Shelton Menang dalam Drama 4,5 Jam, Alcaraz Gagal Pertahankan Gelar US Open

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 23:37 WIB
Ben Shelton mengalahkan Carlos Alcaraz dalam duel 4 jam 28 menit yang berakhir pukul 03.33 dan menjadi laga paling larut di US Open 2026. (Getty Images via AFP)
Ben Shelton mengalahkan Carlos Alcaraz dalam duel 4 jam 28 menit yang berakhir pukul 03.33 dan menjadi laga paling larut di US Open 2026. (Getty Images via AFP)

LombokPost – Ben Shelton menciptakan kejutan besar di US Open 2026. Petenis tuan rumah itu menumbangkan juara bertahan Carlos Alcaraz dalam pertarungan lima set yang berakhir hingga dini hari dan tercatat sebagai laga paling larut dalam sejarah US Open.

Shelton mengalahkan Alcaraz dengan skor 6-7 (5), 6-1, 6-3, 1-6, 7-6 (10-7) pada perempat final di Arthur Ashe Stadium, Selasa malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Duel Ben Shelton vs Carlos Alcaraz berlangsung selama empat jam 28 menit dan baru berakhir pukul 03.33 waktu New York. Pertandingan tersebut sekaligus memecahkan rekor sebagai pertandingan dengan waktu finis paling larut dalam sejarah US Open.

Baca Juga: Sportivitas di Tengah Drama! Mirra Andreeva Tembus Perempat Final US Open

Shelton harus mengerahkan seluruh tenaganya untuk menciptakan salah satu kemenangan terbesar dalam kariernya. Petenis Amerika Serikat berusia 23 tahun itu bahkan sempat tertinggal 3-5 dalam tie-break penentuan sebelum membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan.

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan pertama Shelton atas petenis peringkat tiga besar dunia. Sebelum pertandingan ini, dia mencatatkan rekor 0-3 melawan Alcaraz dan belum pernah menang dalam 17 pertandingan menghadapi pemain Top 3.

Namun, tekanan pertandingan besar di New York justru mampu dijawab Shelton dengan permainan agresif dan dukungan penuh publik tuan rumah.

Baca Juga: Tertinggal 0-5, Zheng Qinwen Comeback dan Singkirkan Swiatek di US Open

"Bagi saya, semuanya selalu tentang orang-orang di tribun," kata Shelton seusai pertandingan.

Dia mengaku dukungan penonton yang tetap bertahan hingga pukul 03.00 dini hari menjadi salah satu sumber energinya dalam duel marathon tersebut.

"Baik pelatih, tim, keluarga, teman-teman, maupun seluruh kota New York yang bertahan sampai pukul tiga pagi. Sorakan USA sampai akhir pertandingan, itulah yang membantu saya menang malam ini," ujar Shelton.

Baca Juga: Pegula Singkirkan Cirstea, tapi Justru Beri Hormat untuk Sang Veteran di US Open

Kemenangan atas Alcaraz semakin mengukuhkan performa impresif Shelton sepanjang rangkaian turnamen lapangan keras Amerika Utara. Dia kini mengoleksi rekor 13 kemenangan dan dua kekalahan dalam rangkaian tersebut.

Sebelumnya, Shelton juga meraih gelar ATP Masters 1000 keduanya di Montreal. Kini, setelah menyingkirkan juara bertahan US Open, dia kembali mencapai semifinal turnamen Grand Slam lapangan keras di Flushing Meadows setelah pencapaian serupa pada 2023.

Alcaraz Sempat Bangkit

Pertandingan dimulai dengan ketat. Carlos Alcaraz berhasil merebut set pertama melalui tie-break dengan skor 7-6 (5).

Namun, permainan petenis Spanyol itu kemudian mengalami penurunan pada set kedua dan ketiga. Shelton memanfaatkan momentum tersebut dengan sangat baik.

Baca Juga: 18 Kemenangan Beruntun! Carlos Alcaraz Singkirkan Tommy Paul dan Melaju ke Perempat Final US Open

Petenis tuan rumah tampil dominan untuk merebut set kedua 6-1, kemudian kembali unggul 6-3 pada set ketiga. Forehand Alcaraz menjadi salah satu masalah besar karena beberapa kali menghasilkan kesalahan sendiri.

