LombokPost - Leylah Fernandez menunjukkan mental juara di Singapore Tennis Open 2026. Unggulan keenam itu bangkit setelah kalah telak pada set pertama untuk mengalahkan unggulan kelima Maja Chwalinska 1-6, 6-4, 6-2 dan memastikan tiket ke final.
Duel Leylah Fernandez vs Maja Chwalinska berlangsung selama 2 jam 8 menit. Ini menjadi pertemuan pertama kedua petenis, sekaligus semifinal yang mempertemukan dua pemain yang sama-sama pernah tampil di final Grand Slam.
Chwalinska, finalis French Open pada Juni lalu, langsung mengambil kendali pertandingan. Petenis Polandia itu merebut lima gim pertama secara beruntun, termasuk memenangkan 15 poin berturut-turut sebelum Fernandez akhirnya membuka angka.
Baca Juga: Jannik Sinner vs Alexander Zverev, Persaingan World No. 1 Makin Sengit Usai US Open
Chwalinska kemudian mempertahankan keunggulannya dan menutup set pertama dengan kemenangan 6-1. Namun, situasi berubah drastis pada set kedua. Leylah Fernandez langsung merebut delapan poin pertama dan unggul 2-0.
Chwalinska, yang baru menjalani semifinal level tur kedua sepanjang kariernya, sempat memberikan perlawanan. Ia mematahkan servis Fernandez dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Fernandez tidak membiarkan momentum kembali berpihak kepada lawannya. Petenis Kanada itu terus bermain agresif dan akhirnya mengamankan set kedua 6-4 untuk memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Baca Juga: Elena Rybakina Absen di Billie Jean King Cup, Fokus Pulihkan Kondisi Usai US Open
Fernandez Balik Menguasai Pertandingan
Memasuki set ketiga, Chwalinska sempat mendapatkan peluang break yang bisa membawanya unggul 2-0. Namun, Leylah Fernandez berhasil menyelamatkan kesempatan tersebut dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Setelah itu, Fernandez mulai mengambil alih permainan. Ia dua kali mematahkan servis Chwalinska untuk membangun keunggulan dan akhirnya mengunci kemenangan 1-6, 6-4, 6-2 melalui backhand winner.
"Saya tahu Maja adalah pemain yang luar biasa dan sangat sulit untuk dihadapi. Dia tidak pernah memberikan bola yang sama dua kali, bahkan tiga kali. Saya tahu pertandingan ini akan sulit. Sejak awal saya sedikit terkejut dan kemudian juga agak frustrasi," kata Fernandez.
"Namun, tentu saja penonton sangat membantu saya untuk kembali fokus di set kedua. Tanpa kalian, saya rasa saya tidak akan berada di final. Jadi, terima kasih banyak atas dukungan dan kepercayaan kalian kepada saya," lanjutnya.
Statistik pertandingan menunjukkan keberanian Fernandez untuk bermain lebih agresif. Ia menghasilkan 31 winner, lebih dari dua kali lipat jumlah winner Chwalinska yang mencatat 15.
Namun, Fernandez juga melakukan 43 unforced error, sedangkan Chwalinska membuat 28 kesalahan sendiri.
Baca Juga: Jessica Pegula Mundur dari Singapore Tennis Open 2026, Usai Jalani Jadwal Padat
Salah satu strategi efektif Leylah Fernandez adalah lebih sering maju ke depan. Ia tercatat melakukan 37 pendekatan ke net dan memenangkan 22 poin dari situasi tersebut.
Fernandez Tantang Talia Gibson di Final
Kemenangan atas Maja Chwalinska mengantarkan Fernandez ke final pertama level tur musim ini. Di partai puncak Singapore Tennis Open, Fernandez akan menghadapi petenis Australia Talia Gibson.
Final tersebut juga menjadi pertemuan pertama Fernandez dan Gibson. Gibson lolos ke final setelah Tatiana Prozorova mundur dari turnamen karena mengalami gegar otak.
Baca Juga: Jannik Sinner Bidik Hat-Trick Gelar Vienna, Siap Kembali Usai Absen US Open
"Saya tahu pertandingan nanti akan sulit. Ini adalah final pertama kami tahun ini, jadi pertandingan tidak akan mudah. Kami berdua tentu menginginkan trofi," ujar Fernandez.
"Saya tahu dia memukul bola dengan sangat keras dan sangat agresif. Saya akan mendengarkan pelatih, melihat rencana permainan yang mereka berikan, lalu menjalankannya sebaik mungkin," sambungnya.
Bagi Leylah Fernandez, final Singapore Tennis Open menjadi final ke-9 sepanjang kariernya. Petenis Kanada itu telah mengoleksi lima gelar tunggal WTA, seluruhnya diraih di lapangan keras.
Sementara bagi Talia Gibson, pertandingan final tersebut akan menjadi final WTA pertama dalam kariernya.
Editor : Rury Anjas Andita