Iva Jovic Tembus Peringkat 13 Dunia, Podoroska Melonjak 117 Posisi

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 19:25 WIB
Iva Jovic naik ke peringkat 13 dunia setelah juara Guadalajara. Nadia Podoroska melonjak 117 posisi dalam PIF WTA Rankings terbaru. (Instagram Iva Jovic)
Iva Jovic naik ke peringkat 13 dunia setelah juara Guadalajara. Nadia Podoroska melonjak 117 posisi dalam PIF WTA Rankings terbaru. (Instagram Iva Jovic)

LombokPost – Perubahan besar terjadi dalam PIF WTA Rankings setelah rangkaian turnamen lapangan keras berakhir pekan lalu. Keberhasilan Iva Jovic mempertahankan gelar Guadalajara membuat petenis Amerika Serikat itu menembus peringkat tertinggi dalam kariernya.

Jovic naik tiga tingkat dari peringkat 16 ke posisi No. 13 dunia dalam daftar terbaru PIF WTA Rankings. Petenis berusia 18 tahun itu sekaligus mempertahankan statusnya sebagai pemain termuda di Top 50.

Gelar Guadalajara WTA 500 menjadi gelar WTA kedua dalam karier Jovic. Dalam perjalanannya menuju trofi, Jovic mengalahkan mantan juara turnamen Meksiko tersebut, Zeynep Sonmez, Magdalena Frech, dan Cristina Bucsa.

Baca Juga: Juara US Open dan No. 1 Dunia, Elena Rybakina Kini Lolos ke WTA Finals

Pada pertandingan final, Jovic kemudian menundukkan juara Austin Peyton Stearns. Kemenangan itu membuat Jovic menjadi juara Guadalajara untuk dua tahun beruntun.

Final Jovic kontra Stearns juga menjadi final WTA ketiga yang mempertemukan dua petenis Amerika Serikat pada musim 2026. Sebelumnya, Stearns mengalahkan Taylor Townsend di Austin, sementara Coco Gauff menundukkan Jessica Pegula di Cincinnati.

Stearns juga mendapatkan lonjakan peringkat setelah mencapai final Guadalajara. Untuk pertama kalinya menembus final pada level WTA 500, Stearns naik 24 posisi dari No. 60 menjadi No. 36 dunia.

Quevedo Tembus Top 100

Pergerakan menarik lainnya terjadi di Sao Paulo WTA 250. Petenis Spanyol Kaitlin Quevedo keluar sebagai juara setelah menaklukkan Nadia Podoroska pada final.

Bagi Quevedo, gelar tersebut menjadi trofi WTA pertama dalam kariernya. Petenis berusia 20 tahun itu baru menjalani penampilan utama level tur untuk kedelapan kalinya dan sebelumnya belum pernah melewati babak kedua.

Sebelum tampil di Sao Paulo, hasil terbaik Quevedo adalah mencapai final WTA 125 di Targu Mures pada bulan lalu.

Quevedo pertama kali masuk Top 100 pada Juli. Gelar Sao Paulo WTA 250 membuat peringkatnya melonjak 32 posisi, dari No. 105 menjadi No. 73 dunia, yang sekaligus menjadi ranking tertinggi dalam kariernya.

Di final, Quevedo mengalahkan sesama finalis untuk pertama kalinya, Nadia Podoroska. Pertandingan tersebut menjadi final WTA kedua pada 2026 yang mempertemukan dua pemain yang sama-sama baru mencapai final level tur.

Podoroska Melonjak 117 Posisi

Meski gagal menjadi juara Sao Paulo, Nadia Podoroska mencatat perkembangan besar dalam PIF WTA Rankings.

Baca Juga: Alexander Zverev Salip Jannik Sinner di Puncak Live Race Usai Juara US Open

Podoroska mencapai final setelah membuat kejutan dengan mengalahkan Paula Badosa di semifinal. Kemenangan tersebut mengakhiri catatan 0-4 Podoroska dalam pertandingan semifinal level tur.

Podoroska juga menjadi petenis Argentina pertama yang mencapai final WTA sejak Paula Ormaechea melakukannya di Bogota pada 2013.

Perjalanan Podoroska menjadi salah satu cerita comeback paling menarik dalam perubahan ranking WTA terbaru. Dia sempat absen selama 14 bulan karena cedera pinggul dan kembali bertanding tanpa peringkat pada Maret.

Baca Juga: Aryna Sabalenka Akui Elena Rybakina Lebih Baik di Final US Open

Setelah memenangi turnamen W15 di Madrid pada April dan W35 di San Gregorio pada Juni, Podoroska kemudian mencapai babak kedua US Open. Kini, Podoroska melonjak 117 posisi, dari No. 317 menjadi No. 200 dunia.

Pigato, De Stefano, dan Burel Ikut Naik

Perubahan PIF WTA Rankings juga terjadi setelah tiga turnamen WTA 125 digelar pekan lalu, yakni di Caldas da Rainha, Valencia, dan Ljubljana.

Di Caldas da Rainha, petenis Italia Lisa Pigato merebut gelar WTA 125 keduanya musim ini setelah sebelumnya menjadi juara di Madrid pada April.

Pigato mengalahkan Gabriela Knutson 6-4, 6-2 di final. Kemenangan tersebut membuat petenis berusia 23 tahun itu naik 24 posisi, dari No. 137 menjadi No. 113, yang juga menjadi peringkat tertinggi dalam kariernya.

Knutson harus puas menjadi runner-up Caldas da Rainha untuk tahun kedua beruntun. Namun, petenis Republik Ceko berusia 29 tahun itu tetap mencatat periode positif dengan rekor 11-3 sejak awal Agustus.

Baca Juga: Jannik Sinner Bidik Hat-Trick Gelar Vienna, Siap Kembali Usai Absen US Open

Sementara itu, Samira De Stefano menjadi juara WTA 125 Ljubljana. Trofi tersebut menjadi gelar keempatnya musim ini di seluruh level turnamen.

De Stefano naik 64 posisi dari No. 257 ke No. 193, sekaligus menembus Top 200 untuk pertama kalinya.

Mona Barthel juga mengalami kenaikan setelah mencapai final. Mantan petenis Top 50 itu naik 34 posisi ke No. 183 dunia.

Baca Juga: Zverev Juara US Open, Gelar Grand Slam Kedua dalam Satu Musim

Di Valencia, mantan petenis peringkat 42 dunia Clara Burel meraih gelar WTA 125 keduanya setelah sebelumnya menjadi juara di Angers pada 2023.

Burel mengalahkan Alicia Herrero Linana 4-6, 6-0, 6-2 di final. Setelah sempat absen lebih dari satu tahun akibat cedera ACL dan kembali tanpa peringkat pada April, Burel kini naik 83 posisi dari No. 301 menjadi No. 218 dunia.

Herrero Linana juga mencatat ranking tertinggi dalam kariernya. Setelah mencapai final WTA 125 untuk pertama kalinya, dia naik 40 posisi dari No. 263 menjadi No. 223 dunia.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : wtatennis.com
ranking WTA terbaru Guadalajara Open Peyton Stearns WTA 500 Iva Jovic