Meski demikian, juara bertahan US Open itu belum menyerah. Dengan gelar juara dipertaruhkan, Alcaraz kembali menemukan ritme terbaiknya pada set keempat. Petenis berusia 23 tahun itu meningkatkan intensitas permainan dan dua kali mematahkan servis Shelton untuk menang 6-1.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui set kelima. Alcaraz sempat mendapatkan peluang break pada game kelima set penentuan. Namun, kesempatan itu gagal dimanfaatkan. Shelton juga mampu menyelamatkan tiga break point saat mempertahankan servis pada kedudukan 4-4.

Baca Juga: Drama 6 Match Point, Linda Noskova Singkirkan Kostyuk dan Tembus Perempat Final US Open

Duel akhirnya kembali menuju tie-break. Dalam momen paling menegangkan pertandingan, Shelton menemukan energi tambahan. Dia memenangkan empat dari lima poin terakhir untuk menutup pertandingan dengan kemenangan 10-7.

Alcaraz sebenarnya sempat mencatatkan 38 winner, lebih banyak daripada Shelton yang menghasilkan 34 winner. Namun, petenis Spanyol itu juga melakukan 53 unforced error, jauh lebih banyak dibandingkan 34 kesalahan sendiri yang dibuat Shelton.

Statistik tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat pertahanan gelar Carlos Alcaraz di US Open 2026 akhirnya terhenti.

"Pertandingannya epik dan sangat menguras fisik," kata Shelton. "Carlos adalah salah satu juara terbesar dalam olahraga ini, meski baru berusia 23 tahun. Selalu menyenangkan bermain melawannya. Beberapa hal yang dia lakukan di lapangan benar-benar luar biasa. Tetapi ini adalah pertandingan paling menyenangkan yang pernah saya jalani dalam karier," tambahnya.

Pecahkan Rekor Laga Terlarut

Kemenangan Shelton juga menciptakan catatan sejarah baru di US Open. Pertandingan yang berakhir pukul 03.33 pagi tersebut melampaui rekor sebelumnya sebagai laga dengan waktu finis paling larut di turnamen tersebut.

Menariknya, rekor sebelumnya juga melibatkan Carlos Alcaraz. Pada perempat final US Open 2022, Alcaraz mengalahkan Jannik Sinner dalam pertandingan lima set yang berakhir pukul 02.50 pagi.

Baca Juga: 3 Jam Penuh Drama, Iva Jovic Tumbangkan Alexandra Eala dan Tembus Babak 16 Besar US Open

Kala itu, Alcaraz mampu menyelamatkan match point sebelum akhirnya menang. Namun, kali ini petenis Spanyol tersebut tidak mampu mengulangi drama serupa.

Shelton yang berhasil menjaga ketenangan dalam tie-break set penentuan akhirnya memastikan kejutan terbesar di US Open sejauh ini.

Usai match point, Shelton langsung tersenyum ke arah timnya sebelum memeluk Alcaraz di depan net. Dia kemudian melepaskan teriakan kemenangan yang disambut meriah publik Arthur Ashe Stadium.

Baca Juga: Dari Nyaris Terlempar Top 100, Potapova Kini Bikin Anisimova Tersingkir di US Open

Shelton juga melakukan selebrasi khas "telepon" sambil mengarah ke tribun tempat kekasihnya, pesepak bola Trinity Rodman, menyaksikan pertandingan.

Kemenangan tersebut membawa Shelton naik lima posisi ke peringkat keempat dalam perhitungan sementara PIF ATP Live Rankings.

 

Tantang Tiafoe di Semifinal

Perjalanan Shelton belum selesai. Pada semifinal US Open 2026, dia akan menghadapi kompatriot sekaligus sahabatnya, Frances Tiafoe. Keduanya akan bertarung pada Jumat untuk memperebutkan tiket menuju final Grand Slam pertama dalam karier masing-masing.

Shelton memiliki keunggulan 3-1 dalam rekor pertemuan melawan Tiafoe. Dua pertemuan mereka juga pernah terjadi di Flushing Meadows. Shelton menang pada perempat final US Open 2023, sedangkan Tiafoe membalasnya pada babak ketiga US Open 2024.

Shelton kini memiliki rekor 38 kemenangan dan 13 kekalahan sepanjang musim 2026.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : atptour.com
US Open 2026 hasil US Open 2026 Carlos Alcaraz Ben Shelton us open