LombokPost – Alexander Zverev berpeluang mencatat sejarah dengan menjadi petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya. Petenis Jerman itu bisa mencapai puncak ranking ATP paling cepat pada 2 November 2026, dengan memanfaatkan absennya Jannik Sinner hingga akhir musim akibat cedera.
Zverev saat ini menempati posisi kedua dalam PIF ATP Live Rankings dengan koleksi 9.720 poin. Ia tertinggal 1.230 poin dari Sinner yang masih berada di puncak. Namun, keputusan Sinner mengakhiri musim 2026 untuk menjalani perawatan cedera membuka peluang bagi Zverev untuk mengejar posisi nomor satu dunia.
Ada dua skenario yang bisa membawa Zverev ke puncak ranking ATP pada awal November. Skenario pertama, ia harus menjuarai Rolex Shanghai Masters dan mencapai semifinal turnamen ATP 500 di Wina.
Baca Juga: Rekor Sempurna 32-0 di China Open Novak Djokovic Terjaga Usai Tumbangkan Alexander Zverev
Skenario kedua, Zverev bisa merebut posisi nomor satu dunia jika berhasil mencapai final Shanghai Masters, kemudian menjuarai turnamen ATP 500 di Wina.
Dua jalur tersebut membuat hasil Zverev di Shanghai dan Wina menjadi sangat menentukan. Jika mampu memenuhi salah satu skenario itu, petenis berusia 29 tahun tersebut akan menjadi anggota ke-30 klub petenis nomor satu dunia ATP.
Kesempatan mencetak sejarah bagi tenis Jerman
Zverev telah lama berada di jajaran elite tenis putra. Ia pertama kali menembus 10 besar ranking ATP pada Mei 2017, sebelum mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni nomor dua dunia, pada Juni 2022.
Baca Juga: Bartunkova Tekuk Sabalenka, Dua Unggulan Teratas China Open 2026 Tersingkir
Kini, peluang untuk naik satu tingkat lagi terbuka. Jika berhasil menjadi World No. 1, Zverev akan tercatat sebagai petenis Jerman kedua yang mencapai puncak ranking ATP setelah Boris Becker, yang melakukannya pada 1991.
Pencapaian tersebut juga akan menjadi tonggak penting dalam karier Zverev. Meski telah dua kali menjuarai Nitto ATP Finals, ia belum pernah menduduki posisi nomor satu dunia.
Zverev berpeluang menjadi petenis terbaru yang masuk klub nomor satu dunia sejak Sinner mencapai posisi tersebut pada Juni 2024.
Shanghai dan Wina menjadi kunci
Fokus Zverev kini tertuju pada dua turnamen yang dapat menentukan peluangnya merebut puncak ranking ATP. Shanghai Masters menjadi kesempatan pertama untuk mengumpulkan poin penting, sebelum ia melanjutkan persaingan di turnamen ATP 500 Wina.
Menjuarai Shanghai sekaligus mencapai semifinal di Wina akan membuka jalan bagi Zverev untuk menggeser Sinner. Jika hanya mencapai final Shanghai, ia masih memiliki kesempatan melalui jalur alternatif dengan syarat harus menjuarai turnamen di Wina.
Dengan Sinner tidak lagi bertanding pada sisa musim 2026, persaingan menuju posisi nomor satu dunia kini bergantung pada hasil yang mampu diraih Zverev. Namun, peluang itu belum otomatis menjadi kenyataan karena ia tetap harus memenuhi salah satu skenario yang ditentukan oleh perolehan poin.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : atptour.com