LombokPost – Daniil Medvedev tampil luar biasa lewat servisnya untuk menjuarai Hangzhou Open 2026. Petenis Rusia itu menghentikan rekan senegaranya, Andrey Rublev, 7-5, 6-4 dalam final ATP 250 di China, Selasa (29/9).
Medvedev mencetak 23 ace dan hanya melakukan dua double fault dalam pertandingan yang berlangsung selama 93 menit. Kemenangan atas Rublev sekaligus mengantarkan petenis peringkat enam dunia tersebut meraih gelar ketiganya pada musim 2026 dan trofi ke-24 sepanjang kariernya di level tur.
Rublev sebenarnya mengawali pertandingan dengan agresif. Namun, Medvedev mampu meredam tekanan tersebut dan perlahan mengambil kendali melalui servis yang sangat efektif.
Baca Juga: Jannik Sinner Mundur dari China Open 2026, Cedera Lutut Belum Pulih
"Ada sedikit tekanan lebih ketika menghadapi Rublev. Saya rasa saya menanganinya dengan baik. Saya bermain bagus di momen-momen penting dan sangat senang dengan level permainan saya," kata Medvedev.
Kemenangan tersebut memperpanjang keunggulan Medvedev dalam rekor pertemuan dengan Rublev menjadi 8-2. Persaingan keduanya berlangsung ketat pada awal laga sebelum Medvedev menemukan celah untuk mengambil alih pertandingan.
Medvedev Kembali dalam Persaingan ATP Finals
Gelar Hangzhou Open 2026 memiliki arti penting bagi Medvedev dalam perburuan tiket Nitto ATP Finals.
Baca Juga: China Open 2026 Kehilangan Dua Bintang, Pegula dan Juara Bertahan Anisimova Mundur
Petenis berusia 30 tahun tersebut gagal lolos ke ATP Finals musim lalu untuk pertama kalinya sejak 2018. Namun, Medvedev memberikan respons kuat sepanjang 2026.
Setelah sebelumnya meraih gelar di Brisbane dan Dubai, trofi di Hangzhou menjadi gelar ketiganya tahun ini. Hasil tersebut membuat Medvedev berada di posisi kedelapan PIF ATP Live Race To Turin dan kembali berada dalam persaingan menuju turnamen penutup musim.
Medvedev kini mengoleksi rekor 38 kemenangan dan 16 kekalahan sepanjang 2026. Sebanyak 27 kemenangannya diraih di lapangan keras, menyamai Alexander Zverev sebagai pemain dengan kemenangan hard court terbanyak di ATP Tour musim ini.
"Senang sekali bisa melihatmu di final ini. Maaf karena hari ini servis saya sangat bagus, tetapi semoga kita bisa mengakhiri musim dengan kuat seperti ini," ujar Medvedev kepada Rublev dalam seremoni trofi.
22 Gelar Hard Court, Sejajar Legenda
Kemenangan atas Rublev juga memperkuat posisi Medvedev dalam daftar petenis dengan gelar terbanyak di lapangan keras pada era Open.
Medvedev kini memiliki 22 gelar level tur di hard court, menyamai catatan Michael Chang, Stefan Edberg, dan John McEnroe. Ia berada di posisi ke-11 dalam daftar tersebut.
Baca Juga: Leylah Fernandez Bangkit dari Ketinggalan, Tembus Final Singapore Tennis Open
Di atas Medvedev terdapat sejumlah legenda tenis, seperti Novak Djokovic dengan 72 gelar hard court, Roger Federer 71, Andre Agassi 46, Jimmy Connors 43, Pete Sampras 36, dan Andy Murray 34.
Medvedev juga mencatat 27 kemenangan hard court pada musim 2026. Catatan tersebut menyamai Zverev untuk jumlah kemenangan terbanyak di permukaan tersebut sepanjang musim.
Dengan tambahan gelar Hangzhou Open 2026, Medvedev semakin memperkuat posisinya dalam persaingan menuju ATP Finals. Konsistensi di lapangan keras menjadi salah satu modal penting bagi petenis Rusia tersebut.
Baca Juga: Jannik Sinner vs Alexander Zverev, Persaingan World No. 1 Makin Sengit Usai US Open
Lanjut ke China Open
Usai meraih gelar di Hangzhou, Medvedev langsung mengalihkan fokus ke Beijing untuk tampil di China Open 2026, turnamen ATP 500.
Medvedev akan menghadapi petenis yang lolos dari kualifikasi, Pablo Carreno Busta, pada babak pertama.
Beijing bukan wilayah asing bagi Medvedev. Ia pernah mencapai final China Open pada 2023 dan kemudian mencatat dua penampilan semifinal secara beruntun pada 2024 dan 2025.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : atptour.com