LombokPost – Final US Open 2026 mempertemukan dua nama besar tenis putri dunia. Aryna Sabalenka dan Elena Rybakina kembali berhadapan di partai puncak Grand Slam, Sabtu (12/9) waktu setempat atau Minggu (13/9) WIB.
Duel Sabalenka vs Rybakina kali ini bukan sekadar perebutan gelar US Open. Ada ambisi mencetak sejarah, gengsi Grand Slam, hadiah fantastis, hingga perebutan posisi teratas Race to the WTA Finals.
Sabalenka datang dengan misi mempertahankan gelar sekaligus memburu three-peat US Open. Sementara Rybakina ingin mengakhiri turnamen dengan gelar Grand Slam keduanya pada 2026, setelah sebelumnya menaklukkan Sabalenka di final Australian Open.
Baca Juga: Gila! Coco Gauff Selamatkan 2 Match Point, Comeback dan Tembus Semifinal US Open
Pertemuan ini menjadi duel ke-18 Sabalenka dan Rybakina di WTA Tour. Sabalenka masih unggul dalam rekor head-to-head dengan 10 kemenangan berbanding tujuh milik Rybakina.
Keduanya juga sudah tiga kali bertemu di final Grand Slam. Dua pertemuan sebelumnya terbagi rata. Rybakina menang atas Sabalenka di final Australian Open 2026, sedangkan Sabalenka sebelumnya memiliki kemenangan di final Grand Slam lainnya.
Sabalenka Kejar Three-Peat
Sabalenka melaju ke final US Open untuk keempat kalinya secara beruntun. Petenis unggulan pertama itu melewati Camila Osorio, Polina Iatcenko, Kamilla Rakhimova, Taylor Townsend, Linda Noskova, hingga Jessica Pegula.
Baca Juga: Shelton Menang dalam Drama 4,5 Jam, Alcaraz Gagal Pertahankan Gelar US Open
Langkah Sabalenka menuju final tidak selalu mulus. Pada perempat final, ia harus melewati pertarungan ketat melawan unggulan keenam Linda Noskova sebelum menang lewat dua tiebreak.
Di semifinal, Sabalenka tampil lebih meyakinkan dengan menundukkan unggulan ketiga Jessica Pegula 7-5, 6-2. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan ke-10 Sabalenka atas Pegula sekaligus memastikan tiket ke final US Open keempat berturut-turut.
Jika kembali menjadi juara, Sabalenka akan mengoleksi gelar Grand Slam kelima sepanjang karier. Ia juga akan mencatat 20 kemenangan beruntun di US Open.
Yang paling menarik, Sabalenka berpeluang menjadi petenis pertama sejak Serena Williams pada 2012-2014 yang mampu meraih tiga gelar US Open secara beruntun.
Sabalenka juga mencatat sejarah dengan mencapai delapan final Grand Slam lapangan keras secara beruntun. Catatan itu menjadi yang terpanjang di Era Terbuka, melewati rekor tujuh final milik Steffi Graf, Martina Hingis, dan Novak Djokovic.
Rybakina Bidik Gelar Kedua 2026
Di sisi lain, Rybakina untuk pertama kalinya mencapai final US Open. Petenis Kazakhstan tersebut mengawali turnamen dengan kemenangan atas Thea Frodin, kemudian menyingkirkan Jessica Bouzas Maneiro, Yuliia Starodubtseva, dan Naomi Osaka.
Baca Juga: Sabalenka Bangkit dari Tertinggal, Selangkah Lagi Ukir Hattrick US Open
Di perempat final, Rybakina menunjukkan mental juara saat membalikkan keadaan untuk mengalahkan Zheng Qinwen 3-6, 6-1, 6-4. Comeback kembali dilakukan Rybakina di semifinal. Sempat kehilangan set pertama dari Coco Gauff, ia bangkit dan merebut dua set berikutnya untuk menang 3-6, 6-4, 6-4.
Kemenangan tersebut mengantarkan Rybakina ke final Grand Slam keempat dalam kariernya. Sebelumnya, ia pernah menjadi juara Wimbledon 2022 setelah mengalahkan Ons Jabeur.
Rybakina juga berpeluang menjadi pemain pertama yang mengalahkan mantan juara US Open di semifinal dan final sejak Justine Henin pada 2007.
Baca Juga: Singkirkan Naomi Osaka di US Open, Elena Rybakina Selangkah Lagi Jadi Nomor 1 Dunia
Jika mengangkat trofi di New York, Rybakina akan menjadi salah satu dari sedikit petenis dalam dua dekade terakhir yang mampu mencapai final Australian Open dan US Open pada musim yang sama.
Takhta Nomor 1 Dunia Sudah Milik Rybakina
Final US Open 2026 juga memiliki arti besar dalam persaingan ranking dunia. Terlepas dari hasil final, Rybakina sudah dipastikan naik menjadi WTA ranking No. 1 dunia pada Senin. Sabalenka akan turun ke posisi kedua.
Rybakina menjadi petenis putri ke-30 yang menduduki takhta nomor satu dunia. Persaingan berikutnya adalah Race to the WTA Finals. Sabalenka dan Rybakina akan memperebutkan posisi teratas dalam klasemen tersebut.
Pemenang final akan memperoleh tambahan 2.000 poin ranking, sedangkan runner-up mendapatkan 1.300 poin.
Statistik Berbicara
Sabalenka memiliki sejumlah angka menarik sebelum final. Salah satunya adalah selisih winner dan unforced error di Grand Slam yang mencapai +141, terbaik di antara seluruh pemain.
Baca Juga: Sportivitas di Tengah Drama! Mirra Andreeva Tembus Perempat Final US Open
Sementara itu, Rybakina memiliki catatan impresif menghadapi pemain top 10. Sejak berakhirnya US Open tahun lalu, ia memiliki persentase kemenangan 75 persen melawan pemain top 10.
Dalam periode tersebut, Rybakina juga mencatat 18 kemenangan dan enam kekalahan menghadapi pemain top 10. Semua statistik itu membuat final Sabalenka vs Rybakina sulit diprediksi.
Sabalenka mengandalkan permainan agresif dan servis keras. Rybakina pun memiliki senjata serupa. Tak heran jika keduanya memprediksi duel ketat secara fisik maupun mental.
US openBaca Juga: Tertinggal 0-5, Zheng Qinwen Comeback dan Singkirkan Swiatek di US Open
Sabalenka mengakui menghadapi Rybakina selalu menjadi tantangan berat. "Jika Elena, pertandingan akan sangat sulit. Dia memiliki servis besar dan permainannya dari baseline semakin berkembang," kata Sabalenka.
Ia memastikan tidak akan mengubah rutinitas dan memilih fokus pada pertandingan tanpa terpengaruh tekanan dari luar. Rybakina pun menyadari duel melawan Sabalenka akan ditentukan oleh detail-detail kecil.
"Dia pemain yang sangat agresif. Sulit menghadapinya secara mental maupun fisik karena dia memiliki permainan dan servis yang besar," ujar Rybakina.
Bagi Rybakina, kunci pertandingan adalah mampu mengambil keputusan tepat pada momen penting. "Biasanya skornya sangat ketat. Di sinilah keputusan bisa membuat perbedaan," sambungnya.
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : wtatennis.com