LombokPost – Aryna Sabalenka mengakui Elena Rybakina memang tampil lebih baik saat mengalahkannya di final US Open 2026. Petenis Belarusia itu menyerah 6-4, 5-7, 6-2 dalam duel selama 2 jam 21 menit di Arthur Ashe Stadium, Minggu (13/9) WIB.
“Saya jelas tidak terlalu senang dengan level permainan saya hari ini, tetapi dia melakukan servis dengan luar biasa. Dia bermain sangat agresif dan menunjukkan tenis yang hebat. Ya, hari ini dia memang pemain yang lebih baik daripada saya,” kata Sabalenka.
Sabalenka sebenarnya mendapat dukungan penuh dari sekitar 23 ribu penonton di Arthur Ashe Stadium. Namun, dukungan tersebut tak cukup membantunya mempertahankan gelar US Open.
Baca Juga: Alexander Zverev ke Final US Open, Selangkah Lagi Raih Grand Slam Kedua Tahun Ini
“Pada satu titik saya merasa, ‘Oh, Tuhan, saya merasa seperti orang Amerika di sana.’ Saya hanya berharap bisa menang dan merasakan dukungan itu lebih lama. Ya, bukan tahun ini,” ujarnya.
Kekalahan tersebut sekaligus menggagalkan ambisi Sabalenka mencatat sejarah. Dia memburu gelar US Open ketiga secara beruntun, pencapaian yang terakhir kali dilakukan Serena Williams pada 2012-2014.
Sabalenka juga sudah dipastikan kehilangan posisi No. 1 dunia kepada Rybakina mulai Senin. Kekalahan di final membuat penutup musimnya di turnamen Grand Slam terasa semakin pahit.
Baca Juga: Tumbangkan Coco Gauff, Elena Rybakina Tembus Final US Open: Duel Nomor 1 vs Juara Bertahan
Permainan Sabalenka tidak berada pada level terbaik. Dia membuat lebih banyak unforced errors dibanding winner. Frustrasi juga beberapa kali terlihat ketika dia memukul bola keluar stadion dan membanting raket ke lapangan.
Sabalenka hanya memperoleh tiga peluang break sepanjang pertandingan. Seluruh peluang itu baru muncul ketika dia berusaha bangkit pada akhir set kedua.
Sebaliknya, Rybakina tampil klinis. Petenis Kazakhstan itu menghasilkan 12 ace dan 36 winner, dengan 24 unforced errors. Servis serta permainan agresif Rybakina membuat Sabalenka kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya.
Baca Juga: Aryna Sabalenka Tembus Final US Open Keempat Beruntun, Mimpi Three-Peat Makin Nyata
“Saya hanya berada di sana untuk berjuang dan mencoba melakukan yang terbaik dengan apa yang saya punya hari ini,” kata Sabalenka.
Kekalahan dari Rybakina menambah catatan sulit Sabalenka dalam pertandingan perebutan gelar. Meski secara keseluruhan masih unggul 10-8 dalam head-to-head, Sabalenka hanya menang dua kali dalam delapan pertemuan mereka di final.
Dominasi Sabalenka pada awal 2026 juga berakhir dengan sejumlah kekecewaan di turnamen-turnamen besar. Namun, dia menegaskan kekalahan di New York tidak akan menentukan langkah berikutnya.
“Saya akan terus bekerja keras dan terus meningkatkan tenis serta level permainan saya. Semoga saya bisa memenangi lebih banyak turnamen,” ujarnya.
Baca Juga: Gila! Coco Gauff Selamatkan 2 Match Point, Comeback dan Tembus Semifinal US Open
Sabalenka juga melihat banyak pelajaran dari perjalanan di US Open. Pengalaman tersebut, menurut dia, justru bisa menjadi modal untuk bangkit.
“Semua pelajaran musim ini sudah membuat saya lebih kuat dan pasti akan memotivasi saya untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik tahun depan,” kata Sabalenka.
Ada satu catatan yang masih menjadi keunggulan Sabalenka atas Rybakina. Sebelum kehilangan posisi No. 1 dunia, dia telah berada di puncak peringkat selama 99 pekan beruntun dan mengoleksi total 107 pekan. Catatan tersebut merupakan yang keenam terbanyak di era Open.
Baca Juga: Shelton Menang dalam Drama 4,5 Jam, Alcaraz Gagal Pertahankan Gelar US Open
Ketika diberi tahu soal rekor itu, Sabalenka tertawa. “Kita lihat apakah Elena bisa mengalahkan saya dalam hal itu,” kelakarnya.
Namun, Sabalenka sadar ancaman Rybakina semakin besar. “Jika dia terus bermain seperti itu, maka saya berada dalam masalah,” ujarnya.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com