LombokPost – Alexander Zverev melanjutkan langkahnya menuju peringkat satu dunia setelah meraih kemenangan atas Cameron Norrie pada babak China Open 2026. Petenis Jerman itu menundukkan petenis Inggris tersebut 7-6(1), 6-4, Kamis.
Kemenangan di China Open 2026 memperpanjang tren positif Zverev yang kini telah memenangi delapan pertandingan tunggal terakhirnya. Petenis unggulan teratas di Beijing itu juga menjaga rekor sempurnanya atas Norrie menjadi 9-0 dalam pertemuan mereka di Lexus ATP Head2Head.
Zverev tampil solid meski menghadapi tantangan adaptasi setelah sebelumnya memperkuat Team Europe di Laver Cup 2026 di London. Ia baru tiba di Beijing dua hari sebelum pertandingan dan harus beralih dari lapangan indoor ke outdoor.
Baca Juga: China Open 2026: Gauff vs Swiatek Berpotensi Bertemu di Perempat Final
“Saya terkejut karena merasa tidak bermain dengan baik, karena saya baru tiba dua hari lalu. Saya merasa sedikit mengalami jet lag dan datang dari turnamen indoor ke turnamen outdoor, tetapi saya merasa nyaman di lapangan dan pertandingan ini berlangsung dengan level yang tinggi,” kata Zverev.
Pada set pertama, Zverev mampu meningkatkan permainan ketika memasuki tie-break. Ia kemudian menyelesaikan tie-break dengan kemenangan telak 7-1 sebelum mengamankan set kedua 6-4.
Zverev Kejar Nomor 1 Dunia
Kemenangan di China Open 2026 menjadi penting dalam perburuan posisi nomor satu dunia. Zverev berambisi mengakhiri musim sebagai pemain nomor satu dalam PIF ATP Rankings.
Baca Juga: China Open 2026 Kehilangan Dua Bintang, Pegula dan Juara Bertahan Anisimova Mundur
Peluang Zverev untuk memangkas jarak dengan Jannik Sinner terbuka di Beijing. Sinner yang berstatus juara China Open 2025 tidak tampil tahun ini sehingga kehilangan 500 poin yang diperolehnya dari turnamen tersebut.
Sementara itu, Zverev hanya memiliki 100 poin yang harus dipertahankan setelah tahun lalu terhenti di perempat final China Open.
Zverev juga menjadi pemilik kemenangan terbanyak di lapangan keras pada musim 2026. Ia telah mengoleksi 28 kemenangan hard court, unggul satu kemenangan atas Daniil Medvedev yang berada di posisi kedua dengan 27 kemenangan.
Selain itu, Zverev memiliki catatan impresif ketika menghadapi petenis kidal. Kemenangan atas Norrie membuatnya memenangi 47 dari 48 pertandingan terakhir melawan pemain kidal.
Petenis Jerman itu berpeluang mengubah persaingan di papan atas PIF ATP Rankings dalam rangkaian turnamen Asia. Ia bisa mencapai posisi nomor satu dunia setelah Rolex Shanghai Masters dengan kombinasi hasil tertentu di Beijing dan Shanghai.
Namun, perubahan posisi tersebut bergantung pada hasil Zverev dan Sinner di kedua turnamen sehingga persaingan nomor satu dunia masih berlangsung.
Baca Juga: Jannik Sinner Mundur dari China Open 2026, Cedera Lutut Belum Pulih
Shang Juncheng Jadi Lawan Berikutnya
Setelah melewati Norrie, Zverev akan menghadapi petenis tuan rumah Shang Juncheng pada babak berikutnya China Open 2026. Shang meraih kemenangan penting atas petenis Argentina Sebastian Baez melalui pertandingan tiga set, 5-7, 6-3, 7-5.
Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Shang di level ATP 500 China Open. Dalam tiga penampilan sebelumnya di turnamen tersebut, petenis China itu selalu tersingkir pada pertandingan pertamanya.
Shang datang ke China Open setelah melewati sejumlah masalah cedera dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga dikenal sebagai salah satu pemain muda China yang mendapat perhatian besar di ATP Tour.
Baca Juga: Alcaraz Susah Payah Tekuk Michelsen, Juara Bertahan Japan Open Lolos Babak Pertama
Puncak karier Shang sejauh ini terjadi di Chengdu pada 2024. Saat itu, ia menjadi petenis putra China pertama yang berhasil memenangkan gelar ATP Tour di tanah kelahirannya.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : atptour.com