows. Namun, ada pekerjaan rumah yang masih harus dibenahi.
Akurasi Pukulan Jadi Sorotan
Zverev datang ke US Open 2026 dengan status unggulan pertama untuk kali pertama dalam kariernya di turnamen Grand Slam. Petenis Jerman berusia 29 tahun tersebut juga datang sebagai juara Roland Garros tahun ini.
Baca Juga: Elena Rybakina Lolos Babak Pertama US Open, Cedera Aman dan Takhta Nomor 1 Dunia Menanti
Meski demikian, dua laga lima set pada awal turnamen menunjukkan bahwa perjalanan Zverev di New York tidak akan mudah. Ia perlu meningkatkan akurasi pukulan dari baseline jika ingin bertahan lebih jauh. Apalagi, Zverev memiliki kenangan pahit di US Open.
Pada 2020, ia sudah sangat dekat dengan gelar ketika mencapai final. Saat itu, Zverev sempat unggul dua set atas Dominic Thiem, tetapi akhirnya kehilangan pertandingan dan gagal mengangkat trofi.
Kini, Zverev kembali mendapat kesempatan. Targetnya jelas: melangkah satu tingkat lebih jauh dibanding penampilannya pada 2020.
Baca Juga: Mirra Andreeva Kembali Jinakkan Janice Tjen, Kali Ini di US Open
Tabilo Menanti di Babak Ketiga
Tantangan berikutnya sudah menunggu. Zverev akan menghadapi unggulan ke-25 Alejandro Tabilo pada babak ketiga US Open. Tabilo bukan lawan asing bagi Zverev. Keduanya sudah pernah bertemu di US Open tahun lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Zverev mengalahkan petenis Chile itu pada babak pertama. Kemenangan tersebut sekaligus membuat rekor head-to-head Zverev atas Tabilo menjadi 2-0.
Namun, kondisi kali ini berbeda. Zverev datang setelah menjalani dua pertandingan lima set dengan total waktu lebih dari sembilan jam. Faktor kebugaran bisa menjadi salah satu tantangan terbesar ketika menghadapi Tabilo.
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : atptour.com