LombokPost – Aryna Sabalenka belum mau menyerahkan mahkota US Open. Petenis nomor satu dunia itu berhasil melewati perlawanan Taylor Townsend dan memastikan tiket ke perempat final.
Unggulan pertama tersebut menang 6-4, 6-3 atas Townsend dalam waktu 1 jam 15 menit. Kemenangan itu membuat Sabalenka memperpanjang rekor kemenangannya di New York menjadi 17 pertandingan beruntun.
Dua kali juara bertahan US Open tersebut juga memastikan tempat di perempat final Grand Slam untuk ke-17 kalinya dalam karier, termasuk enam kali di US Open. Ambisi Sabalenka untuk mencetak three-peat US Open pun tetap hidup.
Baca Juga: 3 Jam Penuh Drama, Iva Jovic Tumbangkan Alexandra Eala dan Tembus Babak 16 Besar US Open
Namun, perjuangannya tidak sekadar mengejar sejarah. Posisi nomor satu dunia juga ikut dipertaruhkan. Sabalenka harus kembali menjadi juara US Open untuk mempertahankan posisi puncak peringkat WTA. Itu pun dengan syarat Elena Rybakina tersingkir sebelum semifinal.
Sempat tertinggal di set kedua
Pertemuan pertama Sabalenka dan Townsend berlangsung cukup ketat. Lima gim pertama seluruhnya berakhir dengan break. Bahkan, tujuh dari 10 gim pada set pembuka juga menghasilkan pergantian servis.
Sabalenka tampil tajam ketika melakukan return, tetapi beberapa kesalahan membuat servisnya tidak selalu berjalan mulus. Situasi mulai berubah ketika Sabalenka berhasil mempertahankan servis untuk pertama kalinya dan unggul 4-2.
Baca Juga: Dari Nyaris Terlempar Top 100, Potapova Kini Bikin Anisimova Tersingkir di US Open
Townsend sempat mendapatkan kesempatan untuk kembali ke dalam pertandingan. Sabalenka gagal menutup set ketika unggul 5-2. Namun, ia langsung merespons dengan salah satu pukulan forehand terbaiknya untuk mematahkan servis Townsend sekaligus merebut set pertama 6-4.
Townsend kembali memberikan tekanan pada awal set kedua. Petenis Amerika Serikat itu menghasilkan forehand return winner untuk mematahkan servis Sabalenka dan unggul 3-1.
Namun, itu menjadi kesempatan terakhir Townsend. Sabalenka langsung mengambil alih permainan. Ia memenangkan lima gim terakhir secara beruntun dan menutup pertandingan dengan skor 6-3.
Sabalenka tetap tenang di tengah tekanan
Sabalenka menyelesaikan pertandingan dengan 14 winner dan 14 unforced error. Townsend sebenarnya mencoba mengandalkan kombinasi kekuatan pukulan dan variasi permainan untuk mengganggu Sabalenka.
Namun, petenis nomor satu dunia itu mampu menyerap tekanan dan perlahan mengambil kendali pertandingan. Townsend hanya memenangkan delapan dari 20 poin ketika maju ke net. Kesalahan dalam percobaan serve-and-volley akhirnya memberikan kemenangan kepada Sabalenka pada match point kedua.
Bagi Townsend, kekalahan tersebut memang mengecewakan. Petenis berusia 30 tahun itu datang dengan ambisi membukukan kemenangan terbesar dalam karier sekaligus mencapai perempat final Grand Slam untuk pertama kalinya.
Baca Juga: Janice Tjen Tembus Main Draw Singapore Tennis Open 2026, Tantang Para Bintang WTA
Meski berstatus peringkat 96 dunia, Townsend bukan lawan sembarangan di Flushing Meadows.
Ia sudah tiga kali mencapai babak 16 besar US Open. Dua dari tiga kemenangan atas pemain Top 10 sepanjang kariernya juga terjadi di turnamen ini, masing-masing melawan Simona Halep pada 2019 dan Mirra Andreeva tahun lalu.
"Harus memanfaatkan setiap peluang"
Townsend mengakui menghadapi Sabalenka membutuhkan konsentrasi ekstra. "Melawan seseorang seperti Aryna, yang berada di level dan kelas tersebut, Anda benar-benar harus memanfaatkan setiap peluang yang ada," kata Townsend.
Baca Juga: Alcaraz Tembus Babak Keempat US Open, Tommy Paul Sudah Menanti
Ia juga mengakui servis Sabalenka menjadi salah satu pembeda dalam pertandingan. "Servisnya, ketika dia membutuhkannya, benar-benar sangat bagus. Saya tidak mendapatkan banyak poin gratis atau kesempatan menghadapi servis keduanya pada momen-momen tersebut," ujarnya.
Meski gagal membuat kejutan, Townsend tetap mendapatkan pengalaman berharga. Ia bahkan menyebut pertandingan melawan Sabalenka sebagai penampilan paling nyaman dan percaya diri yang pernah dirasakannya ketika menghadapi petenis nomor satu dunia.
Rekor 17 kemenangan beruntun
Bagi Sabalenka, kemenangan atas Townsend semakin memperkuat dominasinya di US Open. Ia kini mengoleksi 17 kemenangan beruntun di New York.
Sabalenka juga terus menjaga peluang untuk menjadi juara US Open dalam tiga tahun berturut-turut. Namun, tekanan untuk mempertahankan peringkat nomor satu dunia membuat perjalanan Sabalenka tidak mudah.
Ia mengakui tantangan terbesar justru datang dari sisi mental. "Orang mungkin tidak memahami betapa sulitnya secara mental dan fisik untuk mempertahankan level permainan dan tetap tidak terpengaruh," kata Sabalenka.
Baca Juga: Sabalenka Makin Tak Terbendung di US Open, 16 Kemenangan Beruntun Jadi Bukti
Menurutnya, memikirkan kemungkinan kehilangan posisi nomor satu justru bisa mengganggu performa. "Begitu mulai memikirkan hal itu, Anda bisa kehilangan semuanya. Jadi saya terus fokus memperbaiki diri," ujarnya.
Tantang Linda Noskova
Tantangan berikutnya sudah menanti Sabalenka. Di perempat final US Open 2026, ia akan menghadapi juara Wimbledon, Linda Noskova.
Noskova memastikan tempat di delapan besar setelah menyingkirkan unggulan ke-11 Marta Kostyuk dalam pertarungan tiga set, 7-5, 5-7, 6-4.
Baca Juga: Pusing dan Lihat Bintik, Auger-Aliassime Tumbang di US Open di Tangan Khachanov
Sabalenka memiliki rekor 0-2 melawan Noskova. Namun, performa Noskova yang sedang menanjak membuat pertandingan tersebut berpotensi menjadi ujian serius bagi juara bertahan.
Sabalenka justru menikmati pertandingan sulit seperti itu. "Saya menyukai pertandingan seperti ini karena sangat menantang. Melewati tantangan dan mampu mengatasinya memberikan kekuatan dan keyakinan bahwa Anda bisa melakukannya," kata Sabalenka.
Menurutnya, kemenangan dalam pertandingan penuh tekanan dapat menjadi suntikan kepercayaan diri. "Itu benar-benar menjadi peningkat kepercayaan diri," ujarnya.
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : wtatennis.com