Rybakina Jadi Nomor 1 Dunia, China Open 2026 Jadi Ujian Pertama

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:49 WIB
Elena Rybakina memulai China Open 2026 sebagai nomor satu dunia. Juara US Open itu juga berjuang menjaga kondisi kaki dan peringkatnya. (Photo by AFP)
Elena Rybakina memulai China Open 2026 sebagai nomor satu dunia. Juara US Open itu juga berjuang menjaga kondisi kaki dan peringkatnya. (Photo by AFP)

LombokPost – Elena Rybakina memulai babak baru dalam kariernya. Setelah menjuarai US Open 2026 sekaligus merebut peringkat satu dunia, petenis Kazakhstan itu kini bersiap menjalani turnamen pertamanya sebagai petenis nomor satu dunia sekaligus unggulan teratas di China Open 2026.

Rybakina akan menghadapi petenis Armenia, Alina Charaeva, pada babak kedua China Open, Sabtu (3/10). Turnamen di Beijing tersebut menjadi kesempatan pertamanya tampil sebagai World No. 1 sekaligus unggulan pertama dalam sebuah turnamen.

Petenis berusia 27 tahun itu datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih gelar Grand Slam ketiganya di US Open pada 12 September lalu. Kemenangan tersebut mengantarkannya ke puncak peringkat dunia sekaligus memastikan tempat di WTA Finals 2026.

Baca Juga: China Open 2026 Kehilangan Dua Bintang, Pegula dan Juara Bertahan Anisimova Mundur

Kini, target Rybakina adalah mempertahankan posisi nomor satu dunia hingga akhir musim. Namun, ia menyadari persaingan di papan atas tenis putri masih sangat ketat.

“Sekarang saya berada di peringkat satu dunia, dan itu luar biasa. Namun, musim belum berakhir. Saya ingin terus berjuang dan menutup musim di peringkat satu,” kata Rybakina dalam konferensi pers menjelang China Open, Kamis (1/10).

“Siapa yang tahu apa yang akan terjadi. Ada banyak pemain bagus dan lawan-lawan tangguh. Apa pun bisa berubah. Untuk saat ini, itulah target saya,” lanjutnya.

Baca Juga: Jannik Sinner Mundur dari China Open 2026, Cedera Lutut Belum Pulih

Perjalanan Padat Usai Juara US Open

Perjalanan Rybakina menuju China Open terbilang padat. Sehari setelah menjuarai US Open, ia langsung menjalani rangkaian kegiatan media di New York, termasuk tampil dalam program CBS Mornings dan Today di NBC.

Setelah itu, Rybakina terbang ke Eropa dan Asia untuk menghadiri sejumlah agenda perayaan sebelum akhirnya tiba di Beijing. Ia sempat mengunjungi Bratislava, Slovakia, tempat dirinya kerap berlatih dan menghabiskan waktu.

Di sana, Rybakina diterima Presiden Slovakia Peter Pellegrini di Istana Kepresidenan. Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Kazakhstan dan mendapat sambutan dari Presiden Kassym-Jomart Tokayev di kediaman resmi Akorda, Astana.

Dalam kunjungan tersebut, Rybakina dianugerahi Order of Barys tingkat III atas prestasi olahraga serta kontribusinya dalam pengembangan dan promosi tenis Kazakhstan.

Rangkaian kegiatan itu membuat waktu persiapan menuju China Open terasa singkat. Meski demikian, Rybakina mengaku tetap berusaha memanfaatkan waktu untuk beristirahat.

“Karena banyak perjalanan, saya juga sempat singgah di Bratislava, kemudian pergi ke Kazakhstan. Saya menjalani beberapa agenda yang memang harus dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga: Alcaraz Susah Payah Tekuk Michelsen, Juara Bertahan Japan Open Lolos Babak Pertama

Ia mengaku belum sempat melakukan sejumlah kegiatan lain yang diinginkan, termasuk mengikuti kegiatan bersama anak-anak dan menggelar klinik tenis. Namun, kesempatan beristirahat di rumah menjadi hal yang berharga sebelum kembali bertanding.

Cedera Kaki Jadi Perhatian

Di balik statusnya sebagai petenis nomor satu dunia, Rybakina masih harus memperhatikan kondisi fisiknya. Ia mengungkapkan bahwa masalah pada kaki yang telah mengganggunya selama beberapa waktu masih terasa ketika kembali menjalani latihan di Beijing.

Setelah beristirahat, kondisi kakinya memang membaik. Namun, rasa tidak nyaman itu sesekali masih muncul saat berada di lapangan.

Baca Juga: Leylah Fernandez Bangkit dari Ketinggalan, Tembus Final Singapore Tennis Open

“Karena beristirahat, kondisi kaki saya sedikit membaik. Sekarang setelah kembali ke lapangan, saya masih merasakannya sesekali. Saya mencoba mendorong diri sendiri dan melihat sejauh mana saya bisa melangkah di turnamen ini,” kata Rybakina.

Meski demikian, ia merasa kondisi mentalnya lebih baik setelah melewati rangkaian kegiatan usai US Open. Rybakina juga menilai dukungan orang-orang di sekitarnya membantunya menikmati pencapaian sebagai petenis nomor satu dunia.

“Saya tidak tahu secara pasti bagaimana seharusnya menjadi pemain peringkat satu. Saya baru saja menjadi nomor satu. Menurut saya, hal terpenting adalah menikmati momen ini,” ujarnya.

Rybakina menjadi petenis pertama yang mewakili Kazakhstan dan berhasil menduduki peringkat satu dunia. Ke depan, ia juga membidik gelar Roland Garros untuk melengkapi koleksi gelar Grand Slam di empat turnamen utama atau Career Grand Slam.

Namun, fokus terdekatnya adalah China Open 2026. Rybakina harus melewati Charaeva, yang melaju ke babak kedua setelah mengalahkan Yuliia Starodubtseva dengan skor 5-7, 7-5, 6-2.

Pada dua penampilan sebelumnya di China Open, Rybakina mencapai semifinal pada 2023 dan babak ketiga pada 2025. Kini, dengan status baru sebagai nomor satu dunia, ia berpeluang membuktikan konsistensinya di Beijing sekaligus menjaga posisinya di puncak peringkat WTA.

 

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : wtatennis.com
China Open 2026 China open petenis nomor 1 dunia WTA 1000 Elena Rybakina