LombokPost – Iva Jovic akhirnya menembus babak 16 besar US Open untuk kali pertama dalam kariernya. Petenis Amerika Serikat berusia 18 tahun itu harus melewati duel superketat selama lebih dari tiga jam untuk menyingkirkan Alexandra Eala.
Jovic menang dramatis atas Eala dengan skor 7-5, 3-6, 7-5 dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Arthur Ashe Stadium.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian terbaik Jovic di US Open. Sebelum turnamen tahun ini, petenis peringkat 14 dunia itu belum pernah melangkah lebih jauh dari babak kedua di New York. Namun, perjalanan Jovic kali ini benar-benar tidak mudah.
Baca Juga: Sabalenka Makin Tak Terbendung di US Open, 16 Kemenangan Beruntun Jadi Bukti
Saling kejar di set penentuan
Setelah berbagi kemenangan pada dua set pertama, Eala langsung mengambil momentum pada awal set ketiga. Petenis Filipina itu mematahkan servis Jovic pada gim pertama dan mempertahankan servis berikutnya untuk unggul 2-0.
Jovic tidak tinggal diam. Dua gim kemudian, ia berhasil merebut kembali servis Eala.
Sejak saat itu, pertandingan berubah menjadi pertarungan ketahanan fisik dan mental. Keduanya saling melepaskan pukulan keras, bertahan dari reli panjang, sekaligus menunjukkan kualitas permainan di depan penonton Arthur Ashe Stadium.
Baca Juga: Pusing dan Lihat Bintik, Auger-Aliassime Tumbang di US Open di Tangan Khachanov
Mayoritas penonton memang memberikan dukungan kepada Eala. Namun, atmosfer pertandingan berubah menjadi lebih netral ketika duel memasuki fase-fase krusial.
Jovic sempat kehilangan keunggulan setelah melakukan double fault. Eala kemudian memanfaatkannya untuk memimpin 4-2 setelah memegang servis tanpa kehilangan poin.
Tetapi keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Jovic memenangkan gim berikutnya setelah melalui dua kali deuce. Ia kemudian menyamakan kedudukan lewat sebuah winner backhand yang akurat saat menerima servis Eala.
Sebuah running forehand volley winner membuat Jovic berbalik unggul 5-4. Ia bahkan mendapatkan match point pada gim berikutnya. Namun, pukulan backhand Jovic justru masuk ke net.
Eala berhasil bertahan dan menyamakan skor 5-5. Jovic kembali mengambil kendali. Sebuah ace pada kedudukan 40-15 membawanya unggul 6-5.
Pada gim berikutnya, Jovic akhirnya menuntaskan pertandingan pada match point keduanya setelah forehand Eala menyangkut di net. Jovic langsung terjatuh ke lapangan. Lega bercampur kelelahan terlihat jelas dari ekspresinya.
Baca Juga: Alexander Zverev Kembali Lolos dari Drama Lima Set, US Open Makin Panas
"Butuh semuanya"
Pertandingan tersebut benar-benar menguras tenaga Jovic. "Saya kehilangan anting, jatuh hingga benar-benar tersungkur di lapangan, lutut saya terluka, mengalami kehancuran mental. Pertandingan ini benar-benar membutuhkan semuanya," kata Jovic seusai pertandingan.
Statistik pertandingan juga menunjukkan betapa ketatnya duel Jovic vs Eala. Jovic menghasilkan 44 winner dengan 27 unforced error. Sementara Eala membukukan 34 winner dan 33 unforced error.
Keduanya juga tampil agresif di depan net. Jovic memenangi 12 dari 15 poin di net, sedangkan Eala memenangkan 16 dari 25 poin.
Baca Juga: Elena Rybakina Makin Dekat ke Takhta No. 1, Tinggal Tiga Kemenangan di US Open
Dalam urusan break point, Jovic sedikit lebih efektif. Ia mengonversi sembilan dari 17 peluang break point, sedangkan Eala memanfaatkan delapan dari 20 kesempatan.
Jovic mengaku sulit mempercayai apa yang baru saja terjadi. "Saya tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi," ujarnya.
Menurut Jovic, pertandingan tersebut dimainkan dalam level yang sangat tinggi. Bahkan, ia menilai Eala sedang berada dalam performa terbaik setelah penampilan impresif sepanjang musim panas.
"Bisa mengalahkan seseorang yang bisa dibilang sedang memainkan tenis level lima besar, dengan musim panas yang dia jalani, memberikan saya banyak kepercayaan diri," tutur Jovic.
Puji Eala setelah laga
Selain kemenangan, Jovic juga memberikan pujian khusus kepada Eala. Jovic mengaku terkesan dengan sikap Eala setelah pertandingan. Meski kalah dalam duel yang sangat melelahkan, Eala tetap menghampiri Jovic untuk memberikan ucapan selamat.
"Itu menunjukkan banyak hal tentang dirinya sebagai pribadi," kata Jovic.
Baca Juga: Kalah Set Pertama Tak Bikin Gentar, Carlos Alcaraz Melaju ke Babak Ketiga US Open 2026
Jovic bahkan mengaku hampir menangis ketika menceritakan sikap Eala. Menurutnya, Eala tetap datang dan memeluknya serta memberikan ucapan selamat setelah pertandingan. Sikap tersebut juga berlanjut ketika keduanya berada di ruang ganti. "Dia luar biasa," ujar Jovic.
Tantang Coco Gauff
Tantangan yang lebih berat sudah menanti Jovic di babak 16 besar US Open 2026. Ia akan menghadapi mantan juara US Open, Coco Gauff.
Gauff lebih dulu memastikan tempat di babak 16 besar setelah mengalahkan Cristina Bucsa dalam pertandingan dua set langsung. Bagi Gauff, ini menjadi tahun kelima secara beruntun dirinya mencapai babak 16 besar US Open.
Baca Juga: Dua Pekan, Dua Kemenangan! Marta Kostyuk Kembali Tumbangkan Sloane Stephens di US Open
Jovic dan Gauff sebelumnya sudah pernah bertemu satu kali di WTA Tour. Pertemuan tersebut terjadi di Roma tahun ini dan dimenangi Gauff dengan skor 5-7, 7-5, 6-2.
Jovic pun mengaku masih mengingat pertandingan tersebut. "Ini yang Anda inginkan. Memasuki pekan kedua Grand Slam dan menghadapi salah satu pemain terbaik di dunia," kata Jovic.
Menurut Jovic, dirinya memiliki sejumlah peluang ketika menghadapi Gauff di Roma. Karena itu, ia berharap pengalaman tersebut bisa menjadi modal untuk pertemuan kedua.
"Pertandingan terakhir sedikit menyakitkan bagi saya karena memiliki banyak peluang. Semoga saya bisa belajar dari pertandingan itu dan mengulang level permainan seperti malam ini," ujarnya.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com