LombokPost – Ben Shelton tinggal selangkah lagi menuju sejarah. Petenis Amerika Serikat itu memastikan tiket final US Open 2026 setelah menundukkan sesama wakil tuan rumah, Frances Tiafoe, dalam semifinal yang berlangsung sengit di Arthur Ashe Stadium, Jumat malam waktu setempat.
Unggulan kedelapan tersebut bangkit setelah kehilangan set pertama untuk mengalahkan Tiafoe 4-6, 6-3, 6-3, 7-5 dalam waktu tiga jam 17 menit.
Kemenangan itu mengantarkan Shelton ke final Grand Slam pertama dalam kariernya. Di partai puncak, Minggu (13/9) waktu setempat atau Senin (14/9) dini hari WIB, petenis 23 tahun tersebut akan menghadapi unggulan pertama Alexander Zverev.
Baca Juga: Aryna Sabalenka Tembus Final US Open Keempat Beruntun, Mimpi Three-Peat Makin Nyata
Bagi Shelton, final US Open 2026 menjadi kesempatan emas untuk mengakhiri penantian panjang tenis putra Amerika Serikat. Kali terakhir petenis putra Amerika menjuarai Grand Slam adalah ketika Andy Roddick mengangkat trofi US Open pada 2003.
"Saya membutuhkan kalian pada Minggu nanti. Saya akan mengejarnya di sini. Saya akan memberikan semuanya di lapangan. Semoga kalian kembali mendukung saya. Mari kita lakukan ini untuk Amerika Serikat," kata Shelton seusai memastikan kemenangan.
Bangkit Setelah Kalah Set Pertama
Pertandingan semifinal berlangsung ketat sejak awal. Tiafoe mampu merebut set pertama setelah Shelton melakukan double fault pada kedudukan 4-4, 40/AD yang membuat servisnya patah.
Baca Juga: Gila! Coco Gauff Selamatkan 2 Match Point, Comeback dan Tembus Semifinal US Open
Tiafoe kemudian menutup set tersebut dengan servis tanpa kehilangan poin. Backhand Shelton yang melebar pada set point memastikan keunggulan 6-4 untuk petenis berusia 28 tahun tersebut.
Shelton tidak panik. Pada set kedua, kedua pemain sempat saling mematahkan servis sebelum Shelton menemukan momentum.
Saat unggul 4-3, Shelton melepaskan pukulan backhand return winner keras untuk mendapatkan break point. Kesempatan itu langsung dikonversinya menjadi keunggulan 5-3.
Ia kemudian menutup set dengan servis pertama yang mencapai 132 mph atau sekitar 212 kilometer per jam. Return forehand Tiafoe masuk net dan skor berubah menjadi 1-1.
Memasuki set ketiga, reli-reli panjang semakin sering terjadi. Shelton tampil lebih agresif dalam poin-poin penting.
Pada kedudukan 2-2, 30/0, ia memenangi reli sepanjang 28 pukulan untuk menciptakan tiga break point. Shelton langsung memanfaatkan kesempatan pertama dan berbalik unggul 3-2.
Baca Juga: Shelton Menang dalam Drama 4,5 Jam, Alcaraz Gagal Pertahankan Gelar US Open
Ia kembali mematahkan servis Tiafoe pada kedudukan 5-3 setelah melewati gim panjang selama 15 menit yang diwarnai tujuh kali deuce.
Shelton Tuntaskan Drama di Set Keempat
Tiafoe mencoba bangkit pada set keempat. Servisnya menjadi lebih solid dan ia mampu menjaga tekanan terhadap Shelton. Namun, Shelton tetap tenang. Pada kedudukan 6-5, ia akhirnya mendapatkan peluang mematahkan servis Tiafoe.
Tekanan tersebut membuat Tiafoe melakukan kesalahan dalam gim servisnya. Shelton tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung mengunci kemenangan sekaligus tiket ke final Grand Slam pertamanya. Shelton mengakhiri pertandingan dengan 47 winner, termasuk 20 ace.
Baca Juga: Sabalenka Bangkit dari Tertinggal, Selangkah Lagi Ukir Hattrick US Open
Kemenangan atas Tiafoe juga membuat rekor pertemuan mereka menjadi 4-1 untuk keunggulan Shelton. Dua dari empat kemenangan tersebut diraihnya di lapangan keras Flushing Meadows.
Selangkah Lagi Akhiri Penantian Amerika
Final US Open 2026 menjadi pencapaian besar bagi Shelton. Ia menjadi petenis Amerika ke-13 yang mampu mencapai final tunggal putra US Open pada Era Terbuka.
Ia juga menjadi finalis putra Amerika termuda di US Open sejak Roddick pada 2003. Saat itu, Roddick berusia 21 tahun dan berhasil mengakhiri turnamen sebagai juara.
Shelton kini memiliki kesempatan melakukan hal serupa. Petenis kelahiran 2002 itu datang dengan modal luar biasa. Sebelum menghadapi Tiafoe, Shelton lebih dulu membuat kejutan besar dengan menyingkirkan juara bertahan Carlos Alcaraz di perempat final.
Duel melawan Alcaraz bahkan baru berakhir pukul 03.33 dini hari waktu New York. Itu menjadi pertandingan paling larut yang pernah selesai dalam sejarah US Open di era lapangan keras. Meski menguras tenaga, Shelton mampu bangkit dan kembali memenangi semifinal.
Baca Juga: Singkirkan Naomi Osaka di US Open, Elena Rybakina Selangkah Lagi Jadi Nomor 1 Dunia
Zverev Jadi Rintangan Terakhir
Tantangan terbesar kini menanti. Alexander Zverev sudah lebih dulu memastikan tiket final setelah mengalahkan Karen Khachanov.
Rekor pertemuan menjadi tantangan tersendiri bagi Shelton. Zverev unggul telak 5-0 dalam Lexus ATP Head2Head melawan petenis Amerika tersebut.
Namun, Shelton memiliki modal kepercayaan diri yang jauh berbeda setelah menyingkirkan Alcaraz dan Tiafoe di New York.
Baca Juga: Singkirkan Naomi Osaka di US Open, Elena Rybakina Selangkah Lagi Jadi Nomor 1 Dunia
Musim 2026 juga menjadi periode terbaik dalam kariernya. Shelton telah memenangkan empat final yang diikutinya tahun ini, yakni di Dallas, Munich, Stuttgart, dan Montreal. Final US Open akan menjadi final kelima Shelton musim ini.
"Saya dan Frances sangat dekat, seperti kakak dan adik. Setiap kali kami bermain di lapangan ini, rasanya sangat spesial. Ini tempat yang kami inginkan, di akhir turnamen," ujar Shelton.
Di tribun Arthur Ashe Stadium, sejumlah legenda tenis turut menyaksikan duel tersebut, termasuk Serena Williams, Stan Smith, Lindsay Davenport, dan Kim Clijsters. Sejumlah selebritas juga hadir, di antaranya Ben Stiller, Rami Malek, bintang NBA Jalen Brunson, serta legenda sepak bola Ronaldo.
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : atptour.com