LombokPost – Kemenangan Mirra Andreeva atas Anastasia Potapova di US Open 2026 tak hanya menghadirkan drama pertandingan. Sikap sportif Andreeva justru menjadi sorotan utama setelah lawannya mengalami cedera pada penghujung laga.
Unggulan kelima Mirra Andreeva berhasil mengalahkan unggulan ke-24 Anastasia Potapova dengan skor 5-7, 6-4, 6-3 dalam pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 27 menit.
Hasil tersebut mengantarkan Andreeva ke perempat final US Open untuk kali pertama dalam kariernya. Namun, momen paling mengesankan terjadi ketika pertandingan memasuki gim kedelapan set ketiga.
Baca Juga: Drama 6 Match Point, Linda Noskova Singkirkan Kostyuk dan Tembus Perempat Final US Open
Tinggalkan Pertandingan, Bantu Sahabat
Potapova saat itu sedang melakukan servis untuk bertahan dalam pertandingan pada posisi 3-5. Saat mengejar pukulan forehand Andreeva, petenis Austria tersebut terjatuh dan memegangi lutut kirinya.
Tim medis kemudian dipanggil untuk memberikan perawatan. Di tengah situasi tersebut, Andreeva langsung menghampiri Potapova. Petenis berusia 19 tahun itu bahkan membantu sang lawan yang kesulitan berjalan menuju kursinya dan meminta es untuk membantu proses perawatan.
Potapova akhirnya kembali ke lapangan dengan lutut terbalut cukup tebal. Namun, kondisinya jelas tidak memungkinkan untuk bertarung maksimal.
Baca Juga: 3 Jam Penuh Drama, Iva Jovic Tumbangkan Alexandra Eala dan Tembus Babak 16 Besar US Open
Dia tidak mampu merebut satu poin pun setelah pertandingan dilanjutkan. Andreeva akhirnya memastikan kemenangan sebelum keduanya berpelukan cukup lama di net.
Akhir pertandingan tersebut terasa pahit bagi Potapova setelah perjuangan panjang selama lebih dari dua jam.
"Saya sangat senang dengan perjuangan saya, tetapi saya tetap cukup sedih dengan bagaimana semuanya berakhir," kata Andreeva.
"Dia Sahabat Saya"
Usai pertandingan, Andreeva kembali menunjukkan rasa hormat kepada Potapova. Menurutnya, melihat sahabatnya mengalami cedera dalam pertandingan yang berlangsung sangat ketat bukanlah hal mudah.
"Nastya adalah teman baik saya. Melihat pertarungan yang kami jalani dan kemudian melihatnya terjatuh di gim terakhir seperti itu tidak mudah," ujar Andreeva.
Andreeva juga memberikan pujian kepada Potapova yang disebutnya tampil luar biasa sepanjang pertandingan dan menjalani salah satu musim terbaik dalam kariernya.
Baca Juga: Dari Nyaris Terlempar Top 100, Potapova Kini Bikin Anisimova Tersingkir di US Open
"Saya yakin dia akan kembali lebih kuat karena dia seorang pejuang. Saya pikir dia bahkan petarung yang lebih baik daripada saya," lanjutnya.
Pertandingan Ketat Sejak Awal
Sebelum insiden cedera tersebut, duel Andreeva versus Potapova berlangsung sangat ketat. Tidak ada pemain yang mampu unggul lebih dari dua gim hingga gim terakhir. Keduanya terus melakukan penyesuaian permainan, mencoba menemukan keseimbangan antara agresivitas dan konsistensi.
Set pertama menjadi gambaran bagaimana ketatnya pertandingan. Andreeva mencatat 22 unforced errors, lebih banyak dibandingkan 10 milik Potapova. Setelah saling mematahkan servis, Andreeva kehilangan konsentrasi di gim terakhir.
Baca Juga: Janice Tjen Tembus Main Draw Singapore Tennis Open 2026, Tantang Para Bintang WTA
Dua double fault dan dua unforced errors membuat Potapova mengambil set pertama 7-5. "Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengalahkannya di set pertama karena saya merasa dia selalu memiliki jawaban untuk semua yang saya mainkan," kata Andreeva.
Andreeva kemudian mengubah pendekatan pada set kedua dengan lebih berani maju ke depan.
Strategi tersebut membawanya unggul 2-0. Potapova sempat membalikkan keadaan melalui permainan kreatif, termasuk dua lob brilian dan pukulan backhand menyilang yang tajam.
Namun, Andreeva berhasil menyelamatkan break point pada kedudukan 3-2. Setelah itu, giliran Potapova yang kehilangan servis akibat double fault. Andreeva merebut set kedua 6-4 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Comeback Kedua atas Potapova
Set ketiga kembali berlangsung sengit. Tiga gim pertama menghasilkan tiga kali break. Momen penting terjadi ketika Andreeva berhasil mempertahankan servisnya untuk memimpin 3-1 setelah menyelamatkan dua break point.
Baca Juga: Alcaraz Tembus Babak Keempat US Open, Tommy Paul Sudah Menanti
Potapova terus memberikan perlawanan. Bahkan, dia sempat menyelamatkan peluang Andreeva untuk menciptakan keunggulan double break melalui sebuah volley refleks yang menyentuh net cord sebelum jatuh di area lawan. Namun, cedera kemudian menghentikan perjuangannya.
Kemenangan tersebut menjadi comeback kedua Andreeva atas Potapova sepanjang 2026. Sebelumnya, Andreeva juga mengalahkan Potapova 1-6, 6-4, 6-3 pada final Linz, April lalu.
Andreeva kini unggul 4-1 dalam rekor pertemuan mereka. Dia juga belum pernah kalah dari Potapova sejak pertemuan pertama di Monastir pada 2022, ketika Andreeva masih berusia 15 tahun dan menjalani debut di babak utama WTA.
Baca Juga: Sabalenka Makin Tak Terbendung di US Open, 16 Kemenangan Beruntun Jadi Bukti
Bidik Semifinal Grand Slam Ketiga
Kemenangan atas Potapova menjadi pencapaian penting bagi Andreeva di US Open. Petenis remaja tersebut kini telah mencapai lima perempat final Grand Slam di tiga dari empat turnamen major.
Lebih istimewa lagi, Andreeva sudah mengangkat trofi Grand Slam pertamanya setelah menjadi juara Roland Garros tahun ini. Di US Open 2026, dia kini membidik semifinal Grand Slam ketiganya.
Untuk mencapai target tersebut, Andreeva akan menghadapi pemenang pertandingan antara unggulan keempat Coco Gauff dan unggulan ke-14 Iva Jovic.
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : wtatennis.com