Djokovic Kembali Menang di Beijing, Rekor Sempurna China Open Berlanjut

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 00:04 WIB
Novak Djokovic mengalahkan Nuno Borges di China Open 2026 dan menjaga rekor sempurna 30-0 di Beijing. Ia memburu gelar pertamanya tahun ini. (Photo AFP)
Novak Djokovic mengalahkan Nuno Borges di China Open 2026 dan menjaga rekor sempurna 30-0 di Beijing. Ia memburu gelar pertamanya tahun ini. (Photo AFP)

LombokPost - Novak Djokovic akhirnya kembali ke jalur kemenangan. Petenis Serbia itu mengawali kiprahnya di China Open 2026 dengan mengalahkan Nuno Borges 6-3, 7-6(2), Rabu.

Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang rekor sempurna Djokovic di Beijing. Dalam 30 pertandingan yang dimainkan di turnamen ATP 500 tersebut, Djokovic belum pernah sekalipun mengalami kekalahan.

Catatan itu semakin istimewa karena Djokovic merupakan pemegang rekor enam gelar China Open, yang diraihnya pada 2009, 2010, 2012, 2013, 2014, dan 2015.

Baca Juga: Jannik Sinner Mundur dari China Open 2026, Cedera Lutut Belum Pulih

Kemenangan atas Borges menjadi penampilan pertama Djokovic di China Open sejak 2015. Sebelas tahun setelah terakhir kali menjuarai turnamen tersebut dengan mengalahkan Rafael Nadal di final, Djokovic kembali ke Beijing dan langsung meraih kemenangan.

Namun, kemenangan kali ini tidak diraih dengan mudah.

Sempat Terkendala Fisik

Djokovic belum menunjukkan permainan terbaiknya sejak awal pertandingan. Dia memang berhasil mengamankan set pertama dengan skor 6-3, tetapi Borges memberikan tekanan lebih besar pada set kedua.

Baca Juga: Leylah Fernandez Bangkit dari Ketinggalan, Tembus Final Singapore Tennis Open

Pada kedudukan 2-3, Djokovic bahkan meminta medical timeout.

Petenis berusia 39 tahun itu kemudian berusaha menjaga konsistensi permainan. Borges semakin berani menyerang, tetapi Djokovic mampu memaksakan pertandingan menuju tie-break.

Di fase penentuan tersebut, pengalaman Djokovic kembali berbicara.

Dia tampil sangat solid dan mengunci tie-break dengan skor 7-2 untuk memastikan kemenangan dua set langsung dalam waktu 1 jam 51 menit.

“Pada set kedua dia mulai bermain lebih baik dan saya sedikit kesulitan secara fisik untuk tetap segar,” kata Djokovic dalam wawancara di lapangan.

Djokovic mengaku servis menjadi salah satu senjata penting dalam pertandingan tersebut.

Baca Juga: Jannik Sinner vs Alexander Zverev, Persaingan World No. 1 Makin Sengit Usai US Open

“Ketika melakukan servis, saya cukup dominan dan bisa melewati gim-gim dengan nyaman. Mendapatkan persentase servis pertama yang tinggi membuat hidup saya lebih mudah dalam gim servis,” ujarnya.

Dia kemudian menutup pertandingan dengan performa apik di tie-break.

“Saya memainkan tie-break yang hebat untuk menutup pertandingan dalam dua set. Saya sangat senang,” kata Djokovic.

Baca Juga: Elena Rybakina Absen di Billie Jean King Cup, Fokus Pulihkan Kondisi Usai US Open

Lob Spektakuler untuk Penonton Beijing

Meski tidak tampil dalam kondisi terbaik, Djokovic tetap menyuguhkan sejumlah momen istimewa di hadapan penonton.

Salah satunya terjadi pada awal set kedua. Djokovic melepaskan lob spektakuler saat melakukan servis pada kedudukan 0-1.

Aksi tersebut langsung mendapat sambutan meriah dari penonton yang memenuhi Capital Group Diamond Arena.

Usai pertandingan, Djokovic juga menyapa penonton dari empat sisi stadion yang berkapasitas sekitar 15 ribu orang.

Kemenangan tersebut sekaligus menunjukkan betapa spesialnya China Open bagi Djokovic.

Sepanjang kariernya di turnamen tersebut, Djokovic memiliki rekor 30 kemenangan tanpa kekalahan.

Baca Juga: Jessica Pegula Mundur dari Singapore Tennis Open 2026, Usai Jalani Jadwal Padat

Kejar Gelar Pertama Musim Ini

Djokovic datang ke Beijing dengan modal yang tidak terlalu mulus.

Dia tersingkir pada babak pertama US Open. Hasil serupa juga terjadi di Cincinnati, turnamen ATP Masters 1000 yang membuat kondisi fisiknya sempat menjadi sorotan.

Sebelumnya, Djokovic masih mampu melangkah hingga semifinal Wimbledon sebelum dihentikan Jannik Sinner.

Baca Juga: Jannik Sinner Bidik Hat-Trick Gelar Vienna, Siap Kembali Usai Absen US Open

Kini, Djokovic mencoba membangun kembali momentumnya di China Open.

Petenis unggulan keenam tersebut masih mengejar gelar pertamanya pada musim 2026.

Jika mampu menjadi juara di Beijing, Djokovic berpeluang menambah koleksi gelar level tur menjadi 102.

Saat ini, Jimmy Connors masih memegang rekor dengan 109 gelar level tur. Roger Federer berada di posisi kedua dengan 103 gelar.

Namun, perjalanan Djokovic menuju gelar ke-102 tidak akan mudah. Salah satu pemain yang berpotensi menjadi penghalang adalah unggulan pertama sekaligus juara bertahan US Open, Alexander Zverev.

Hadapi Wakil Tuan Rumah

Pada babak berikutnya, Djokovic akan menghadapi wakil tuan rumah Buyunchaokete.

Baca Juga: Juara US Open dan No. 1 Dunia, Elena Rybakina Kini Lolos ke WTA Finals

Petenis Tiongkok tersebut melaju setelah mengalahkan Juan Manuel Cerundolo 6-2, 5-7, 6-4.

Pertemuan tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi Djokovic untuk menjaga rekor sempurnanya di China Open sekaligus melanjutkan perburuan gelar pertama musim ini.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : atptour.com
nuno borges China Open 2026 China open ATP 500 novak djokovic